<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805</id><updated>2011-07-08T14:29:06.778+07:00</updated><title type='text'>the maters</title><subtitle type='html'>belajar buat blog,tapi sampai sekarang masih belum bisa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-1226993973279197036</id><published>2009-11-18T12:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-18T12:34:23.163+07:00</updated><title type='text'>कर blog</title><content type='html'>1. Bagaimana cara membuat account Blogger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada homepage Blogger, klik tombol "Buatlah Blog Anda Sekarang". Pada halaman berikut, Anda akan diminta untuk membuat Google Account. Anda dapat menggunakan Google Account pada layanan Google lainnya. Jika Anda sudah memiliki Google Account mungkin dari Gmail, Google Group, atau Orkut, silakan sign in terlebih dahulu. Setelah Anda sign in, Anda harus memasukkan nama layar dan menerima Syarat Layanan Blogger. Setelah selesai, Anda akan diminta untuk membuat blog dan memulainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana cara membuat blog Blogger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dapat membuat blog gratis di Blog*Spot, yaitu layanan hosting Blogger, Anda harus telah membuat account pada blogger.com. Setelah Anda login ke blogger.com, klik link "Buat Blog". Pada Langkah 2, masukkan judul dan alamat (URL). Anda juga harus mengetikkan kata verifikasi yang ditampilkan di halaman ini. Setelah selesai, klik "lanjutkan". Pada langkah 3, Anda dapat memilih template untuk blog Anda; itulah tampilan yang akan muncul ketika Anda mempublikasikannya. Selanjutnya, Blogger akan membuat blog baru Anda dan mencadangkan spot Anda di BlogSpot. Segera setelah Anda membuat posting pertama, halaman Anda akan muncul di alamat yang Anda pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimana cara posting ke blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Dashboard Anda, klik link "Posting Baru" di sebelah blog yang ingin Anda kirimi. Berikutnya, Anda akan melihat halaman Buat Posting Baru. Awali dengan memberikan judul pada posting Anda (opsional), kemudian masukkan posting-nya. Setelah selesai, klik link "Pratinjau" untuk memastikan bahwa posting sudah siap. Setelah Anda puas dengan posting Anda, klik tombol "Publikasikan". Ini akan mempublikasikan posting baru Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagaimana cara mengirim gambar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat meng-upload foto dengan menggunakan ikon gambar pada toolbar editor posting. Ketika Anda meng-klik ikon ini, akan muncul jendela di mana Anda bisa memilih satu atau beberapa gambar dari komputer Anda. Klik tombol "Browse" untuk mencari gambar yang Anda inginkan. Atau, Anda bisa memasukkan URL dari gambar yang sudah online untuk dimasukkan ke dalam posting Anda. Apabila Anda meng-klik link untuk memilih tataletak, Anda bisa mengatur cara gambar Anda muncul di posting Anda. Opsi di sebelah kiri, tengah dan kanan akan menentukan bagaimana teks dari posting Anda akan mengalir di sekitar gambar. Opsi ukuran ini memungkinkan Anda mengatur skala gambar ke ukuran yang berbeda di area posting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya tidak dapat login. Apa yang harus saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda lupa informasi Google Account, Anda dapat memulihkan informasi login Google Account dengan meng-klik "?" di sebelah "Sandi" pada halaman login Blogger atau Anda dapat menggunakan halaman Bantuan Sandi pada Google Account.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa nama pengguna Google Account Anda adalah alamat email lengkap yang Anda gunakan untuk membuat account (mis. yourname@example.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda dapat login pada account Anda tetapi tidak melihat blog yang sesuai pada Dashboard, kemungkinan besar Anda login ke account yang salah. Dalam hal ini, cobalah untuk login dengan semua alamat email Anda, menggunakan formulir Bantuan Sandi bila perlu. Silakan mencoba yang berikut ini meskipun Anda berpikir hanya mempunyai satu account. Kami melihat banyak kasus di mana orang secara tidak sengaja telah membuat account tambahan tanpa menyadarinya, jadi memeriksa sendiri account Anda biasanya merupakan cara tercepat untuk mendapatkan kembali blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bagaimana cara menghapus blog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghapus seluruh blog Anda , buka tab Pengaturan | Dasar. Di sini, pastikan bahwa Anda benar-benar berada pada blog yang ingin dihapus secara permanen dari account Anda. Kemudian klik "Hapus Blog Ini". Apabila blog Anda ada di server Anda sendiri, filenya tidak akan dihapus. Anda dapat menghapusnya secara manual dengan menyambung ke server lewat klien FTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bagaimana cara membatalkan account saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghapus Google Account, termasuk blog Anda, silakan login ke homepage Google Account. Setelah Anda login, klik link "Edit" di sebelah daftar "Layanan Saya", dan Anda akan masuk ke halaman yang memungkinkan Anda menghapus account Anda. Harap diingat bahwa menghapus account akan menghapus semua layanan Google yang berhubungan dengan account tersebut, seperti profil orkut, halaman iGoogle, dan blog Blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dapatkah saya memiliki blog yang menerima posting dari beberapa orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini disebut "blog tim". Pada dasarnya, satu orang mengawali pembuatan suatu blog, kemudian mengundang orang lain untuk bergabung. Anggota tim dapat menjadi administrator ataupun pengirim posting reguler. Administrator dapat mengedit semua posting (bukan hanya milik mereka sendiri), menambah dan menghapus anggota tim (dan memberi akses admin), dan mengubah pengaturan blog. Non-admin hanya dapat mengirim posting ke blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengundang orang untuk bergabung ke blog, pertama buka tab Pengaturan | Izin dan klik "Tambah Pengarang". Kemudian, ketik alamat email orang yang Anda undang ke blog; dan mereka akan segera menerima email undangan. Ingat bahwa mereka harus memiliki Google Account, dan jika mereka belum memilikinya, mereka akan diminta untuk membuatnya. Setelah Anda siap mengirimkan undangan, klik "Undang". Anda akan menerima email ketika ada anggota tim baru yang berhasil bergabung dengan blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bagaimana menambahkan foto ke profil saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, klik link "Edit Profil" pada dashboard Anda. Dari sana, masukkan URL gambar profil pada formulir, dan klik "Simpan" pada dasar halaman. Apabila Anda tidak mempunyai foto yang telah tersimpan di suatu tempat, Anda dapat mengirim dahulu gambar ke blog Anda. Begitu Anda selesai melakukannya, dari editor posting masuklah ke mode Edit HTML apabila Anda belum berada di sana. Sekarang salin URL foto dan tempelkan URL ini ke kolom "URL Foto" di dalam Profil Anda. Kemudian klik "Simpan" di bagian dasar halaman, dan selesai. Ingat bahwa ukuran gambarnya harus 50k atau lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bagaimana cara menyiapkan koneksi FTP (atau sFTP) ke host web eksternal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungi Pengaturan | Publikasi dan pilih metode koneksi. Lalu, masukkan pengaturan Anda. Setelah Anda selesai, simpan rincian server Anda lewat tombol Simpan Pengaturan di bagian bawah, dan publikasikan ulang blog Anda. Harap ingat bahwa nomor port default akan digunakan (:21 untuk FTP dan :22 untuk SFTP); penetapan port alternatif tidak akan bekerja. Jangan menyertakan http:// atau ftp:// di dalam alamat server atau pengaturan lintasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bagaimana cara menggunakan domain kustom pada blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak ingin memiliki blogspot.com di dalam alamat blog Anda, Anda bisa memperoleh domain Anda sendiri. Kami akan tetap menjadi host untuk semua konten seperti sebelumnya, tapi konten tersebut akan ditampilkan pada alamat baru Anda. Ada tiga komponen untuk menyiapkannya:&lt;br /&gt;Domain Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memilih nama domain, seperti mysite.com dan mendaftarkannya. Anda dapat mendaftarkan nama domain dari pencatat pendaftaran apa pun .&lt;br /&gt;Pengaturan DNS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Anda perlu membuat data CNAME untuk domain Anda dengan DNS, yang menghubungkan domain Anda dengan ghs.google.com. Prosedur yang benar untuk melakukan hal ini berbeda-beda, tergantung pada pencatat pendaftaran domain Anda, jadi silakan langsung hubungi pencatat pendaftaran Anda dan mereka akan membantu Anda. Berhati-hatilah bahwa data DNS yang baru tidak dapat langsung diberlakukan.&lt;br /&gt;Pengaturan Blogger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tahap ini , server DNS tahu cara mengarahkan orang menuju Google ketika mereka ingin melihat blog Anda, jadi kami harus memastikan Google mengaitkan blog yang benar dengan domain Anda. Anda melakukannya pada tab Pengaturan | Penerbitan untuk blog Anda di dalam Blogger. Apabila menerbitkan di Blog*Spot, Anda akan melihat sebuah link di dekat bagian atas yang menawarkan pengalihan ke domain kustom. Cobalah dan klik link tersebut. Pengaturan Alamat Blog*Spot sekarang berubah menjadi Domain Anda. Tulis domain yang Anda daftarkan di awal proses ini, kemudian simpan pengaturan Anda.&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Apabila domain baru Anda tidak mengarah ke blog Anda, tunggu satu atau dua hari, untuk memastikan semua server DNS telah diperbarui. Apabila domain belum mengarah dengan benar, hubungi pencatat pendaftaran untuk memastikan bahwa Anda telah memasukkan pengaturan DNS dengan benar.&lt;br /&gt;    * Alamat Blog*Spot asli Anda akan meneruskan secara otomatis ke domain baru Anda. Dengan cara itu, link atau bookmark yang sudah ada di dalam situs Anda akan tetap bekerja.&lt;br /&gt;    * Anda dapat menggunakan fitur ini dengan domain (misal, mysite.com) atau subdomain (misal, name.mysite.com). Namun, Anda tidak bisa menentukan subdirektori (misal, mysite.com/blog/) atau wildcard (misal, *.mysite.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bagaimana cara kerja Blogger Mobile?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai blog mobile, kirimkan pesan (yang dapat berupa foto, teks atau keduanya) ke go@blogger.com dan kami akan memulai blog untuk Anda! Setelah mengirimkan pesan, Anda akan menerima balasan dengan URL blog mobile Anda dan sebuah token yang dapat Anda pakai untuk mengklaim blog baru Anda. Untuk mengklaim blog Anda, masukkan token ke dalam http://go.blogger.com. Mengklaim blog mobile Anda akan memberi akses penuh ke pengaturan dan fitur Blogger.com bagi Anda, sehingga Anda dapat mengaitkan blog ke Google Account, dan menggabungkan blog mobile ke blog yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bagaimana cara memberi label ke posting saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila menulis suatu posting , Anda akan memiliki ruang di bagian bawah formulir yang ditandai "Label untuk posting ini". Masukkan label apa pun yang Anda suka, pisahkan dengan koma. Anda juga dapat meng-klik link "tunjukkan semua" untuk menampilkan daftar label yang telah Anda gunakan sebelumnya. Kemudian klik pada label untuk menambahnya. Ketika Anda mempublikasikan posting Anda, label akan didaftar dengan label ini. Klik label mana pun untuk membawa Anda ke halaman yang hanya berisi posting dengan label tersebut. Anda juga dapat menambah daftar semua label Anda di sidebar blog Anda, diurutkan sesuai abjad atau berdasarkan frekuensi penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bagaimana cara menempatkan Adsense di dalam blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menempatkan AdSense di blog Anda, klik tab Template atau Tataletak untuk blog Anda. Di dalam blog dengan Tataletak yang aktif, tambahkan elemen halaman baru dan pilih opsi AdSense. Apabila Anda menggunakan template klasik, pilih link "AdSense" pada tab Template. Anda akan dapat memilih ukuran untuk iklan Anda dan mengatur bagaimana tampilannya di dalam blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bagaimana mengaktifkan feed situs untuk blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kunjungi tab Pengaturan | Feed Situs. Di sini, Anda akan memiliki satu opsi sederhana, di mana Anda dapat memilih berapa konten yang ingin Anda sindikasikan. "Lengkap" akan menempatkan keseluruhan konten setiap kiriman ke dalam feed situs Anda, sementara "Singkat" hanya berisi kutipan dari awal tiap kiriman. Opsi "Tidak Ada" akan mematikan feed situs Anda secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Apakah tombol "Tandai" itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur ini disebut dengan "Tandai Seabgai Meragukan" dan dapat diakses melalui Navbar Blogger. Tombol "Tandai?" memungkinkan komunitas blogging mengingat dengan mudah konten yang meragukan, sehingga membantu kami mengambil langkah yang diperlukan. Ketika seseorang yang mengunjungi blog meng-klik tombol "Tandai?" pada Navbar Blogger, ini berarti bahwa mereka yakin bahwa konten blog tersebut mungkin tidak sopan atau ilegal. Kami menghitung berapa kali blog ditandai karena sesuatu yang kurang menyenangkan dan memakai informasi ini untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan. Perlu dicatat bahwa pengguna dapat meng-klik tombol untuk kedua kalinya untuk membatalkan tanda yang sudah mereka terakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bagaimana menengahi komentar di blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat menemukan pengaturan moderasi komentar pada tab Pengaturan | Komentar. Pengaturan ini hanya berupa opsi ya/tidak yang sederhana. Memilih "ya" untuk opsi ini akan memberi Anda ruang untuk masuk ke alamat email Anda. Anda bisa memoderasi komentar via email tanpa mempengaruhi pengaturan pemberitahuan komentar reguler Anda. Pengaturan ini opsional, karena Anda selalu bisa memoderasi komentar melalui antarmuka Blogger. Jadi, atur opsi ke "ya", kemudian masukkan alamat pemberitahuan bila perlu, simpan pengaturan, dan tunggu komentar Anda selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua komentar yang masuk kini akan menuju halaman khusus "Moderasikan Komentar", yang dapat Anda temukan di bawah tab Pengiriman: Pada halaman ini, Anda akan melihat sebuah daftar dari semua komentar yang telah dibuat tetapi belum disetujui maupun ditolak. (Daftar ini tidak mencakup komentar yang dibuat oleh anggota admin blog.) Setiap baris di dalam daftar menampilkan bagian awal komentar, nama penulis, dan waktu pembuatannya. Klik segitiga di sebelah kiri untuk memperluas baris yang menunjukkan teks lengkap dari komentar, bersama-sama dengan link "Publikasikan" dan "Tolak", yang dapat Anda gunakan untuk menyetujui atau menolak komentar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan proses ini dapat juga dilakukan lewat email. Apabila Anda memasukkan alamat email untuk moderasi, Anda akan mendapatkan pesan untuk setiap komentar yang akan berisi link "Publikasikan" dan "Tolak", serta link menuju halaman moderasi utama bagi blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bagaimana cara Menggunakan fitur Tataletak Blogger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, temukan nama blog Anda pada dashboard, dan klik link "Template" di sebelahnya. Jika link ini menampilkan "Tataletak", hal ini berarti Anda telah menggunakan fitur Tataletak dan Anda dapat melewati langkah-langkah awal ini. Pada halaman Template, lihat pada link navigasi untuk tab bertuliskan "Kustomisasi Desain Anda" dan klik tab tersebut. Anda akan menerima pesan yang menjelaskan bahwa Blogger akan membuat cadangan dari template Anda yang sekarang. (Cadangan tersebut akan tersedia tanpa batas waktu, sehingga Anda akan dapat kembali ke sini kelak.) Klik pada tombol "Upgrade Template Anda" untuk melanjutkan. Kemudian, pilih salah satu dari desain template default, klik "Simpan Template", dan bereslah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah template di-upgrade, Anda dapat mengatur unsur pada template untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan. Cukup klik unsur yang ingin Anda pindah lalu seret dan jatuhkan unsur di mana pun yang Anda inginkan. (Catatan: pada kebanyakan template, Anda dapat memindahkan semua unsur kecuali Navbar, posting blog dan tajuk.) Anda dapat menambahkan beberapa unsur halaman ke halaman blog atau sidebar Anda dengan meng-klik "Tambahkan Unsur Halaman". Ini akan membuka jendela pop-up yang memungkinkan Anda menambah unsur pada blog Anda dengan meng-klik "Tambahkan ke Blog" pada bagian unsur yang dikehendaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mengapa saya dihadapkan pada verifikasi kata di dalam formulir posting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Verifikasi kata pada formulir posting merupakan mekanisme untuk mengurangi spam bagi BlogSpot secara umum. Ada dua penyebab potensial:&lt;br /&gt;Spam Potensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus ini, verifikasi kata berlaku untuk beberapa blog spam potensial tertentu melalui sistem otomatis. Karena sistem ini otomatis, maka mungkin akan ada beberapa positif salah (false positive), sekalipun kami senantiasa bekerja menyempurnakan alogaritma guna menghindari hal-hal tersebut. Adanya verifikasi kata pada formulir kiriman tidak akan mencegah Anda untuk mempublikasikan dan tidak berarti bahwa blog Anda akan dihapus atau dihukum kalau memang tidak melanggar kebijakan kami. Untuk menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut saat publikasi, klik ikon "?" (tanda tanya) di sebelah verifikasi kata pada formulir posting Anda. Anda akan dibawa ke halaman di mana Anda dapat meminta kajian untuk blog Anda. Kami akan meminta seseorang untuk melihatnya, memverifikasi bahwa ini bukan spam, kemudian memasukkan blog Anda ke dalam daftar putih sehingga blog Anda tidak lagi memunculkan verifikasi kata.&lt;br /&gt;Tingkat Posting Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda banyak mengirim posting dalam satu hari, Anda akan diminta melengkapi verifikasi kata untuk setiap posting, terlepas apakah blog Anda sudah atau belum dinyatakan sebagai spam potensial. Apabila hal ini terjadi, yang perlu Anda lakukan adalah melengkapi verifikasi kata untuk setiap posting, atau tunggu 24 jam, di mana verifikasi akan dihapus secara otomatis. Pembatasan ini dilakukan untuk mengontrol beban server kami serta untuk mencegah spam eksplisit. Oleh karena itu, tidak ada proses kajian daftar putih untuk menyingkirkan suatu blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengapa blog saya tidak aktif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tidak aktif ini merupakan akibat dari sistem klasifikasi otomatis yang menandai blog sebagai spam. Apabila blog Anda bukan merupakan blog spam, maka blog Anda telah keliru diklasifikasikan oleh sistem otomatis kami dan kami mohon maaf karenanya. Apabila blog Anda tidak aktif, blog akan terdaftar pada Dashboard, namun Anda tidak dapat mengakses masuk ke sana. Jika demikian halnya, akan ada masa tenggang di mana selama itu Anda dapat meminta agar blog Anda dikaji dan dipulihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Dapatkah saya menggunakan cara pintas keyboard saat mengirim posting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger memiliki beberapa cara pintas keyboard yang dapat digunakan ketika mengedit posting. Cara pintas tersebut berfungsi di Internet Explorer 5.5+/Windows dan keluarga Mozilla (1.6+ dan Firefox 0.9+), dan mungkin juga di browser lainnya. Berikut ini adalah jalan pintas tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * control + b = Cetak Tebal&lt;br /&gt;    * control + i = Cetak Miring&lt;br /&gt;    * control + l = Blockquote (hanya pada mode HTML)&lt;br /&gt;    * control + z = Undoh&lt;br /&gt;    * control + y = Redoh&lt;br /&gt;    * control + shift + a = Link&lt;br /&gt;    * control + shift + p = Pratinjau&lt;br /&gt;    * control + d = Simpan sebagai Draft&lt;br /&gt;    * control + s = Publikasikan Kiriman&lt;br /&gt;    * control + g = Transliterasi bahasa Hindi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Bagaimana cara menggunakan fitur transliterasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger menawarkan opsi transliterasi untuk mengkonversi karakter Roma menjadi karakter Devanāgarī yang digunakan dalam bahasa Hindi. Ini memungkinkan Anda mengetik kata-kata Hindi secara fonetik dalam skrip bahasa Inggris dan tetap menampilkan bahasa Hindi dengan abjad yang benar. Untuk mengaktifkan fitur ini, kunjungi halaman Pengaturan| Dasar serta pilih "Ya" untuk opsi transliterasi. Pengaturan ini akan mempengaruhi semua blog pada account Anda, yang sama seperti pengaturan Mode Tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bagaimana menggunakan editor posting Blogger?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor posting Blogger memiliki 3 mode:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tulis: Mode WYSIWYG di mana Anda dapat memanipulasi teks dengan tombol format.&lt;br /&gt;    * Edit HTML: mode mentah di mana Anda mengedit html secara manual.&lt;br /&gt;    * Pratinjau: mengubah tampilan kiriman lengkap, termasuk Judul, link dan gambar-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beralih ke mode-mode tersebut, klik saja daftar link yang sesuai. Tombol format hanya tersedia pada browser tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur, dari kiri ke kanan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Font&lt;br /&gt;    * Ukuran huruf&lt;br /&gt;    * Tebal&lt;br /&gt;    * Miring&lt;br /&gt;    * Warna huruf&lt;br /&gt;    * Link&lt;br /&gt;    * Rata kiri&lt;br /&gt;    * Tengah&lt;br /&gt;    * Rata kanan&lt;br /&gt;    * Rata penuh&lt;br /&gt;    * Daftar (nomor) urut&lt;br /&gt;    * Daftar (butir) tidak urut&lt;br /&gt;    * Blockquote&lt;br /&gt;    * Pemeriksa ejaan&lt;br /&gt;    * Upload gambar&lt;br /&gt;    * Menghapus format dari bidang pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Di mana dapat membeli nama domain kustom untuk blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak perusahaan di mana Anda dapat membeli nama domain, biasanya untuk harga tahunan yang sangat terjangkau. Pencarian Google untuk domain registrar akan menampilkan sejumlah opsi. Anda juga dapat menjelajahi melalui daftar ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * GoDaddy.com&lt;br /&gt;    * ix web hosting&lt;br /&gt;    * 1and1&lt;br /&gt;    * EveryDNS.net&lt;br /&gt;    * Yahoo! Small Business&lt;br /&gt;    * No-IP&lt;br /&gt;    * DNS Park&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Bagaimana cara mengubah format tanggal yang ditampilkan pada blog saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat mengubah format tanggal, baik untuk link posting dan arsip dengan cara mengedit pengaturan blog Anda. Pada halaman Pengaturan| Format, terdapat kolom untuk "Format Tajuk Tanggal" dan "Format Tanggal Indeks Arsip". Kedua kolom meliputi menu buka bawah yang berisi opsi format untuk menampilkan tanggal. (Tajuk Tanggal biasanya terletak di atas kiriman Anda dan Indeks Arsip biasanya berupa daftar link arsip pada sidebar Anda). Klik "Simpan Pengaturan" di bagian dasar halaman jika Anda telah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Apakah template posting itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Template posting akan menghemat waktu pengguna dengan mem-praformat editor posting. Beberapa pengguna ingin agar posting mereka diformat dengan cara tertentu. Misalnya, beberapa mungkin ingin menghubungkan ke artikel pada baris pertama, kemudian mengutip lagi di bawahnya. Dalam hal ini, tag blockquote dan link dapat dimasukkan ke dalam template posting dan mereka akan muncul, dan siap untuk diisi, pada setiap posting baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Apakah yang disebut dengan backlink dan bagaimana cara menggunakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Backlink memungkinkan Anda melacak halaman lain di dalam web yang terhubung dengan posting Anda. Apabila teman Anda menghubungkan ke salah satu posting Anda, misalnya, maka posting itu akan secara otomatis menunjukkan ada orang lain yang telah menghubungkannya ke posting ini, dan posting ini akan menyediakan cuplikan teks dan link ke posting teman Anda tersebut. Pengaturan backlink dapat ditemukan di bawah tab Pengaturan | Komentar dan berisi satu opsi sederhana untuk menghidupkan atau mematikannya. Apabila diaktifkan, Anda akan melihat link yang bertanda "Link ke kiriman ini" di sebelah link komentar untuk setiap posting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Apa saja opsi verifikasi kata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opsi "verifikasi kata" dapat ditemukan pada tab Pengaturan | Komentar pada blog Anda. Apabila Anda memilih "ya" untuk pengaturan ini, maka orang-orang yang meninggalkan komentar di blog Anda perlu melengkapi langkah verifikasi kata, sama dengan yang tampil saat Anda membuat blog: Apa yang dilakukan adalah mencegah penambahan komentar ke dalam blog Anda di dalam sistem otomatis ini, karena ini membutuhkan seseorang untuk membaca dan melewati tahap ini. Apabila Anda pernah menerima komentar seperti yang Anda jumpai pada iklan atau link acak untuk situs yang tidak ada sangkut-pautnya, berarti Anda telah menjumpai spam komentar. Banyak hal seperti ini yang dilakukan secara otomatis oleh perangkat lunak yang tidak lolos verifikasi kata, sehingga mengaktifkan opsi ini merupakan tindakan yang baik untuk menghindari banyaknya komentar yang tidak diinginkan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Dapatkah saya mengedit HTML dari tataletak blog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu , kunjungi saja tab Template | Edit HTML. Hal pertama pada halaman ini adalah opsi untuk men-download salinan template Anda ke file teks di hard drive. Kami sangat menganjurkan agar Anda melakukan ini sehingga Anda mudah kembali dengan meng-upload lagi file yang sama. Berikut ini adalah kode aktual untuk template Anda. Anda akan melihat kode itu terlihat seperti HTML dan CSS biasa, tetapi di dalamnya ada banyak tag kustom yang membuatnya cocok dengan editor tataletak seret-dan-jatuhkan, dan dengan pemilih font dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Di manakah judul blog saya akan terlihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul blog Anda, yang diatur di dalam tab Pengaturan | Dasar pada Blogger, bisa terlihat di banyak tempat: Pada publikasi blog Anda, pada Dashboard Anda, di dalam profil Anda, dan di daftar "Baru Saja Diperbarui" pada Dashboard (jika Blog Anda tercantum di daftar). Maka usahakan blog Anda kreatif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Apakah URL itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URL adalah lokasi dari sebuah file di dalam web. Beberapa contoh URL antara lain http://www.blogger.com/, atau http://myblog.blogspot.com/. URL yang Anda pilih akan digunakan oleh pengunjung, atau Anda sendiri, untuk mengakses blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses pembuatan blog, Anda akan diminta untuk memilih URL bagi blog Anda bila Anda ingin blog itu diperkenalkan di dalam Blog*Spot. Karena sudah ada banyak blog di Blog*Spot, Anda perlu semakin kreatif dan mungkin perlu mencoba beberapa hal yang berbeda dari sebelum Anda menemukan blog yang ada. Satu hal yang perlu diingat ketika memilih URL untuk blog Anda adalah tanda hubung atau hyphen (yang juga dikenal sebagai dash, - ) sebagai satu-satunya karakter non-alphanumeric yang diperbolehkan. Spasi tidak diperbolehkan, begitu juga garis bawah atau underscore (_) atau karakter khusus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Apa tugas dari pengaturan "daftar"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan "Tambahkan blog Anda ke daftar kami?" menentukan apakah blog Anda akan muncul di blogger.com atau tidak - lebih khusus lagi, untuk daftar blog di halaman profil Anda dan blog yang baru saja diperbarui akan muncul di homepage Blogger. Anda dapat menemukan pengaturan ini pada halaman Pengaturan | Dasar. Catatan: Apabila template blog Anda menggunakan tag BlogMetaData, mematikan tag ini akan berakibat blog Anda tidak akan dijelajahi oleh mesin pencari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Apa tugas dari pengaturan penyandian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan penyandian memberitahu browser web tentang bagaimana menampilkan blog Anda. Ini tidak begitu penting bagi blog berbahasa Inggris, namun mendasar bagi blog non-bahasa Inggris agar dapat ditampilkan secara benar. UTF-8 dipilih secara default, karena dapat mendukung semua bahasa. Namun dalam beberapa hal, Anda perlu penyandian yang lain. Dan apabila penyandian yang Anda inginkan tidak ada di daftar, mohon beritahu kami dan kami akan segera menambahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Apakah Server FTP itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Server FTP adalah sebuah komputer yang menggunakan FTP untuk menerima file yang di-upload oleh pengguna. Alamat server FTP Anda biasanya terlihat seperti berikut: ftp.example.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda membeli layanan hosting, Anda harus memiliki alamat server FTP untuk digunakan. Apabila Anda tidak memiliki informasi ini atau Anda ragu tentangnya, hubungi penyedia hosting Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Nomor port deafult akan digunakan (:21 untuk FTP dan :22 untuk SFTP). Menetapkan port alternatif tidak akan bekerja.&lt;br /&gt;    * Dan jangan menyertakan http:// atau ftp:// di dalam alamat server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Apakah lintasan FTP itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintasan FTP memberitahu Blogger di mana file blog Anda ditempatkan di dalam server. Lintasan FTP harus berformat seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    directory/directory/ (pastikan menyertakan garis miring di belakang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda sudah mengenal FTP, lintasan Anda adalah direktori web Anda yang dapat diakses. Misalnya, ini mungkin berupa 'htdocs' atau 'www' atau 'public_html,' atau, apabila Anda ingin menempatkan blog Anda pada sebuah subdirektori, 'htdocs/blog/' dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semua penjelasan ini terkesan rumit, coba hubungi penyedia hosting untuk bantuan. Mereka dapat memberitahu Anda bagaimana menyiapkan server khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * JANGAN gunakan http://, ftp:// atau alamat server pada lintasan.&lt;br /&gt;    * Direktori yang Anda tentukan harus sudah ada di dalam Server FTP Anda.&lt;br /&gt;    * Direktori tidak boleh berupa lintasan absolut - direktori harus relatif terhadap lokasi akar ftp di server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Apakah perbedaan antara publikasi ulang indeks dan publikasi ulang seluruh blog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda memiliki blog FTP, Anda masih harus mempublikasikan kembali blog Anda secara berurutan untuk mencerminkan pembaruan Anda. Publikasikan Ulang Indeks Saja artinya hanya halaman indeks (dan feed situs, apabila diaktifkan) yang akan dipublikasikan ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasikan Ulang Seluruh Blog akan mempublikasikan seluruh blog - halaman indeks, feed, arsip &amp; halaman posting. Ini akan memberlakukan perubahan template terbaru Anda ke semua halaman blog Anda. Ini akan berlangsung beberapa saat apabila Anda telah memiliki banyak posting.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-1226993973279197036?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/1226993973279197036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/1226993973279197036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/1226993973279197036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/blog.html' title='कर blog'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-3567180909032028911</id><published>2009-11-18T11:56:00.001+07:00</published><updated>2009-11-18T11:56:58.648+07:00</updated><title type='text'>रा. KARTINI</title><content type='html'>Kartini&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Question book-new.png&lt;br /&gt; Artikel ini membutuhkan catatan kaki untuk pemastian.&lt;br /&gt;Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.&lt;br /&gt;Untuk film dengan nama yang sama, lihat R.A. Kartini (film).&lt;br /&gt;R.A. Kartini&lt;br /&gt;Raden Adjeng Kartini.jpg&lt;br /&gt;Kartini bersama suaminya.&lt;br /&gt;Lahir  21 April 1879&lt;br /&gt;Jepara, Jawa Tengah, Indonesia&lt;br /&gt;Meninggal  3 September 1904 (umur 25)&lt;br /&gt;Nama  lain  Raden Ayu Kartini&lt;br /&gt;Dikenal karena  Emansipasi wanita&lt;br /&gt;Keyakinan agama  Islam&lt;br /&gt;Suami/Istri  R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1 Biografi&lt;br /&gt;    * 2 Surat-surat&lt;br /&gt;    * 3 Pemikiran&lt;br /&gt;    * 4 Buku&lt;br /&gt;    * 5 Kontroversi&lt;br /&gt;    * 6 Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Biografi&lt;br /&gt;Ayah Kartini, R.M. Sosroningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.&lt;br /&gt;Makam R.A. Kartini di Bulu, Rembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.&lt;br /&gt;[sunting] Surat-surat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang artinya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru, dengan pembagian buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Dalam bahasa Inggris, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.&lt;br /&gt;[sunting] Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.&lt;br /&gt;[sunting] Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampul buku versi Armijn Pane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam Habis Gelap Terbitlah Terang. Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi. Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno. Pada mulanya Sulastin menerjemahkan Door Duisternis Tot Licht di Universitas Leiden, Belanda, saat ia melanjutkan studi di bidang sastra tahun 1972. Salah seorang dosen pembimbing di Leiden meminta Sulastin untuk menerjemahkan buku kumpulan surat Kartini tersebut. Tujuan sang dosen adalah agar Sulastin bisa menguasai bahasa Belanda dengan cukup sempurna. Kemudian, pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap Door Duisternis Tot Licht pun terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buku kumpulan surat versi Sulastin Sutrisno terbit dengan judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Menurut Sulastin, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa". Sulastin menilai, meski tertulis Jawa, yang didamba sesungguhnya oleh Kartini adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buku terjemahan Sulastin malah ingin menyajikan lengkap surat-surat Kartini yang ada pada Door Duisternis Tot Licht. Selain diterbitkan dalam Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, terjemahan Sulastin Sutrisno juga dipakai dalam buku Kartini, Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan Suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buku lain yang berisi terjemahan surat-surat Kartini adalah Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904. Penerjemahnya adalah Joost Coté. Ia tidak hanya menerjemahkan surat-surat yang ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Joost Coté juga menerjemahkan seluruh surat asli Kartini pada Nyonya Abendanon-Mandri hasil temuan terakhir. Pada buku terjemahan Joost Coté, bisa ditemukan surat-surat yang tergolong sensitif dan tidak ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Menurut Joost Coté, seluruh pergulatan Kartini dan penghalangan pada dirinya sudah saatnya untuk diungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buku Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904 memuat 108 surat-surat Kartini kepada Nyonya Rosa Manuela Abendanon-Mandri dan suaminya JH Abendanon. Termasuk di dalamnya: 46 surat yang dibuat Rukmini, Kardinah, Kartinah, dan Soematrie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Panggil Aku Kartini Saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampul Panggil Aku Kartini Saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selain berupa kumpulan surat, bacaan yang lebih memusatkan pada pemikiran Kartini juga diterbitkan. Salah satunya adalah Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer. Buku Panggil Aku Kartini Saja terlihat merupakan hasil dari pengumpulan data dari berbagai sumber oleh Pramoedya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akhir tahun 1987, Sulastin Sutrisno memberi gambaran baru tentang Kartini lewat buku Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya. Gambaran sebelumnya lebih banyak dibentuk dari kumpulan surat yang ditulis untuk Abendanon, diterbitkan dalam Door Duisternis Tot Licht.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kartini dihadirkan sebagai pejuang emansipasi. Dalam kumpulan itu, surat-surat Kartini selalu dipotong bagian awal dan akhir. Padahal, bagian itu menunjukkan kemesraan Kartini kepada Abendanon. Banyak hal lain yang dimunculkan kembali oleh Sulastin Sutrisno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebuah buku kumpulan surat kepada Stella Zeehandelaar periode 1899-1903 diterbitkan untuk memperingati 100 tahun wafatnya. Isinya memperlihatkan wajah lain Kartini. Koleksi surat Kartini itu dikumpulkan Dr Joost Coté, diterjemahkan dengan judul Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Aku Mau ..." adalah moto Kartini. Sepenggal ungkapan itu mewakili sosok yang selama ini tak pernah dilihat dan dijadikan bahan perbincangan. Kartini berbicara tentang banyak hal: sosial, budaya, agama, bahkan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Kontroversi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalangan yang meragukan kebenaran surat-surat Kartini. Ada dugaan J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan saat itu, merekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini timbul karena memang buku Kartini terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda, dan Abendanon termasuk yang berkepentingan dan mendukung politik etis. Hingga saat ini pun sebagian besar naskah asli surat tak diketahui keberadaannya. Menurut almarhum Sulastin Sutrisno, jejak keturunan J.H. Abendanon pun sukar untuk dilacak Pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga agak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya, karena masih ada pahlawan wanita lain yang tidak kalah hebat dengan Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja, melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah melingkupi perjuangan nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-3567180909032028911?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/3567180909032028911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/kartini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/3567180909032028911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/3567180909032028911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/kartini.html' title='रा. KARTINI'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-4667622883697249053</id><published>2009-11-18T11:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-18T11:55:54.976+07:00</updated><title type='text'>Pahlawan Indonesia</title><content type='html'>PAHLAWAN INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Harris Nasution&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Jenderal Besar Purn. Abdul Harris Nasution&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir: Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wafat: Jakarta, 5 September 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam: TMP Kalibata - Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Harris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution.&lt;br /&gt;[sunting] Karir Militer&lt;br /&gt;Sebagai seorang tokoh militer, Nasution sangat dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pak Nas demikian sebutannya dikenal juga sebagai penggagas dwifungsi ABRI. Orde Baru yang ikut didirikannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep dwifungsi itu ke dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Selain konsep dwifungsi ABRI, ia juga dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Tahun 1940, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda Indonesia, ia ikut mendaftar. Ia kemudian menjadi pembantu letnan di Surabaya. Pada 1942, ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan Jepang di Surabaya. Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Nasution bersama para pemuda eks-PETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat. Pada Maret 1946, ia diangkat menjadi Panglima Divisi III/Priangan. Mei 1946, ia dilantik Presiden Soekarno sebagai Panglima Divisi Siliwangi. Pada Februari 1948, ia menjadi Wakil Panglima Besar TNI (orang kedua setelah Jendral Soedirman). Sebulan kemudian jabatan "Wapangsar" dihapus dan ia ditunjuk menjadi Kepala Staf Operasi Markas Besar Angkatan Perang RI. Di penghujung tahun 1949, ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.&lt;br /&gt;[sunting] Gelar&lt;br /&gt;Pada 5 Oktober 1997, bertepatan dengan hari ABRI, Nasution dianugerahi pangkat Jendral Besar bintang lima. Nasution tutup usia di RS Gatot Soebroto pada 6 September 2000 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.&lt;br /&gt;Abdulrahman Saleh (pahlawan)&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abdulrachman Saleh&lt;br /&gt;Abdulrahman Saleh, Prof. dr. Sp.F, Marsekal Muda Anumerta[1], (lahir di Jakarta, 1 Juli 1909 – meninggal di Maguwo, Yogyakarta, 29 Juli 1947 pada umur 38 tahun) atau sering dikenal dengan nama julukan "Karbol"[2] adalah seorang pahlawan nasional Indonesia, tokoh Radio Republik Indonesia (RRI) dan bapak fisiologi kedokteran Indonesia.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Masa kecil&lt;br /&gt;Abdulrachman Saleh dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1909 di Jakarta. Pada masa mudanya, ia bersekolah di HIS (Sekolah rakyat berbahasa Belanda atau Hollandsch Inlandsche School) MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau kini SLTP, AMS (Algemene Middelbare School) kini SMU, dan kemudian diteruskannya ke STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Karena pada saat itu STOVIA dibubarkan sebelum ia menyelesaikan studinya di sana, maka ia meneruskan studinya di GHS (Geneeskundige Hoge School), semacam sekolah tinggi dalam bidang kesehatan atau kedokteran. Ayahnya, Mohammad Saleh, tak pernah memaksakannya untuk menjadi dokter, karena saat itu hanya ada STOVIA saja. Ketika ia masih menjadi mahasiswa, ia sempat giat berpartisipasi dalam berbagai organisasi seperti Jong Java, Indonesia Muda, dan KBI atau Kepanduan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;[sunting] Kegiatan kedokteran dan militer&lt;br /&gt;Setelah ia memperoleh ijazah dokter, ia mendalami pengetahuan ilmu faal. Setelah itu ia mengembangkan ilmu faal ini di Indonesia. Oleh karena itu, Universitas Indonesia pada 5 Desember 1958 menetapkan Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia.&lt;br /&gt;Ia juga aktif dalam perkumpulan olah raga terbang dan berhasil memperoleh ijazah atau surat izin terbang. Selain itu, ia juga memimpin perkumpulan VORO (Vereniging voor Oosterse Radio Omroep), sebuah perkumpulan dalam bidang radio. Maka sesudah kemerdekaan diproklamasikan, ia menyiapkan sebuah pemancar yang dinamakan Siaran Radio Indonesia Merdeka. Melalui pemancar tersebut, berita-berita menegnai Indonesia terutama tentang proklamasi Indonesia dapat disiarkan hingga ke luar negeri. Ia juga berperan dalam mendirikan Radio Republik Indonesia yang berdiri pada 11 September 1945.&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan tugasnya itu, ia berpindah ke bidang militer dan memasuki dinas Angkatan Udara Ia diangkat menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun pada 1946. Ia turut mendirikan Sekolah Teknik Udara dan Sekolah Radio Udara di Malang. Sebagai Angakatan Udara, ia tidak melupakan profesinya sebagai dokter, ia tetap memberikan kuliah pada Perguruan Tinggi Dokter di Klaten, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;[sunting] Akhir hidup&lt;br /&gt;Pada saat Belanda mengadakan agresi pertamanya, Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh diperintahkan ke India. Dalam perjalanan pulang mereka mampir di Singapura untuk mengambil bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Keberangkatan dengan pesawat Dakota ini, mendapat publikasi luas dari media massa dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;Tanggal 29 Juli 1947, ketika pesawat berencana kembali ke Yogyakarta melalui Singapura, harian Malayan Times memberitakan bahwa penerbangan Dakota VT-CLA sudah mengantongi ijin pemerintah Inggris dan Belanda. Sore harinya, Suryadarma, rekannya baru saja tiba dengan mobil jip-nya di Maguwo. Namun, pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh dua pesawat P-40 Kitty-Hawk Belanda dari arah utara. Pesawat kehilangan keseimbangan dan menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian dan akhirnya terbakar.&lt;br /&gt;Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962 dan sejak 17 Agustus 1952, Maguwo diganti menjadi Lanud Adisutjipto.&lt;br /&gt;Abulrachman Saleh dimakamkan di Yogyakarta dan ia diangkat menjadi seorang Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.071/TK/Tahun 1974, tanggal 9 Nopember 1974.&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Juli 2000[1], atas prakarsa TNI-AU, makam Abdulrahman Saleh, Adisucipto, dan para istri mereka dipindahkan dari pemakaman Kuncen ke Kompleks Monumen Perjuangan TNI AU Dusun Ngoto, Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.&lt;br /&gt;Nama Ia diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI-AU dan Bandar Udara di Malang. Selain itu, piala bergilir yang diperebutkan dalam Kompetisi Kedokteran dan Biologi Umum (Medical and General Biology Competition) disebut Piala Bergilir Abdulrahman Saleh.&lt;br /&gt;Achmad Ri'fai&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;(Dialihkan dari Achmad Rifai)&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Kiai Haji Ahmad Rifa'i (lahir di Desa Tempurun, Kendal, Jawa Tengah pada tahun 1786; meninggal di Manado, Sulawesi Utara pada tahun 1859) adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah dan juga seorang ulama, penulis buku semangat perjuanga kemerdekaan.&lt;br /&gt;Sejak kecil ia sudah dididik oleh ayahnya, KH Muhammad Marhum untuk mendalami agama. Sejak remaja ia sering melakukan dakwah ke berbagai tempat di sekitar Kendal. Pada tahun 1826, ia menunaikan ibadah haji kemudian memperdalam ilmu agama di Mekkah dan Madinah selama 8 tahun. Setelah itu ia juga menimba ilmu di Mesir.&lt;br /&gt;Achmad Soebardjo&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;(Dialihkan dari Achmad Subardjo)&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Achmad Soebardjo&lt;br /&gt;Mr. Achmad Soebardjo Djojoadisurjo (lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 – meninggal 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun) adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Soebardjo meraih gelar Meester in de Rechten di Universitas Leiden Belanda pada tahun 1933.&lt;br /&gt;[sunting] Riwayat&lt;br /&gt;Dilahirkan di Karawang, Jawa Barat, Soebardjo bersekolah di Sekolah Hogere Burger (Sekolah Menengah Atas), Jakarta pada tahun 1917. Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Sarjana Undang-undang pada tahun 1933.&lt;br /&gt;Semasa masih menjadi mahasiswa, Soebardjo aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Jawa dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada bulan Februari 1927, beliau pun menjadi wakil Indonesia bersama dengan Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa "Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah" yang pertama di Brussels dan kemudiannya di Jerman. Pada persidangan pertama itu juga ada Jawaharlal Nehru dan pemimpin-pemimpin nasionalis yang terkenal dari Asia dan Afrika[1]. Sewaktu kembalinya ke Indonesia, beliau aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).&lt;br /&gt;Dan pada tanggal 17 Agustus 1945, Soebardjo dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial, kabinet Indonesia yang pertama, dan kembali menjabat menjadi Menteri Luar Negeri sekali lagi pada tahun 1951 - 1952. Selain itu, beliau juga menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland antara tahun-tahun 1957 - 1961.&lt;br /&gt;Dalam bidang pendidikan, Sebardjo merupakan profesor dalam bidang Sejarah Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;Adam Malik&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;H. Adam Malik&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Wakil Presiden Indonesia ke-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan&lt;br /&gt;23 Maret 1978 – 11 Maret 1983&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahulu Hamengkubuwono IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Umar Wirahadikusumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________Menteri Luar Negeri Indonesia&lt;br /&gt;Masa jabatan&lt;br /&gt;28 Maret 1966 – 29 Maret 1978&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahulu Soebandrio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Mochtar Kusumaatmadja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Lahir 22 Juli 1917&lt;br /&gt;Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal 5 September 1984 (umur 67)&lt;br /&gt;Bandung, Jawa Barat, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangsaan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik Golongan Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Malik Batubara (lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1984 pada umur 67 tahun) adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain beliau pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga.&lt;br /&gt;Agus Salim&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agus Salim&lt;br /&gt;Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (yang bermakna "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Bukittinggi, Minangkabau, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Latar belakang&lt;br /&gt;Agus Salim lahir dari pasangan Angku Sutan Mohammad Salim dan Siti Zainab. Ayahnya adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau.&lt;br /&gt;Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.&lt;br /&gt;Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.&lt;br /&gt;Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.&lt;br /&gt;[sunting] Karir politik&lt;br /&gt;Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.&lt;br /&gt;Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:&lt;br /&gt;• anggota Volksraad (1921-1924)&lt;br /&gt;• anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945&lt;br /&gt;• Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947&lt;br /&gt;• pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947&lt;br /&gt;• Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947&lt;br /&gt;• Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949&lt;br /&gt;Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.&lt;br /&gt;Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim masih mengenal batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.&lt;br /&gt;Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.&lt;br /&gt;Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.&lt;br /&gt;Sutomo&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;(Dialihkan dari Bung Tomo)&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan.&lt;br /&gt;Silakan melihat pembicaraan di halaman diskusi artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tokoh pendiri Budi Utomo, lihat: Soetomo. Untuk kelompok sekolah di Kota Medan, lihat Perguruan Sutomo.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sutomo atau lebih dikenal dengan Bung Tomo.&lt;br /&gt;Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun)[1] lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.&lt;br /&gt;Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Masa muda&lt;br /&gt;Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.&lt;br /&gt;Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.&lt;br /&gt;[sunting] Perjuangan&lt;br /&gt;Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia berusaha membangkitkan semangat rakyat sementara Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara NICA. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi, "Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!"&lt;br /&gt;Meskipun Indonesia kalah dalam pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;[sunting] Setelah kemerdekaan&lt;br /&gt;Setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.&lt;br /&gt;Padahal, berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;Namun pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehinga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal.&lt;br /&gt;Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya.&lt;br /&gt;Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.&lt;br /&gt;[sunting] Gelar Pahlawan Nasional&lt;br /&gt;Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung tomo pada 9 November 2007.[2] Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta[3].&lt;br /&gt;Teungku Chik di Tiro&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;(Dialihkan dari Tjik di Tiro)&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman.&lt;br /&gt;Teungku Chik di Tiro (Bahasa Aceh, artinya Imam ulama di daerah Tiro) atau Muhammad Saman (Tiro, Pidie, 1836 – Aneuk Galong, Januari 1891), adalah seorang pahlawan nasional dari Aceh.&lt;br /&gt;Teungku Muhammad Saman adalah putra dari Teungku Syekh Ubaidillah. Sedangkan ibunya bernama Siti Aisyah, putri Teungku Syekh Abdussalam Muda Tiro. Ia lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dayah Jrueng kenegerian Cumbok Lam Lo, Tiro, daerah Pidie, Aceh. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat.&lt;br /&gt;Ketika ia menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya. Selain itu tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. Sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya, Muhammad Saman sanggup berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan, maupun nyawanya demi tegaknya agama dan bangsa. Keyakinan ini dibuktikan dengan kehidupan nyata, yang kemudian kebih dikenal dengan Perang Sabil.&lt;br /&gt;Dengan Perang Sabilnya, satu persatu benteng Belanda dapat direbut. Begitu pula wilayah-wilayah yang selama ini diduduki Belanda jatuh ke tangan pasukannya. Pada bulan Mei tahun 1881, pasukan Muhammad Saman dapat merebut benteng Belanda Lam Baro, Aneuk Galong dan lain-lain. Belanda merasa kewalahan akhirnya memakai "siasat liuk" dengan mengirim makanan yang sudah dibubuhi racun. Tanpa curiga sedikitpun ia memakannya, dan akhirnya Muhammad Saman meninggal pada bulan Januari 1891 di benteng Aneuk Galong.&lt;br /&gt;Salah satu cucunya adalah Hasan di Tiro, pendiri dan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka.[1]&lt;br /&gt;Tjipto Mangoenkoesoemo&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dokter Tjipto M.&lt;br /&gt;Dr. Cipto Mangunkusumo atau Tjipto Mangoenkoesoemo (Pecangakan, Ambarawa, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda. Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917.&lt;br /&gt;Dokter Tjipto menikah dengan seorang Indo pengusaha batik, sesama anggota organisasi Insulinde, bernama Marie Vogel pada tahun 1920.&lt;br /&gt;Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.&lt;br /&gt;Tjoet Nja' Dhien&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;(Dialihkan dari Tjoet Nyak Dhien)&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Untuk film Indonesia tahun 1988, lihat Tjoet Nja' Dhien (film).&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien&lt;br /&gt;Lahir 1848&lt;br /&gt; Lampadang, Kerajaan Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal 6 November 1908&lt;br /&gt; Sumedang, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal karena Pahlawan Nasional Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami/Istri Ibrahim Lamnga, Teuku Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Cut Gambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda.&lt;br /&gt;Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880 yang menyebabkan meningkatnya moral pasukan perlawanan Aceh. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut Gambang.[1] Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba.[2][3] Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Disana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, ia menambah semangat perlawanan rakyat Aceh serta masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap, sehingga ia dipindah ke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Kehidupan awal&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Lampadang, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia, seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau[4][2]. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar.&lt;br /&gt;Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik.[2] Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berusaha melamarnya. Pada usia 12 tahun, ia sudah dinikahkan oleh orangtuanya pada tahun 1862 dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga[4][2], putra dari uleebalang Lamnga XIII. Mereka memiliki satu anak laki-laki.&lt;br /&gt;[sunting] Perlawanan saat Perang Aceh&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citdadel van Antwerpen. Perang Aceh meletus. Perang pertama (1873-1874), yang dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Kohler. Saat itu, Belanda mengirim 3.198 prajurit. Lalu, pada tanggal 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen dibawah pimpinan Kohler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman dan membakarnya. Cut Nyak Dhien yang melihat hal ini berteriak:&lt;br /&gt;“ Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?[2]&lt;br /&gt;”&lt;br /&gt;Kesultanan Aceh dapat memenangkan perang pertama. Ibrahim Lamnga yang bertarung di garis depan kembali dengan sorak kemenangan, sementara Kohler tewas tertembak pada April 1873.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Van Heutsz sedang memerhatikan pasukannya dalam penyerangan di Perang Aceh&lt;br /&gt;Pada tahun 1874-1880, dibawah pimpinan Jenderal Van Swieten, daerah VI Mukim dapat diduduki Belanda pada tahun 1873, sedangkan Keraton Sultan jatuh pada tahun 1874. Cut Nyak Dhien dan bayinya akhirnya mengungsi bersama ibu-ibu dan rombongan lainnya pada tanggal 24 Desember 1875. Suaminya selanjutnya bertempur untuk merebut kembali daerah VI Mukim.&lt;br /&gt;Ketika Ibrahim Lamnga bertempur di Gle Tarum, ia tewas pada tanggal 29 Juni 1878. Hal ini membuat Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah akan menghancurkan Belanda.[2]&lt;br /&gt;Teuku Umar, tokoh pejuang Aceh, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, namun, karena Teuku Umar mempersilahkannya untuk ikut bertempur dalam medan perang, Cut Nyak Dien akhirnya menerimanya dan menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880. Hal ini membuat meningkatnya moral semangat perjuangan Aceh melawan Kapke Ulanda (Belanda Kafir). Nantinya, Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar memiliki anak yang bernama Cut Gambang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teuku Umar, suami kedua Cut Nyak Dhien.&lt;br /&gt;Perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi'sabilillah. Sekitar tahun 1875, Teuku Umar melakukan gerakan dengan mendekati Belanda dan hubungannya dengan orang Belanda semakin kuat. Pada tanggal 30 September 1893, Teuku Umar dan pasukannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja dan menyerahkan diri kepada Belanda untuk menipu orang Belanda, sehingga saat mereka keluar dari hutan mereka berkata:&lt;br /&gt;“ Mereka menyadari mereka telah melakukan hal yang salah, sehingga mereka ingin membayar kembali kepada Belanda dengan menolong mereka menghancurkan perlawanan Aceh [1]&lt;br /&gt;”&lt;br /&gt;Belanda sangat senang karena musuh yang berbahaya mau membantu mereka, sehingga mereka memberikan Teuku Umar gelar Teuku Umar Johan Pahlawan dan menjadikannya komander unit pasukan Belanda dan kekuasaan penuh. Ia menyimpan rencana ini sebagai rahasia, walaupun dituduh sebagai penghianat oleh orang Aceh, bahkan, Cut Nyak Meutia datang menemui Cut Nyak Dhien dan memakinya.[1][2] Cut Nyak Dien berusaha menasehatinya untuk kembali melawan Belanda, namun, ia masih terus berhubungan dengan Belanda. Teuku Umar mencoba untuk mempelajari taktik Belanda, sementara pelan-pelan mengganti sebanyak mungkin orang Belanda di unit yang ia kuasai menjadi unit yang merupakan gerilyawan Aceh. Ketika jumlah orang Aceh pada pasukan tersebut cukup, Teuku Umar melakukan rencana palsu pada orang Belanda dan mengklaim bahwa ia ingin menyerang basis Aceh.[1]&lt;br /&gt;Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien pergi dengan semua pasukan dan perlengkapan berat, senjata, dan amunisi Belanda, lalu tidak pernah kembali. Penghianatan ini disebut Het verraad van Teukoe Oemar (pengkhianatan Teuku Umar).&lt;br /&gt;Teuku Umar yang menghianati Belanda menyebabkan Belanda marah dan meluncurkan operasi besar-besaran untuk menangkap baik Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar.[1][2] Namun, gerilyawan kini dilengkapi perlengkapan terbaik dari Belanda dan mengembalikan identitasnya menjadi pasukan gerilyawan. Mereka mulai menyerang Belanda sementara jendral Van Swieten diganti. Penggantinya, jendral Pel, dengan cepat terbunuh dan pasukan Belanda berada pada kekacauan.[1] Selain itu, Belanda mencabut gelar Teuku Umar dan membakar rumahnya, dan juga mengejar keberadaannya.[2]&lt;br /&gt;Dien dan Umar menekan Belanda dan menyerang Banda Aceh (Kutaraja) dan Meulaboh (bekas basis Teuku Umar) dan Belanda terus-terusan mengganti jendral yang bertugas.[1] Sejarah yang mengerikan bagi orang Belanda terus terjadi, tetapi, jendral Van Der Heyden ditugaskan dan tidak pernah dilupakan oleh orang Aceh. Pembantaian yang berdarah dilakukan terhadap laki-laki, perempuandan anak-anak pada desa, ketika jendral Van Der Heyden masuk kedalam unit "De Marsose". Mereka dianggap biadab oleh orang Aceh dan sangat sulit ditaklukan, selain itu, kebanyakan pasukan "De Marsose" merupakan orang Tionghoa-Ambon yang menghancurkan semua yang ada di jalannya, termasuk rumah dan penduduk.[1] Akibat dari hal ini, pasukan Belanda merasa simpati kepada orang Aceh dan Van Der Heyden membubarkan unit "De Marsose".[1] Peristiwa ini juga menyebabkan kesuksesan jendral selanjutnya karena banyak orang yang tidak ikut melakukan jihad kehilangan nyawa mereka, dan ketakutan masih tetap ada pada penduduk Aceh.[1]&lt;br /&gt;Jendral Van Heutz memanfaatkan ketakutan ini dan mulai menyewa orang Aceh untuk memata-matai pasukan pemberontak sebagai informan sehingga Belanda menemukan rencana Teuku Umar untuk menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, dan akhirnya, Teuku Umar gugur tertembak peluru. Hal ini diketahui karena diinformasikan oleh informan yang bernama Teuku Leubeh.[1] Ketika Cut Gambang, anak Cut Nyak Dhien mendengar kematian ayahnya, ia ditampar oleh ibunya yang lalu memeluknya dan Dien berkata:&lt;br /&gt;“ Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah "Shaheed"[1]&lt;br /&gt;”&lt;br /&gt;Akibat kematian suaminya, Cut Nyak Dien memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya dan mencoba melupakan suaminya. Pasukan ini terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901 karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu, Cut Nyak Dien sudah semakin tua. Matanya sudah mulai rabun, dan ia terkena penyakit encok dan juga jumlah pasukannya terus berkurang, serta sulitnya memperoleh makanan. Hal ini membuat iba para pasukan-pasukannya, termasuk salah satu pasukannya yang bernama Pang Laot Ali. Pang Laot melaporkan lokasi markas Cut Nyak Dien pada Belanda karena iba.[3][2]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cut Nyak Dien, setelah tertangkap oleh pihak Belanda&lt;br /&gt;Anak buah Cut Nyak Dhien yang bernama Pang Laot melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda sehingga Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka terkejut dan bertempur mati-matian, dan Pang Karim, pasukannya, menyatakan akan menjadi orang terakhir yang melindungi Dien sampai kematiannya.[1] Akibat Cut Nyak Dhien memiliki penyakit rabun, ia tertangkap dan ia mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh, namun aksinya berhasil dihentikan oleh Belanda.[5] Ia ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Ia dipindah ke Sumedang berdasarkan Surat Keputusan No 23 (Kolonial Verslag 1907 : 12).[6] Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan ia terus melanjutkan perlawanan yang sudah dilakukan ayah dan ibunya.[1]&lt;br /&gt;[sunting] Masa tua dan kematian&lt;br /&gt;Setelah ia ditangkap, ia dibawa ke Banda Aceh dan dirawat disitu. Penyakitnya seperti rabun dan encok berangsur-angsur sembuh. Namun, Cut Nyak Dien akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, karena ketakutan Belanda bahwa kehadirannya akan menciptakan semangat perlawanan dan juga karena ia terus berhubungan dengan pejuang yang belum tunduk.&lt;br /&gt;Ia dibawa ke Sumedang bersama dengan tahanan politik Aceh lain dan menarik perhatian bupati Suriaatmaja. Selain itu, tahanan laki-laki juga menyatakan perhatian mereka pada Cut Nyak Dhien, tetapi tentara Belanda dilarang mengungkapan identitas tahanan.[1] Ia ditahan bersama ulama bernama Ilyas yang segera menyadari bahwa Cut Nyak Dhien merupakan sarjana Islam, sehingga ia dijuluki sebagai "Ibu Perbu".[1]&lt;br /&gt;Pada tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dhien meninggal karena usianya yang sudah tua. Makam "Ibu Perbu" baru ditemukan pada tahun 1959 berdasarkan permintaan Gubernur Aceh saat itu, Ali Hasan.[6] "Ibu Perbu" diakui oleh Presiden Soekarno sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964.[1][2]&lt;br /&gt;[sunting] Makam&lt;br /&gt;Menurut penjaga makam, makam Cut Nyak Dhien baru ditemukan pada tahun 1959 berdasarkan permintaan Gubernur Aceh, Ali Hasan. Pencarian dilakukan berdasarkan data yang ditemukan di Belanda.[6] Masyarakat Aceh di Sumedang sering menggelar acara sarasehan, dan pada acara tersebut, peserta berziarah ke makam Cut Nyak Dhien dengan jarak sekitar dua kilometer.[6] Menurut pengurus makam, kumpulan masyarakat Aceh di Bandung sering menggelar acara tahunan dan melakukan ziarah setelah hari pertama Lebaran, selain itu, orang Aceh dari Jakarta melakukan acara Haul setiap bulan November&lt;br /&gt;Makam Cut Nyak Dhien pertama kali dipugar pada 1987 dan dapat terlihat melalui monumen peringatan di dekat pintu masuk yang tertulis tentang peresmian makam yang ditandatangani Ibrahim Hasan, Gubernur Daerah Istimewa Aceh di Sumedang tanggal 7 Desember 1987. Makam Cut Nyak Dhien dikelilingi pagar besi yang ditanam bersama beson dengan luas 1.500 m2. Di belakang makam terdapat musholla dan di sebelah kiri makam terdapat banyak batu nissan yang dikatakan sebagai makam keluarga ulama besar dari Sumedang yang pernah dibuang ke Ambon yang bernama H. Sanusi, dan juga keluarga H. Sanusi merupakan pemilik tanah kompleks makam Cut Nyak Dhien.[6]&lt;br /&gt;Pada batu nissan Cut Nyak Dhien, tertulis riwayat hidupnya, tulisan bahasa Arab, Surat At Taubah dan Al Fajar serta hikayat cerita Aceh.&lt;br /&gt;Jumlah peziarah ke makam Cut Nyak Dhien berkurang karena Gerakan Aceh Merdeka melakukan perlawanan di Aceh untuk merdeka dari Republik Indonesia. Selain itu, daerah makam ini sepi akibat sering diawasi oleh aparat, bahkan tidak ada yang tahu bahwa letak makam Cut Nyak Dhien berada di Gunung Puyuh.[6]&lt;br /&gt;Kini, makam ini mendapat biaya perawatan dari kotak amal di daerah makam karena pemerintah Sumedang tidak memberikan dana.[6]&lt;br /&gt;[sunting] Apresiasi&lt;br /&gt;[sunting] Biografi dalam seni&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Poster Film Tjoet Nja' Dhien&lt;br /&gt;Perjuangan Cut Nyak Dien diinterpretasi dalam film berjudul Tjoet Nja' Dhien pada tahun 1988 yang disutradarai oleh Eros Djarot dan dibintangi Christine Hakim sebagai Tjoet Nja' Dhien, Piet Burnama sebagai Pang Laot, Rudy Wowor sebagai Snouck Hurgronje dan Slamet Rahardjo sebagai Teuku Umar. Film ini memenangi Piala Citra sebagai film terbaik, dan merupakan film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes (tahun 1989).&lt;br /&gt;Biografinya juga pernah dituangkan dalam bentuk cerita bergambar secara berseri dalam majalah anak-anak Ananda.&lt;br /&gt;[sunting] Pengabadian&lt;br /&gt;• Sebuah kapal perang TNI-AL diberi nama KRI Cut Nyak Dhien.&lt;br /&gt;• Mata uang rupiah yang bernilai sebesar Rp. 10.000,00 yang dikeluarkan tahun 1998 memuat gambar Cut Nyak Dhien dengan deskripsi Tjoet Njak Dhien.&lt;br /&gt;• Namanya diabadikan di berbagai kota Indonesia sebagai nama jalan.&lt;br /&gt;• Masjid Aceh kecil didirikan di dekat makamnya untuk mengenangnya.&lt;br /&gt;Perang Aceh&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Van Heutsz sedang memerhatikan pasukannya dalam penyerangan di Perang Aceh&lt;br /&gt;Perang Aceh adalah perang Kesultanan Aceh melawan Belanda dimulai pada 1873 hingga 1904. Kesultanan Aceh menyerah pada 1904, tapi perlawanan rakyat Aceh dengan perang gerilya terus berlanjut.&lt;br /&gt;Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh, dan mulai melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh dari kapal perang Citadel van Antwerpen. Pada 8 April 1873, Belanda mendarat di Pantai Ceureumen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Köhler, dan langsung bisa menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Köhler saat itu membawa 3.198 tentara. Sebanyak 168 di antaranya para perwira&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Periode&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentara VOC Aceh setelah peperangan selesai&lt;br /&gt;Perang pertama (1873-1874), yang dipimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Mahmud Syah melawan Belanda yang dipimpin Köhler. Köhler dengan 3000 serdadunya dapat dipatahkan, di mana Köhler sendiri tewas pada tanggal 14 April 1873.&lt;br /&gt;Sepuluh hari kemudian, perang berkecamuk di mana-mana. Yang paling besar saat merebut kembali Masjid Raya Baiturrahman, yang dibantu oleh beberapa kelompok pasukan. Ada di Peukan Aceh, Lambhuek (Lambuk), Lampu'uk, Peukan Bada, sampai Lambada, Krueng Raya. Beberapa ribu orang juga berdatangan dari Teunom, Pidie, Peusangan, dan beberapa beberapa wilayah lain.&lt;br /&gt;Perang kedua (1874-1880), dibawah Jenderal Jan van Swieten berhasil menduduki Keraton Sultan, 26 Januari 1874, dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda. 31 Januari 1874 Jenderal Van Swieten mengumumkan bahwa seluruh Aceh jadi bagian dari Kerajaan Belanda.&lt;br /&gt;Ketika Sultan Machmud Syah wafat 26 Januari 1874, digantikan oleh Tuanku Muhammad Dawod yang dinobatkan sebagai Sultan di masjid Indragiri.&lt;br /&gt;Perang pertama dan kedua ini adalah perang total dan frontal, di mana pemerintah masih berjalan mapan, meskipun ibu kota negara berpindah-pindah ke Keumala Dalam, Indra Puri dan tempat-tempat lain.&lt;br /&gt;Perang ketiga (1881-1896), perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi sabilillah. Dimana sistem perang gerilya ini dilangsungkan sampai tahun 1904.&lt;br /&gt;Dalam perang gerilya ini pasukan Aceh dibawah Teuku Umar bersama Panglima Polim dan Sultan. Pada tahun 1899 ketika terjadi serangan mendadak dari pihak Van der Dussen di Meulaboh, Teuku Umar gugur. Tetapi Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar kemudian tampil menjadi komandan perang gerilya.&lt;br /&gt;Perang keempat (1896-1910) adalah perang gerilya kelompok dan perorangan dengan perlawanan, penyerbuan, penghadangan dan pembunuhan tanpa komando dari pusat pemerintahan Kesultanan.&lt;br /&gt;[sunting] Latar belakang&lt;br /&gt;Perang Aceh disebabkan karena:&lt;br /&gt;• Belanda menduduki daerah Siak. Akibat dari Perjanjian Siak 1858. Di mana Sultan Ismail menyerahkan daerah Deli, Langkat, Asahan dan Serdang kepada Belanda, padahal daerah-daerah itu sejak Sultan Iskandar Muda, berada di bawah kekuasaan Aceh.&lt;br /&gt;• Belanda melanggar perjanjian Siak, maka berakhirlah Perjanjian London 1824. Isi perjanjian London adalah Belanda dan Britania Raya membuat ketentuan tentang batas-batas kekuasaan kedua daerah di Asia Tenggara yaitu dengan garis lintang Singapura. Keduanya mengakui kedaulatan Aceh.&lt;br /&gt;• Aceh menuduh Belanda tidak menepati janjinya, sehingga kapal-kapal Belanda yang lewat perairan Aceh ditenggelamkan oleh pasukan Aceh. Perbuatan Aceh ini didukung Britania.&lt;br /&gt;• Dibukanya Terusan Suez oleh Ferdinand de Lesseps. Menyebabkan perairan Aceh menjadi sangat penting untuk lalu lintas perdagangan.&lt;br /&gt;• Ditandatanganinya Perjanjian London 1871 antara Inggris dan Belanda, yang isinya, Britania memberikan keleluasaan kepada Belanda untuk mengambil tindakan di Aceh. Belanda harus menjaga keamanan lalulintas di Selat Malaka. Belanda mengizinkan Britania bebas berdagang di Siak dan menyerahkan daerahnya di Guyana Barat kepada Britania.&lt;br /&gt;• Akibat perjanjian Sumatera 1871, Aceh mengadakan hubungan diplomatik dengan Konsul Amerika Serikat, Kerajaan Italia, Kesultanan Usmaniyah di Singapura. Dan mengirimkan utusan ke Turki Usmani pada tahun 1871.&lt;br /&gt;• Akibat hubungan diplomatik Aceh dengan Konsul Amerika, Italia dan Turki di Singapura, Belanda menjadikan itu sebagai alasan untuk menyerang Aceh. Wakil Presiden Dewan Hindia Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen dengan 2 kapal perangnya datang ke Aceh dan meminta keterangan dari Sultan Machmud Syah tentang apa yang sudah dibicarakan di Singapura itu, tetapi Sultan Machmud menolak untuk memberikan keterangan.&lt;br /&gt;[sunting] Siasat Snouck Hurgronje&lt;br /&gt;Untuk mengalahkan pertahanan dan perlawan Aceh, Belanda memakai tenaga ahli Dr. Christiaan Snouck Hurgronje yang menyamar selama 2 tahun di pedalaman Aceh untuk meneliti kemasyarakatan dan ketatanegaraan Aceh. Hasil kerjanya itu dibukukan dengan judul Rakyat Aceh (De Acehers). Dalam buku itu disebutkan strategi bagaimana untuk menaklukkan Aceh.&lt;br /&gt;Usulan strategi Snouck Hurgronje kepada Gubernur Militer Belanda Johannes Benedictus van Heutsz adalah, supaya golongan Keumala (yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) dengan pengikutnya dikesampingkan dahulu. Tetap menyerang terus dan menghantam terus kaum ulama. Jangan mau berunding dengan pimpinan-pimpinan gerilya. Mendirikan pangkalan tetap di Aceh Raya. Menunjukkan niat baik Belanda kepada rakyat Aceh, dengan cara mendirikan langgar, masjid, memperbaiki jalan-jalan irigasi dan membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh.&lt;br /&gt;Ternyata siasat Dr Snouck Hurgronje diterima oleh Van Heutz yang menjadi Gubernur militer dan sipil di Aceh (1898-1904). Kemudian Dr Snouck Hurgronje diangkat sebagai penasehatnya.&lt;br /&gt;[sunting] Taktik perang&lt;br /&gt;Taktik perang gerilya Aceh ditiru oleh Van Heutz, dimana dibentuk pasukan maréchaussée yang dipimpin oleh Christoffel dengan pasukan Colone Macan yang telah mampu dan menguasai pegunungan-pegunungan, hutan-hutan rimba raya Aceh untuk mencari dan mengejar gerilyawan-gerilyawan Aceh.&lt;br /&gt;Taktik berikutnya yang dilakukan Belanda adalah dengan cara penculikan anggota keluarga gerilyawan Aceh. Misalnya Christoffel menculik permaisuri Sultan dan Tengku Putroe (1902). Van der Maaten menawan putera Sultan Tuanku Ibrahim. Akibatnya, Sultan menyerah pada tanggal 5 Januari 1902 ke Sigli dan berdamai. Van der Maaten dengan diam-diam menyergap Tangse kembali, Panglima Polim dapat meloloskan diri, tetapi sebagai gantinya ditangkap putera Panglima Polim, Cut Po Radeu saudara perempuannya dan beberapa keluarga terdekatnya. Akibatnya Panglima Polim meletakkan senjata dan menyerah ke Lhokseumawe pada Desember 1903. Setelah Panglima Polim menyerah, banyak penghulu-penghulu rakyat yang menyerah mengikuti jejak Panglima Polim.&lt;br /&gt;Taktik selanjutnya, pembersihan dengan cara membunuh rakyat Aceh yang dilakukan dibawah pimpinan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen yang menggantikan Van Heutz. Seperti pembunuhan di Kuta Reh (14 Juni 1904) di mana 2.922 orang dibunuhnya, yang terdiri dari 1.773 laki-laki dan 1.149 perempuan.&lt;br /&gt;Taktik terakhir menangkap Cut Nyak Dhien istri Teuku Umar yang masih melakukan perlawanan secara gerilya, dimana akhirnya Cut Nya Dien dapat ditangkap dan diasingkan ke Cianjur.&lt;br /&gt;[sunting] Surat perjanjian tanda menyerah&lt;br /&gt;Selama perang Aceh, Van Heutz telah menciptakan surat pendek (Korte Verklaring, Traktat Pendek) tentang penyerahan yang harus ditandatangani oleh para pemimpin Aceh yang telah tertangkap dan menyerah. Dimana isi dari surat pendek penyerahan diri itu berisikan, Raja (Sultan) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Hindia Belanda, Raja berjanji tidak akan mengadakan hubungan dengan kekuasaan di luar negeri, berjanji akan mematuhi seluruh perintah-perintah yang ditetapkan Belanda. Perjanjian pendek ini menggantikan perjanjian-perjanjian terdahulu yang rumit dan panjang dengan para pemimpin setempat.&lt;br /&gt;Tjoet Nyak Meutia&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cut Nyak Meutia&lt;br /&gt;Cut Nyak Meutia (Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 - Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910) adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh&lt;br /&gt;Awalnya Cut Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Cik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Cik Tunong berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi.&lt;br /&gt;Cut Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya dibawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Cut Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.&lt;br /&gt;Cut Meutia kemudian bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukkannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Cut Meutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Dalam pertempuran itu Cut Nyak Meutia gugur.&lt;br /&gt;Fatmawati&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Fatmawati yang bernama asli Fatimah. Lahir di Bengkulu pada tahun 1923 dan meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1980 dan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Ia adalah istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Dari pernikahananya dengan Soekarno ia dikaruniai 5 orang anak.&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Sri Sultan Hamengkubuwana I (lahir di Kartasura, 6 Agustus 1717 – meninggal di Yogyakarta, 24 Maret 1792 pada umur 74 tahun) merupakan pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Yogyakarta yang memerintah tahun 1755 - 1792&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Asal-Usul&lt;br /&gt;Nama aslinya adalah Raden Mas Sujana yang setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi. Ia merupakan putra Amangkurat IV raja Kasunanan Kartasura yang lahir dari selir bernama Mas Ayu Tejawati pada tanggal 6 Agustus 1717.&lt;br /&gt;Pada tahun 1740 terjadi pemberontakan orang-orang Cina di Batavia yang menyebar sampai ke seluruh Jawa. Pada mulanya, Pakubuwana II (kakak Mangkubumi) mendukung pemberontakan tersebut. Namun, ketika menyaksikan pihak VOC unggul, Pakubuwana II pun berubah pikiran.&lt;br /&gt;Pangeran Mangkubumi bersama para pejabat anti VOC lainnya memilih bergabung dengan kaum pemberontak. Pada tahun 1742 istana Kartasura diserbu. Pakubuwana II terpaksa membangun istana baru di Surakarta, sedangkan pemberontakan tersebut akhirnya dapat ditumpas oleh VOC dan Cakraningrat IV dari Madura.&lt;br /&gt;Pada tahun 1745 Pangeran Mangkubumi meninggalkan kaum pemberontak dan bergabung di Keraton Surakarta.&lt;br /&gt;[sunting] Kembali Memberontak&lt;br /&gt;Sisa-sisa pemberontak yang dipimpin oleh Raden Mas Said (keponakan Pakubuwana II dan Mangkubumi) berhasil merebut tanah Sukowati. Pakubuwana II mengumumkan sayembara berhadiah tanah seluas 3.000 cacah untuk siapa saja yang berhasil merebut kembali Sukowati. Mangkubumi berhasil mengusir Mas Said pada tahun 1746, namun ia dihalang-halangi Patih Pringgalaya yang menghasut raja supaya membatalkan perjanjian sayembara.&lt;br /&gt;Datang pula Baron van Imhoff gubernur jenderal VOC yang makin memperkeruh suasana. Ia mendesak Pakubuwana II supaya menyewakan daerah pesisir kepada VOC seharga 20.000 real untuk melunasi hutang keraton terhadap Belanda. Hal ini ditentang Mangkubumi. Akibatnya, terjadilah pertengkaran di mana Baron van Imhoff menghina Mangkubumi di depan umum.&lt;br /&gt;Mangkubumi yang sakit hati meninggalkan Surakarta pada bulan Mei 1746 untuk kembali memberontak. Bahkan, Mas Said pun bergabung ke dalam barisannya.&lt;br /&gt;[sunting] Perang Suksesi Jawa Ketiga&lt;br /&gt;Perang antara Mangkubumi melawan Pakubuwana II yang didukung VOC disebut para sejarawan sebagai Perang Suksesi Jawa III. Pada tahun 1747 diperkirakan kekuatan Mangkubumi mencapai 13.000 orang prajurit. Mas Said diangkat sebagai wakilnya, sekaligus menantu.&lt;br /&gt;Pertempuran demi pertempuran dimenangkan oleh Mangkubumi, misalnya pertempuran di Demak dan Grobogan. Pada akhir tahun 1749, Pakubuwana II sakit parah dan merasa kematiannya sudah dekat. Ia pun menyerahkan kedaulatan negara secara penuh kepada VOC sebagai pelindung Surakarta tanggal 11 Desember.&lt;br /&gt;Sementara itu Mangkubumi telah mengangkat diri sebagai raja bergelar Pakubuwana III tanggal 12 Desember di markasnya, sedangkan VOC mengangkat putra Pakubuwana II sebagai Pakubuwana III tanggal 15. Dengan demikian terdapat dua orang Pakubuwana III. Yang satu disebut Susuhunan Surakarta, sedangkan Mangkubumi disebut Susuhunan Kebanaran, karena bermarkas di desa Kebanaran di daerah Mataram.&lt;br /&gt;Perang kembali berlanjut. Pertempuran besar terjadi di tepi Sungai Bogowonto tahun 1751 di mana Mangkubumi menghancurkan pasukan VOC yang dipimpin Kapten de Clerck. Orang Jawa menyebutnya Kapten Klerek.&lt;br /&gt;[sunting] Mendapat Pengakuan sebagai Sultan&lt;br /&gt;Pada tahun 1752 terjadi perselisihan antara Mangkubumi dengan Mas Said. Hal ini segera dimanfaatkan VOC dengan berusaha menawarkan perdamaian terhadap Mangkubumi, karena pihaknya terancam bangkrut menghadapi sepak terjang raja pemberontak tersebut.&lt;br /&gt;Mangkubumi akhirnya menerima tawaran VOC tahun 1754. Pihak VOC diwakili Nicolaas Hartingh, yang menjabat gubernur wilayah pesisir utara Jawa. Sebagai perantara adalah Syaikh Ibrahim, seorang Turki. Perudingan-perundingan dengan Mangkubumi akhirnya mencapai kesepakatan di mana ia mau bertemu Hartingh secara langsung pada bulan September 1754.&lt;br /&gt;Perundingan alot dengan Hartingh akhirnya mencapai kesepakatan. Mangkubumi mendapatkan setengah wilayah kerajaan Pakubuwana III, sedangkan ia merelakan daerah pesisir disewa VOC seharga 20.000 real. Mangkubumi juga mendapat bantuan VOC untuk bersama memerangi Mas Said.&lt;br /&gt;Akhirnya pada tanggal 13 Februari 1755 dilakukan penandatanganan naskah Perjanjian Giyanti yang mengakui kedaulatan Mangkubumi sebagai Sultan Hamengkubuwana I. Wilayah kerajaan yang dipimpin Pakubuwana III dibelah menjadi dua. Hamengkubuwana I mendapat setengah bagian.&lt;br /&gt;[sunting] Mendirikan Yogyakarta&lt;br /&gt;Sejak saat itu wilayah kerajaan terbagi menjadi dua. Pakubuwana III tetap menjadi raja di Surakarta, sedangkan Hamengkubuwana I menjadi raja di Mataram.&lt;br /&gt;Pada bulan April 1755 Hamengkubuwana I memutuskan untuk membuka Hutan Pabringan sebagai ibu kota baru Mataram. Sebelumnya, di hutan tersebut pernah terdapat pesanggrahan bernama Ngayogya sebagai tempat peristirahatan saat mengantar jenazah dari Surakarta menuju Imogiri. Oleh karena itu, ibu kota baru Mataram tersebut pun diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat, atau disingkat Yogyakarta.&lt;br /&gt;Sejak tanggal 7 Oktober 1756 Hamengkubuwana I memindahkan ibu kota Mataram dari Kebanaran menuju Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu nama Yogyakarta justru lebih populer. Kerajaan yang dipimpin oleh Hamengkubuwana I kemudian lebih terkenal dengan nama Kesultanan Yogyakarta, daripada Kesultanan Mataram.&lt;br /&gt;[sunting] Usaha Menaklukkan Surakarta&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I meskipun telah berjanji damai namun tetap saja berusaha ingin mengembalikan kerajaan warisan Sultan Agung menjadi utuh kembali. Surakarta memang dipimpin Pakubuwana III yang lemah namun mendapat perlindungan Belanda sehingga niat Hamengkubuwana I sulit diwujudkan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1788 Pakubuwana IV naik takhta. Ia merupakan raja yang jauh lebih cakap daripada ayahnya. Cita-citanya merupakan kebalikan dari cita-cita Hamengkubuwana I, yaitu ingin menjadikan Surakarta sebagai penguasa Jawa. Pihak VOC sendiri juga resah menghadapi raja baru tersebut.&lt;br /&gt;Pada tahun 1790 Hamengkubuwana I dan Mangkunegara I (alias Mas Said) kembali bekerja sama untuk pertama kalinya sejak zaman pemberontakan dulu. Mereka bersama VOC bergerak mengepung Pakubuwana IV di Surakarta. Pakubuwana IV akhirnya menyerah kalah.Ini adalah kerja sama paman-keponakan antara Hamengkubuwana I dan Mangkunegara I .&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I mendesak VOC supaya putranya dijadikan raja Surakarta namun ditolak. Pakubuwana IV tetap diizinkan menjadi raja dengan menandatangani perjanjian kesepakatan bahwa Yogyakarta dan Surakarta adalah sederajat dan dilarang untuk saling menaklukkan.&lt;br /&gt;[sunting] Sebagai Pahlawan Nasional&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I meninggal dunia tanggal 24 Maret 1792. Kedudukannya sebagai raja Yogyakarta digantikan putranya yang bergelar Hamengkubuwana II.&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I adalah peletak dasar-dasar Kesultanan Yogyakarta. Ia dianggap sebagai raja terbesar dari keluarga Mataram sejak Sultan Agung. Yogyakarta memang negeri baru namun kebesarannya waktu itu telah berhasil mengungguli Surakarta. Angkatan perangnya bahkan lebih besar daripada jumlah tentara VOC di Jawa.&lt;br /&gt;Hamengkubuwana I tidak hanya seorang raja bijaksana yang ahli dalam strategi berperang, namun juga seorang pecinta keindahan. Karya arsitekturnya yang monumental adalah Taman Sari Keraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;Meskipun permusuhannya dengan Belanda berakhir damai namun bukan berarti ia berhenti membenci bangsa asing tersebut. Hamengkubuwana I pernah menolak tegas keinginan Belanda untuk mendirikan sebuah benteng di lingkungan keraton Yogyakarta. Ia juga berusaha keras menghalangi pihak VOC untuk ikut campur dalam urusan pemerintahannya. Pihak Belanda sendiri mengakui bahwa perang melawan pemberontakan Pangeran Mangkubumi adalah perang terberat yang pernah dihadapi VOC di Jawa (sejak 1619 - 1799).&lt;br /&gt;Rasa benci Hamengkubuwana I terhadap penjajah asing ini kemudian diwariskan kepada Hamengkubuwana II, raja selanjutnya. Maka, tidaklah berlebihan jika pemerintah Republik Indonesia menetapkan Sultan Hamengkubuwana I sebagai pahlawan nasional pada tanggal 10 November 2006. [1]&lt;br /&gt;Hamengkubuwana IX&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt;Sri Sultan Hamengkubuwono IX&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Wakil Presiden Indonesia ke-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan&lt;br /&gt;24 Maret 1973 – 23 Maret 1978&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahulu Mohammad Hatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Adam Malik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan&lt;br /&gt;17 Agustus 1945 – 1 Oktober 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Soekarno&lt;br /&gt;Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahulu Tidak ada, jabatan baru&lt;br /&gt;Pengganti Paku Alam VIII (Pejabat Gubernur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Raja Kesultanan Yogyakarta ke-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa jabatan&lt;br /&gt;18 Maret 1940 – 1 Oktober 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahulu Hamengkubuwana VIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Hamengkubuwana X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Lahir 12 April 1912&lt;br /&gt;Sompilan Ngasem, Yogyakarta, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal 2 Oktober 1988 (umur 76)&lt;br /&gt;Washington, DC, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangsaan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik Non Partai&lt;br /&gt;Anak Adipati Anum, dll.&lt;br /&gt;Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Sultan Hamengkubuwana IX (lahir di Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 – meninggal di Washington, DC, Amerika Serikat, 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun) adalah salah seorang raja yang pernah memimpin di Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Biografi&lt;br /&gt;Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, Hamengkubuwono IX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Di umur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Rijkuniversiteit (sekarang University of Groningen), Belanda ("Sultan Henkie").&lt;br /&gt;Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar "Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Songo". Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa".&lt;br /&gt;Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin. Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.&lt;br /&gt;Beliau ikut menghadiri perayaan 50 tahun kekuasaan Ratu Wilhelmina di Amsterdam, Belanda pada tahun 1938&lt;br /&gt;Minggu malam 2 Oktober 1988, ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.&lt;br /&gt;[sunting] Silsilah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mata uang Indonesia yang bergambar Hamengkubuwono IX&lt;br /&gt;• Anak kesembilan dari Sultan Hamengkubuwono VIII dan istri kelimanya RA Kustilah/KRA Adipati Anum Amangku Negara/Kanjeng Alit.&lt;br /&gt;• Memiliki lima istri:&lt;br /&gt;1. BRA Pintakapurnama/KRA Pintakapurnama tahun 1940&lt;br /&gt;2. RA Siti Kustina/BRA Windyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati Anum, putri Pangeran Mangkubumi, tahun 1943&lt;br /&gt;3. Raden Gledegan Ranasaputra/KRA Astungkara, putri Raden Lurah Ranasaputra dan Sujira Sutiyati Ymi Salatun, tahun 1948&lt;br /&gt;4. KRA Ciptamurti&lt;br /&gt;5. Norma Musa/KRA Nindakirana, putri Handaru Widarna tahun 1976&lt;br /&gt;• Memiliki lima belas putra:&lt;br /&gt;1. BRM Arjuna Darpita/KGPH Mangkubumi/KGPAA Mangkubumi/Sri Sultan Hamengkubuwono X dari KRA Widyaningrum&lt;br /&gt;2. BRM Murtyanta/GBPH Adi Kusuma/KGPH Adi Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Dr. Sri Hardani&lt;br /&gt;3. BRM Ibnu Prastawa/GBPH Adi Winata dari KRA Widyaningrum, menikah dengan Aryuni Utari&lt;br /&gt;4. BRM Kaswara/GBPH Adi Surya dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Andinidevi&lt;br /&gt;5. BRM Arumanta/GBPH Prabu Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan Kuswarini&lt;br /&gt;6. BRM Sumyandana/GBPH Jaya Kusuma dari KRA Windyaningrum&lt;br /&gt;7. BRM Kuslardiyanta dari KRA Astungkara, menikah dengan Jeng Yeni&lt;br /&gt;8. BRM Anindita/GBPH Paku Ningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Nurita Afridiani&lt;br /&gt;9. BRM Sulaksamana/GBPH Yudha Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Raden Roro Endang Hermaningrum&lt;br /&gt;10. BRM Abirama/GBPH Chandra Ningrat dari KRA Astungkara, menikah dengan Hery Iswanti&lt;br /&gt;11. BRM Prasasta/GBPH Chakradiningrat dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Lakhsmi Indra Suharjana&lt;br /&gt;12. BRM Arianta dari KRA Ciptamurti, menikah dengan Farida Indah.&lt;br /&gt;13. BRM Sarsana dari KRA Ciptamurti&lt;br /&gt;14. BRM Harkamaya dari KRA Ciptamurti&lt;br /&gt;15. BRM Svatindra dari KRA Ciptamurti&lt;br /&gt;• Memiliki tujuh putri:&lt;br /&gt;1. BRA Gusti Sri Murhanjati/GKR Anum dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan Kolonel Budi Permana/KPH Adibrata yang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;2. BRA Sri Murdiyatun/GBRAy Murda Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Murda Kusuma&lt;br /&gt;3. BRA Dr Sri Kuswarjanti/GBRAy Dr. Riya Kusuma dari KRA Widyaningrum, menikah dengan KRT Riya Kusuma&lt;br /&gt;4. BRA Dr Sri Muryati/GBRAy Dr. Dharma Kusuma dari KRA Pintakapurnama, menikah dengan KRT Dharma Kusuma&lt;br /&gt;5. BRA Kuslardiyanta dari KRA Ciptomurti&lt;br /&gt;6. BRA Sri Kusandanari dari KRA Astungkara&lt;br /&gt;7. BRA Sri Kusuladewi/BRAy Padma Kusuma dari KRA Astungkara, menikah dengan KRT Padma Kusuma&lt;br /&gt;[sunting] Pendidikan&lt;br /&gt;• Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul&lt;br /&gt;• Eerste Europese Lagere School (1925)&lt;br /&gt;• Hogere Burger School (HBS, setingkat SMP dan SMU) di Semarang dan Bandung (1931)&lt;br /&gt;• Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie (ilmu tentang Indonesia) kemudian ekonomi&lt;br /&gt;[sunting] Jabatan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sultan HB IX sekitar akhir 1940-an&lt;br /&gt;• Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945)&lt;br /&gt;• Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)&lt;br /&gt;• Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 - 11 November 1947 dan 11 November 1947 - 28 Januari 1948)&lt;br /&gt;• Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949)&lt;br /&gt;• Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949)&lt;br /&gt;• Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 - 6 September 1950)&lt;br /&gt;• Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 27 April 1951)&lt;br /&gt;• Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)&lt;br /&gt;• Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)&lt;br /&gt;• Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)&lt;br /&gt;• Ketua Federasi ASEAN Games (1958)&lt;br /&gt;• Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)&lt;br /&gt;• Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)&lt;br /&gt;• Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)&lt;br /&gt;• Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)&lt;br /&gt;• Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)&lt;br /&gt;• Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)&lt;br /&gt;• Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)&lt;br /&gt;• Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 - 23 Maret 1978)&lt;br /&gt;[sunting] Pahlawan Nasional&lt;br /&gt;Hamengkubuwana IX diangkat menjadi pahlawan nasional tanggal 8 Juni 2003 oleh presiden Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;Sultan Hasanuddin&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sultan Hasanuddin&lt;br /&gt;(sumber: foto-foto.com)&lt;br /&gt;Sultan Hasanuddin (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Oosten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Benua Timur. Ia dimakamkan di Katangka, Makassar.&lt;br /&gt;Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.[1]&lt;br /&gt;[sunting] Sejarah&lt;br /&gt;Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, merupakan putera kedua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda yang diwakili Kompeni sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan.[1]&lt;br /&gt;Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.&lt;br /&gt;Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan Perdamaian Bungaya di Bungaya. Gowa merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke Batavia. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan Kompeni, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670.[1]&lt;br /&gt;Iskandar Muda dari Aceh&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lukisan foto Sultan Iskandar Muda&lt;br /&gt;Sultan Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590[1] – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636.[2] Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.[1]&lt;br /&gt;Daftar isi&lt;br /&gt;[tampilkan]&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Keluarga dan masa kecil&lt;br /&gt;[sunting] Asal usul&lt;br /&gt;Dari pihak leluhur ibu, Iskandar Muda adalah keturunan dari Raja Darul-Kamal, dan dari pihak leluhur ayah merupakan keturunan dari keluarga Raja Makota Alam. Darul-Kamal dan Makota Alam dikatakan dahulunya merupakan dua tempat pemukiman bertetangga (yang terpisah oleh sungai) dan yang gabungannya merupakan asal mula Aceh Darussalam. Iskandar Muda seorang diri mewakili kedua cabang itu, yang berhak sepenuhnya menuntut takhta.[2]&lt;br /&gt;Ibunya, bernama Putri Raja Indra Bangsa, yang juga dinamai Paduka Syah Alam, adalah anak dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10; dimana sultan ini adalah putra dari Sultan Firman Syah, dan Sultan Firman Syah adalah anak atau cucu (menurut Djajadiningrat) Sultan Inayat Syah, Raja Darul-Kamal.[2]&lt;br /&gt;Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan upacara besar-besaran dengan Sultan Mansur Syah, putra dari Sultan Abdul-Jalil, dimana Abdul-Jalil adalah putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar, Sultan Aceh ke-3.[2]&lt;br /&gt;[sunting] Pernikahan&lt;br /&gt;Sri Sultan Iskandar Muda kemudian menikah dengan seorang Putri dari Kesultanan Pahang. Putri ini dikenal dengan nama Putroe Phang. Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan istrinya, Sultan memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana) sebagai tanda cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh karena itu Sultan membangun Gunongan untuk mengubati rindu sang puteri. Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi.&lt;br /&gt;[sunting] Masa kekuasaan&lt;br /&gt;Masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda yang dimulai pada tahun 1607 sampai 1636, merupakan masa paling gemilang bagi Kesultanan Aceh, walaupun disisi lain kontrol ketat yang dilakukan oleh Iskandar Muda, menyebabkan banyak pemberontakan di kemudian hari setelah mangkatnya Sultan.&lt;br /&gt;Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masa kejayaannya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.&lt;br /&gt;Ketika Iskandar Muda mulai berkuasa pada tahun 1607, ia segera melakukan ekspedisi angkatan laut yang menyebabkan ia mendapatkan kontrol yang efektif di daerah barat laut Indonesia.[1] Kendali kerajaan terlaksana dengan lancar di semua pelabuhan penting di pantai barat Sumatra dan di pantai timur, sampai ke Asahan di selatan. Pelayaran penaklukannya dilancarkan sampai jauh ke Penang, di pantai timur Semenanjung Melayu, dan pedagang asing dipaksa untuk tunduk kepadanya. Kerajaannya kaya raya, dan menjadi pusat ilmu pengetahuan.[3]&lt;br /&gt;[sunting] Kontrol di dalam negeri&lt;br /&gt;Menurut tradisi Aceh, Iskandar Muda membagi wilayah Aceh ke dalam wilayah administrasi yang dinamakan ulèëbalang dan mukim; ini dipertegas oleh laporan seorang penjelajah Perancis bernama Beauliu, bahwa "Iskandar Muda membabat habis hampir semua bangsawan lama dan menciptakan bangsawan baru." Mukim1 pada awalnya adalah himpunan beberapa desa untuk mendukung sebuah masjid yang dipimpin oleh seorang Imam (Aceh: Imeum). Ulèëbalang (Melayu: Hulubalang) pada awalnya barangkali bawahan-utama Sultan, yang dianugerahi Sultan beberapa mukim, untuk dikelolanya sebagai pemilik feodal. Pola ini djumpai di Aceh Besar dan di negeri-negeri taklukan Aceh yang penting.[3]&lt;br /&gt;[sunting] Hubungan dengan bangsa asing&lt;br /&gt;[sunting] Inggris&lt;br /&gt;Pada abad ke-16, Ratu Inggris, Elizabeth I, mengirimkan utusannya bernama Sir James Lancester kepada Kerajaan Aceh dan mengirim surat yang ditujukan: "Kepada Saudara Hamba, Raja Aceh Darussalam." serta seperangkat perhiasan yang tinggi nilainya. Sultan Aceh kala itu menerima maksud baik "saudarinya" di Inggris dan mengizinkan Inggris untuk berlabuh dan berdagang di wilayah kekuasaan Aceh. Bahkan Sultan juga mengirim hadiah-hadiah yang berharga termasuk sepasang gelang dari batu rubi dan surat yang ditulis di atas kertas yang halus dengan tinta emas. Sir James pun dianugerahi gelar "Orang Kaya Putih".[2]&lt;br /&gt;Sultan Aceh pun membalas surat dari Ratu Elizabeth I. Berikut cuplikan isi surat Sultan Aceh, yang masih disimpan oleh pemerintah kerajaan Inggris, tertanggal tahun 1585:&lt;br /&gt;I am the mighty ruler of the Regions below the wind, who holds sway over the land of Aceh and over the land of Sumatra and over all the lands tributary to Aceh, which stretch from the sunrise to the sunset.&lt;br /&gt;(Hambalah sang penguasa perkasa Negeri-negeri di bawah angin, yang terhimpun di atas tanah Aceh dan atas tanah Sumatra dan atas seluruh wilayah wilayah yang tunduk kepada Aceh, yang terbentang dari ufuk matahari terbit hingga matahari terbenam).&lt;br /&gt;Hubungan yang mesra antara Aceh dan Inggris dilanjutkan pada masa Raja James I dari Inggris dan Skotlandia. Raja James mengirim sebuah meriam sebagai hadiah untuk Sultan Aceh. Meriam tersebut hingga kini masih terawat dan dikenal dengan nama Meriam Raja James.&lt;br /&gt;[sunting] Belanda&lt;br /&gt;Selain Kerajaan Inggris, Pangeran Maurits – pendiri dinasti Oranje– juga pernah mengirim surat dengan maksud meminta bantuan Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan menyambut maksud baik mereka dengan mengirimkan rombongan utusannya ke Belanda. Rombongan tersebut dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid.&lt;br /&gt;Rombongan inilah yang dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang singgah di Belanda. Dalam kunjungannya Tuanku Abdul Hamid sakit dan akhirnya meninggal dunia. Ia dimakamkan secara besar-besaran di Belanda dengan dihadiri oleh para pembesar-pembesar Belanda. Namun karena orang Belanda belum pernah memakamkan orang Islam, maka beliau dimakamkan dengan cara agama Nasrani di pekarangan sebuah gereja. Kini di makam beliau terdapat sebuah prasasti yang diresmikan oleh Mendiang Yang Mulia Pangeran Bernhard suami mendiang Ratu Juliana dan Ayahanda Yang Mulia Ratu Beatrix.&lt;br /&gt;[sunting] Utsmaniyah Turki&lt;br /&gt;Pada masa Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mengirim utusannya untuk menghadap Sultan Utsmaniyah yang berkedudukan di Konstantinopel. Karena saat itu Sultan Utsmaniyah sedang gering maka utusan Kerajaan Aceh terluntang-lantung demikian lamanya sehingga mereka harus menjual sedikit demi sedikit hadiah persembahan untuk kelangsungan hidup mereka. Lalu pada akhirnya ketika mereka diterima oleh sang Sultan, persembahan mereka hanya tinggal Lada Sicupak atau Lada sekarung. Namun sang Sultan menyambut baik hadiah itu dan mengirimkan sebuah meriam dan beberapa orang yang cakap dalam ilmu perang untuk membantu kerajaan Aceh. Meriam tersebut pula masih ada hingga kini dikenal dengan nama Meriam Lada Sicupak. Pada masa selanjutnya Sultan Ottoman mengirimkan sebuah bintang jasa kepada Sultan Aceh.&lt;br /&gt;[sunting] Perancis&lt;br /&gt;Kerajaan Aceh juga menerima kunjungan utusan Kerajaan Perancis. Utusan Raja Perancis tersebut semula bermaksud menghadiahkan sebuah cermin yang sangat berharga bagi Sultan Aceh. Namun dalam perjalanan cermin tersebut pecah. Akhirnya mereka mempersembahkan serpihan cermin tersebut sebagai hadiah bagi sang Sultan. Dalam bukunya, Denys Lombard mengatakan bahwa Sultan Iskandar Muda amat menggemari benda-benda berharga.[2]&lt;br /&gt;Pada masa itu, Kerajaan Aceh merupakan satu-satunya kerajaan Melayu yang memiliki Balee Ceureumeen atau Aula Kaca di dalam Istananya. Menurut Utusan Perancis tersebut, Istana Kesultanan Aceh luasnya tak kurang dari dua kilometer. Istana tersebut bernama Istana Dalam Darud Donya (kini Meuligo Aceh, kediaman Gubernur). Di dalamnya meliputi Medan Khayali dan Medan Khaerani yang mampu menampung 300 ekor pasukan gajah. Sultan Iskandar Muda juga memerintahkan untuk memindahkan aliran Sungai Krueng Aceh hingga mengaliri istananya (sungai ini hingga sekarang masih dapat dilihat, mengalir tenang di sekitar Meuligoe). Di sanalah sultan acap kali berenang sambil menjamu tetamu-tetamunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-4667622883697249053?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/4667622883697249053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/pahlawan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4667622883697249053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4667622883697249053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/pahlawan-indonesia.html' title='Pahlawan Indonesia'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-4900305306698820053</id><published>2009-11-07T05:16:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T05:21:15.398+07:00</updated><title type='text'>tumbuhan</title><content type='html'>Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang").&lt;br /&gt;Posisi fungi dalam taksonomi&lt;br /&gt;Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.&lt;br /&gt;Cara hidup&lt;br /&gt;Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Saprofit&lt;br /&gt;• Parasit&lt;br /&gt;• Mutual&lt;br /&gt;Habitat&lt;br /&gt;Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.&lt;br /&gt;Reproduksi&lt;br /&gt;Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap &lt;br /&gt;ihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamur&lt;br /&gt;Jamur dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:&lt;br /&gt;1. Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak ("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).&lt;br /&gt;2. Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.&lt;br /&gt;3. Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan "Rotinya sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang'&lt;br /&gt;hifa adalah benang yang menyusun tubuh jamur&lt;br /&gt;Kapang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Empat koloni kapang tumbuh pada roti. Tampak hifa berwarna putih dan bagian dengan askus berwarna biru kelabu. Diameter koloni terbesar sekitar 1cm.&lt;br /&gt;Kapang (bahasa Inggris mold) merupakan anggota regnum Fungi ("Kerajaan" Jamur) yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. Sebagian besar kapang merupakan anggota dari kelas Ascomycetes.&lt;br /&gt;Khamir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diagram sel khamir&lt;br /&gt;Khamir adalah fungi ekasel (uniselular) yang beberapa jenis spesiesnya umum digunakan untuk membuat roti, fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan percobaan sel bahan bakar. Kebanyakan khamir merupakan anggota divisi Ascomycota, walaupun ada juga yang digolongkan dalam Basidiomycota. Beberapa jenis khamir, seperti Candida albicans, dapat menyebabkan infeksi pada manusia (kandidiasis).&lt;br /&gt;Lebih dari seribu spesies khamir telah diidentifikasi. Khamir yang paling umum digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae, yang dimanfaatkan untuk produksi anggur, roti, tape, dan bir sejak ribuan tahun yang silam dalam bentuk ragi.&lt;br /&gt;Shiitake&lt;br /&gt;?Shiitake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan: Fungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filum: Basidiomycota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas: Homobasidiomycetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: Agaricales&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famili: Marasmiaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus: Lentinula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesies: L. edodes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama binomial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lentinula edodes&lt;br /&gt;(Berk.) Pegler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiitake (椎茸 ?) (Lentinula edodes) atau jamur hioko dan sering ditulis sebagai jamur shitake adalah jamur pangan asal Asia Timur yang terkenal di seluruh dunia dengan nama aslinya dalam bahasa Jepang. Shiitake secara harafiah berarti jamur dari pohon shii (Castanopsis cuspidata) karena batang pohonnya yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh jamur shiitake.&lt;br /&gt;Spesies ini dulunya pernah dikenal sebagai Lentinus edodes. Ahli botani Inggris bernama Miles Joseph Berkeley menamakan spesies ini sebagai Agaricus edodes di tahun 1878.&lt;br /&gt;Shiitake banyak dibudidayakan di Tiongkok, Korea dan Jepang dan bisa dijumpai di alam bebas di di daerah pegunungan di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;Shiitake dalam bahasa Tionghoa disebut xiānggū (Hanzi: 香菇, "jamur harum"), sedangkan yang berkualitas tinggi dengan payung yang lebih tebal disebut dōnggū (Hanzi: 冬菇, "jamur musim dingin") atau huāgū (花菇, "jamur bunga") karena pada bagian atas permukaan payung terdapat motif retak-retak seperti seperti mekar.&lt;br /&gt;Di Indonesia kadang-kadang dinamakan jamur jengkol[1], karena bentuk dan aromanya seperti jengkol walaupun bagi sebagian orang rasa jamur ini seperti rasa petai.&lt;br /&gt;Deskripsi&lt;br /&gt;Jamur shiitake tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk dari pohon Castanopsis cuspidata, Castanea crenata (kastanye), dan sejenis pohon ek Quercus acutissima. Batang dari tubuh buah sering melengkung, karena shiitake tumbuh ke atas dari permukaan batang kayu yang diberdirikan. Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas permukaan payung, sedangkan bagian bawah payung berwarna putih.&lt;br /&gt;Jamur beracun spesies Omphalotus guepiniformis[2] terlihat agak mirip dengan jamur shiitake sehingga banyak orang yang tertipu dan keracunan.&lt;br /&gt;Sejarah budidaya&lt;br /&gt;Shiitake juga dikenal dengan nama Jamur hitam China, karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budidaya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di zaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi.&lt;br /&gt;Di zaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis bahwa jamur shiitake bukan hanya bisa digunakan sebagai makanan tapi juga sebagai obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini.&lt;br /&gt;Penggunaan dalam masakan&lt;br /&gt;Jamur shiitake segar atau dalam bentuk kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara. Shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan.&lt;br /&gt;Sebagian orang lebih menyukai shiitake kering dibandingkan shiitake segar karena shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum (keras). Shiitake kering diproses dengan cara menjemur di bawah sinar matahari dan perlu direndam di dalam air sebelum dimasak. Kaldu dasar masakan Jepang yang disebut dashi didapat dari merendam shiitake kering di dalam air.&lt;br /&gt;Di Jepang, shiitake merupakan isi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon dan berbagai jenis masakan lain. Shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake.&lt;br /&gt;Rusia juga memproduksi shiitake dalam jumlah banyak dan dijual sebagai acar dalam kemasan botol.&lt;br /&gt;Hifa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa hifa Penicillium dengan tubuh buah&lt;br /&gt;Hifa (bahasa Latin: hypha, jamak hyphae) adalah struktur biologis berupa berkas-berkas halus yang merupakan bagian dari tubuh vegetatif berbagai fungi ("kerajaan jamur"). Hifa dapat dengan mudah dilihat dengan mata bila telah membentuk massa yang rapat dan membentuk koloni-koloni pada bagian tubuh organisme inang atau sisa-sisa organisme atau makanan, dikenal sebagai miselium (mycelium, jamak mycelia). Dapat dikatakan, hifa adalah bentuk tubuh jamur yang sesungguhnya. Struktur berbentuk mirip payung yang biasa dikenal orang sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai tubuh buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Bagi fungi, hifa memiliki peran yang sedikit banyak seperti akar dan daun pada tumbuhan sekaligus. Hifa tumbuh menyebar ke dalam tubuh atau semua bagian organisme. Bentuk hifa yang halus memperluas permukaan kontak dengan substrat (objek makanannya). Hifa kemudian melepaskan enzim atau substansi lain (khususnya pada fungi yang hidup pada jaringan hidup) pada substrat agar kemudian dihasilkan senyawa-senyawa kimia tertentu (terutama karbohidrat). Hifa kemudian kembali menyerap senyawa-senyawa kimia ini untuk dimanfaatkannya dalam metabolisme internal. Cara kerja semacam inilah yang menyebabkan fungi berbeda dengan eukariota lainnya, seperti tumbuhan (autotrof) atau hewan (sepenuhnya heterotrof). Fungi, dengan cara kerja hifa semacam ini, dikenal sebagai saprotrof.&lt;br /&gt;Seberkas hifa adalah sel tunggal. Satu koloni hifa yang dapat dianggap kumpulan sel-sel raksasa pada umumnya berbentuk lingkaran dengan diameter beberapa sentimeter. Namun demikian, bebrapa fungi/jamur hutan memiliki jaringan hifa hingga puluhan meter diameternya.&lt;br /&gt;Hifa dulu dipakai untuk membedakan kelas-kelas pada fungi. Fungi dengan hifa tidak bersekat (Phycomycetes, "jamur ganggang") dibedakan dari yang bersekat (Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes).&lt;br /&gt;Spora&lt;br /&gt;Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies. Fungsi spora sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi.&lt;br /&gt;Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.&lt;br /&gt;Jenis-jenis spora&lt;br /&gt;Pengertian spora berlaku umum, dalam arti tidak memandang bagaimana atau oleh spesies apa ia dibentuk. Akibatnya banyak istilah yang menggunakan kata ini. Penggunaan istilah spora meluas di lingkungan tumbuhan yang tidak berbiji (seperti paku-pakuan dan lumut-lumutan), fungi, Myxozoa, dan bakteri.&lt;br /&gt;Jenis spora menurut fungsi&lt;br /&gt;• Spora sebagai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.&lt;br /&gt;• Endospora dan eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.&lt;br /&gt;• Klamidospora (chlamydospore), fungsinya mirip dengan endospora, tetapi dihasilkan oleh fungi.&lt;br /&gt;• Zigospora sebagai alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan dapat tumbuh menjadi konidium atau zigosporangium.&lt;br /&gt;Beberapa istilah lain juga menggunakan kata spora, seperti sporozoit dan sporoblas namun sama sekali bukan spora.&lt;br /&gt;Jenis spora berdasarkan pembentukannnya&lt;br /&gt;Spora yang dihasilkan dari meiosis dinamakan meiospora dan yang dihasilkan dari mitosis dinamakan mitospora.&lt;br /&gt;• &lt;br /&gt;o Contoh penghasil meiospora: paku air, rane, tumbuhan lumut, tumbuhan berbiji. Meiospora menumbuhkan organisme haploid (disebut protonema pada tumbuhan lumut dan disebut protalus pada rane dan paku air) yang menghasilkan spermatozoid dan sel telur. Pada tumbuhan berbiji, meiospora tumbuh menjadi serbuk sari (pollen) dan kantung embrio.&lt;br /&gt;o Contoh penghasil mitospora: sebagian besar paku-pakuan, sebagian besar fungi. Pada paku-pakuan, mitospora tumbuh menjadi protalus yang setelah dewasa menjadi protalium.&lt;br /&gt;Tumbuhan lumut&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tumbuhan lumut dengan sporofit muda&lt;br /&gt;Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, "lumut").&lt;br /&gt;Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.&lt;br /&gt;Dalam bahasa sehari-hari, istilah "lumut" dapat merujuk pada beberapa divisio. Klasifikasi lama pun menggabungkan pula lumut hati dan lumut tanduk ke dalam Bryophyta, sehingga di dalam Bryophyta terangkum lumut tanduk, lumut hati, dan lumut sejati (Musci). Namun, perkembangan dalam taksonomi tumbuhan menunjukkan bahwa penggabungan ini parafiletik, sehingga diputuskan untuk memisahkan lumut hati dan lumut tanduk ke luar dari Bryophyta. Di dunia terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia[1]. Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat memiliki "taman lumut" yang mengoleksi berbagai tumbuhan lumut dan lumut hati dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia.&lt;br /&gt;Pergiliran keturunan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pergiliran keturunan tumbuhan lumut&lt;br /&gt;Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.&lt;br /&gt;Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.&lt;br /&gt;Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.&lt;br /&gt;Peran tumbuhan lumut dalam ekosistem&lt;br /&gt;Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.&lt;br /&gt;Manfaat tumbuhan lumut&lt;br /&gt;Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.&lt;br /&gt;Tumbuhan paku&lt;br /&gt;?Tumbuhan paku (Pteridophyta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Polystichum setiferum&lt;br /&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan: Plantae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi: Pteridophyta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas&lt;br /&gt;Psilotopsida&lt;br /&gt;Equisetopsida&lt;br /&gt;Marattiopsida&lt;br /&gt;Polypodiopsida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.&lt;br /&gt;Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara.&lt;br /&gt;Morfologi&lt;br /&gt;Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam, ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), epifit, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Ental yang masih muda selalu menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. Sering dijumpai tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain.&lt;br /&gt;Daur hidup (metagenesis)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda&lt;br /&gt;Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.&lt;br /&gt;Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio.&lt;br /&gt;Klasifikasi&lt;br /&gt;Secara tradisional, Pteridophyta mencakup semua kormofita berspora, kecuali lumut hati, lumut tanduk, dan tumbuhan lumut. Selain paku sejati (kelas Filicinae), termasuk di dalamnya paku ekor kuda (Equisetinae), rane dan paku kawat (Lycopodiinae), Psilotum (Psilotinae), serta Isoetes (Isoetinae). Sampai sekarang pun ilmu yang mempelajari kelompok-kelompok ini disebut pteridologi dan ahlinya disebut pteridolog.&lt;br /&gt;Smith et al. (2006)[1] mengajukan revisi yang cukup kuat berdasarkan data morfologi dan molekular. Berdasarkan klasifikasi terbaru ini, Lycophyta (rane, paku kawat, dan Isoetes) merupakan tumbuhan berpembuluh yang pertama kali terpisah dari yang lain, sedangkan paku-pakuan serta tumbuhan berbiji berada pada kelompok lain. Selanjutnya terlihat bahwa semua kormofita berspora yang tersisa tergabung dalam satu kelompok besar, yang layak dikatakan sebagai anggota divisio tumbuhan paku (Pteridophyta). Dari hasil revisi ini juga terlihat bahwa sejumlah paku-pakuan yang dulu dianggap sebagai paku primitif (seperti Psilotum) ternyata lebih dekat berkerabat dengan paku tunjuk langit (Helminthostachys), sementara paku ekor kuda (Equisetum') sama dekatnya dengan paku sejati terhadap Marattia.&lt;br /&gt;Dengan demikian, berdasarkan klasifikasi baru ini, tumbuhan paku dapat dikelompokkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;Divisio: Lycophyta&lt;br /&gt;dengan satu kelas: Lycopsida.&lt;br /&gt;Divisio: Pteridophyta&lt;br /&gt;dengan empat kelas monofiletik:&lt;br /&gt;• Psilotopsida, mencakup Ophioglossales.&lt;br /&gt;• Equisetopsida&lt;br /&gt;• Marattiopsida&lt;br /&gt;• Polypodiopsida (=Pteridopsida, Filicopsida)&lt;br /&gt;Divisi terakhir ini mencakup semua tumbuhan yang biasa dikenal sebagai paku sejati atau paku benar. Berikut adalah klasifikasi lengkap menurut Smith et al. (2006):&lt;br /&gt;Kelas Psilotopsida &lt;br /&gt;Bangsa Ophioglossales &lt;br /&gt;Suku Ophioglossaceae (termasuk Botrychiaceae, Helminthostachyaceae)&lt;br /&gt;Bangsa Psilotales &lt;br /&gt;Suku Psilotaceae (termasuk Tmesipteridaceae)&lt;br /&gt;Kelas Equisetopsida [=Sphenopsida] &lt;br /&gt;Bangsa Equisetales &lt;br /&gt;Suku Equisetaceae&lt;br /&gt;Kelas Marattiopsida &lt;br /&gt;Bangsa Marattiales &lt;br /&gt;Suku Marattiaceae (termasuk Angiopteridaceae, Christenseniaceae, Danaeaceae, Kaulfussiaceae)&lt;br /&gt;Kelas Polypodiopsida [=Filicopsida, Pteridopsida] &lt;br /&gt;Bangsa Osmundales &lt;br /&gt;Suku Osmundaceae&lt;br /&gt;Bangsa Hymenophyllales &lt;br /&gt;Suku Hymenophyllaceae (termasuk Trichomanaceae)&lt;br /&gt;Bangsa Gleicheniales &lt;br /&gt;Suku Gleicheniaceae (termasuk Dicranopteridaceae, Stromatopteridaceae)&lt;br /&gt;Suku Dipteridaceae (termasuk Cheiropleuriaceae)&lt;br /&gt;Suku Matoniaceae&lt;br /&gt;Bangsa Schizaeales &lt;br /&gt;Suku Lygodiaceae&lt;br /&gt;Suku Anemiaceae (termasuk Mohriaceae)&lt;br /&gt;Suku Schizaeaceae&lt;br /&gt;Bangsa Salviniales (paku air) &lt;br /&gt;Suku Marsileaceae (termasuk Pilulariaceae)&lt;br /&gt;Suku Salviniaceae (termasuk Azollaceae)&lt;br /&gt;Bangsa Cyatheales (paku pohon) &lt;br /&gt;Suku Thyrsopteridaceae&lt;br /&gt;Suku Loxomataceae&lt;br /&gt;Suku Culcitaceae&lt;br /&gt;Suku Plagiogyriaceae&lt;br /&gt;Suku Cibotiaceae&lt;br /&gt;Suku Cyatheaceae (termasuk Alsophilaceae, Hymenophyllopsidaceae)&lt;br /&gt;Suku Dicksoniaceae (termasuk Lophosoriaceae)&lt;br /&gt;Suku Metaxyaceae&lt;br /&gt;Bangsa Polypodiales &lt;br /&gt;Suku Lindsaeaceae (termasuk Cystodiaceae, Lonchitidaceae)&lt;br /&gt;Suku Saccolomataceae&lt;br /&gt;Suku Dennstaedtiaceae (termasuk Hypolepidaceae, Monachosoraceae, Pteridiaceae)&lt;br /&gt;Suku Pteridaceae (termasuk Acrostichaceae, Actiniopteridaceae, Adiantaceae, Anopteraceae, Antrophyaceae, Ceratopteridaceae, Cheilanthaceae, Cryptogrammaceae, Hemionitidaceae, Negripteridaceae, Parkeriaceae, Platyzomataceae, Sinopteridaceae, Taenitidaceae, Vittariaceae)&lt;br /&gt;Suku Aspleniaceae&lt;br /&gt;Suku Thelypteridaceae&lt;br /&gt;Suku Woodsiaceae (termasuk Athyriaceae, Cystopteridaceae)&lt;br /&gt;Suku Blechnaceae (termasuk Stenochlaenaceae)&lt;br /&gt;Suku Onocleaceae&lt;br /&gt;Suku Dryopteridaceae (termasuk Aspidiaceae, Bolbitidaceae, Elaphoglossaceae, Hypodematiaceae, Peranemataceae)&lt;br /&gt;Suku Lomariopsidaceae (termasuk Nephrolepidaceae&lt;br /&gt;Suku Tectariaceae&lt;br /&gt;Suku Oleandraceae&lt;br /&gt;Suku Davalliaceae&lt;br /&gt;Suku Polypodiaceae (termasuk Drynariaceae, Grammitidaceae, Gymnogrammitidaceae, Loxogrammaceae, Platyceriaceae, Pleurisoriopsidaceae)&lt;br /&gt;Paku air&lt;br /&gt;?Paku air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Marsilea drummondii&lt;br /&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan: Plantae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi: Pteridophyta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas: Polypodiopsida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo: Salviniales&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku&lt;br /&gt;• Marsileaceae (semanggi dan Pilularia)&lt;br /&gt;• Salviniaceae (kiambang dan Azolla)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paku air merupakan nama sekelompok paku-pakuan berukuran kecil yang termasuk dalam bangsa Salviniales (dulu dinamakan Hydropteridales) yang kesemuanya hidup berasosiasi dengan air, baik mengapung atau tumbuh di tempat tergenang. Namun demikian, paku laut (Acrostichum aureum) dan paku rawa tidak termasuk bangsa ini walaupun hidup di air.&lt;br /&gt;Ordo ini terdiri dari dua suku: Marsileaceae (paku air berakar) dan Salviniaceae (paku air mengapung). Semua paku air bersifat heterospor: menghasilkan dua macam spora yang berbeda ukuran dan kelaminnya.&lt;br /&gt;Contoh spesies yang termasuk di dalamnya:&lt;br /&gt;• Semanggi (Marsilea spp.)&lt;br /&gt;• Kiambang (Salvinia spp.)&lt;br /&gt;• Azolla (Azolla spp.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-4900305306698820053?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/4900305306698820053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/tumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4900305306698820053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4900305306698820053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/11/tumbuhan.html' title='tumbuhan'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-5755151748634448996</id><published>2009-10-29T02:09:00.000+07:00</published><updated>2009-10-29T02:14:42.099+07:00</updated><title type='text'>Gadis manis</title><content type='html'>Gadis manis bersenyum manis, meski terlalu singkat senyum itu berakhir, gadis manis pujaan hati berseru cinta dalam kehidupan, menari dalam keindahan. Gadis manis tersenyum dalam tawa dan canda, bernama satu de'afni intania, satu kata dalam cinta, satu ungkapan dari hati. I Love U Full.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-5755151748634448996?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/5755151748634448996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/10/gadis-manis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/5755151748634448996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/5755151748634448996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/10/gadis-manis.html' title='Gadis manis'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-4736591037746476157</id><published>2009-10-29T02:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-29T02:09:20.088+07:00</updated><title type='text'>Cinta sebelah tangan</title><content type='html'>Aku cinta kepada seorang wanita,tetapi aku tak pernah berani untuk mengungkapkan perasaanku. Hingga kini aku masih sendiri terpuruk dalam sepi menerka gelap kehidupan bersemayam dalam mimpi. De'afni gadis manis tercinta, aku tak mampu katakan cinta, hanya lewat salam merpati aku katakan bahwa aku cinta dirimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-4736591037746476157?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/4736591037746476157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/10/cinta-sebelah-tangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4736591037746476157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/4736591037746476157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/10/cinta-sebelah-tangan.html' title='Cinta sebelah tangan'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-914920316960689034</id><published>2009-09-12T08:26:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T08:33:39.382+07:00</updated><title type='text'>biologi</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: 120%; line-height: 2em;"&gt;&lt;b&gt;Neuron cell&lt;/b&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="center"&gt; &lt;div class="floatnone"&gt;&lt;a href="http://en.wikiversity.org/wiki/File:Complete_neuron_cell_diagram_en.svg" class="image" title="Complete neuron cell diagram en.svg"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Complete_neuron_cell_diagram_en.svg/420px-Complete_neuron_cell_diagram_en.svg.png" width="420" height="306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;table style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" cellpadding="5"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   This is a diagram of a neuron cell. Neurons (also known as neurones or nerve cells) are electrically excitable cells in the nervous system that process and transmit information. Click on the image for a full size version which you can freely re-use and modify. Print it and use it for your lessons, integrate it into your pages on Wikiversity, or use it in other learning resources and websites. Use the links below to find more images like this one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Organelle&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Jump to: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#column-one"&gt;navigation&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#searchInput"&gt;search&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;p&gt;In &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_biology" title="Cell biology"&gt;cell biology&lt;/a&gt;, an &lt;b&gt;organelle&lt;/b&gt; (pronounced &lt;span title="Pronunciation in the International Phonetic Alphabet (IPA)" class="IPA"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:IPA_for_English" title="Wikipedia:IPA for English"&gt;/ɔrɡəˈnɛl/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;) is a specialized subunit within a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29" title="Cell (biology)"&gt;cell&lt;/a&gt; that has a specific function, and is usually separately enclosed within its own &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipid&lt;/a&gt; membrane.&lt;/p&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 352px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="image" title="A typical animal cell. Within the cytoplasm, the major organelles and cellular structures include: (1) nucleolus (2) nucleus (3) ribosome (4) vesicle (5) rough endoplasmic reticulum (6) Golgi apparatus (7) cytoskeleton (8) smooth endoplasmic reticulum (9) mitochondria (10) vacuole (11) cytosol (12) lysosome (13) centriole."&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/Biological_cell.svg/350px-Biological_cell.svg.png" class="thumbimage" width="350" height="213" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; A typical animal cell. Within the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt;, the major organelles and cellular structures include: (1) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;nucleolus&lt;/a&gt; (2) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt; (3) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt; (4) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;vesicle&lt;/a&gt; (5) rough &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (6) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt; (7) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt; (8) smooth &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (9) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; (10) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;vacuole&lt;/a&gt; (11) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt; (12) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;lysosome&lt;/a&gt; (13) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centriole&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The name &lt;i&gt;organelle&lt;/i&gt; comes from the idea that these structures are to cells what an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomy%29" title="Organ (anatomy)"&gt;organ&lt;/a&gt; is to the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Body" title="Body"&gt;body&lt;/a&gt; (hence the name &lt;i&gt;organelle,&lt;/i&gt; the suffix &lt;i&gt;-elle&lt;/i&gt; being a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diminutive" title="Diminutive"&gt;diminutive&lt;/a&gt;). Organelles are identified by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microscopy" title="Microscopy"&gt;microscopy&lt;/a&gt;, and can also be purified by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_fractionation" title="Cell fractionation"&gt;cell fractionation&lt;/a&gt;. There are many types of organelles, particularly in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; cells. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;Prokaryotes&lt;/a&gt; were once thought not to have organelles, but some examples have now been identified.&lt;sup id="cite_ref-pref_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-pref-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Contents"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Contents&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;show&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul style="display: none;"&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#History_and_Terminology"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;History and Terminology&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#Examples"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Examples&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#Eukaryotic_organelles"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Eukaryotic organelles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#Prokaryotic_organelles"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Prokaryotic organelles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#See_also"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;See also&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#References"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;References&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#Bibliography"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Bibliography&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#External_links"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;External links&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "show"; var tocHideText = "hide"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="History_and_Terminology" id="History_and_Terminology"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Organelle&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Edit section: History and Terminology"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;History and Terminology&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;In biology, &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomy%29" title="Organ (anatomy)"&gt;organs&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; are defined as confined functional units within an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organism" title="Organism"&gt;organism&lt;/a&gt;. The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Analogy" title="Analogy"&gt;analogy&lt;/a&gt; of bodily organs to microscopic cellular substructures is obvious, as from even early works, authors of respective textbooks rarely elaborate on the distinction between the two.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Credited as the first&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-1"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;2&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-2"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;3&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-3"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;4&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; to use a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diminutive" title="Diminutive"&gt;diminutive&lt;/a&gt; of &lt;i&gt;organ&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;i.e.&lt;/i&gt; little organ) for cellular structures was German zoologist &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karl_August_M%C3%B6bius" title="Karl August Möbius" class="mw-redirect"&gt;Karl August Möbius&lt;/a&gt; (1884), who used the term "organula" &lt;sup id="cite_ref-4" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-4"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;5&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; (plural form of &lt;i&gt;organulum&lt;/i&gt;, the diminutive of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latin" title="Latin"&gt;latin&lt;/a&gt; &lt;i&gt;organum&lt;/i&gt;). From the context, it is clear that he referred to reproduction related structures of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protist" title="Protist"&gt;protists&lt;/a&gt;. In a footnote, which was published as a correction in the next issue of the journal, he justified his suggestion to call organs of unicellular organisms "organella" since they are only differently formed parts of one cell, in contrast to multicellular organs of multicellular organisms. Thus, the original definition was limited to structures of unicellular organisms.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It would take several years before &lt;i&gt;organulum&lt;/i&gt;, or the later term &lt;i&gt;organelle&lt;/i&gt;, became accepted and expanded in meaning to include subcellular structures in multicellular organisms. Books around 1900 from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Valentin_H%C3%A4cker&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Valentin Häcker (page does not exist)"&gt;Valentin Häcker&lt;/a&gt;,&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-5"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;6&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edmund_Beecher_Wilson" title="Edmund Beecher Wilson"&gt;Edmund Wilson&lt;/a&gt;&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-6"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;7&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oscar_Hertwig" title="Oscar Hertwig"&gt;Oscar Hertwig&lt;/a&gt;&lt;sup id="cite_ref-7" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-7"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;8&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; still referred to cellular &lt;i&gt;organs&lt;/i&gt;. Later, both terms came to be used side by side: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bengt_Lidforss" title="Bengt Lidforss"&gt;Bengt Lidforss&lt;/a&gt; wrote 1915 (in German) about "Organs or Organells".&lt;sup id="cite_ref-8" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-8"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;9&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Around 1920, the term organelle was used to describe propulsion structures ("motor organelle complex", i.e., &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagella" title="Flagella" class="mw-redirect"&gt;flagella&lt;/a&gt; and their anchoring)&lt;sup id="cite_ref-9" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-9"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;10&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; and other protist structures, such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ciliates" title="Ciliates" class="mw-redirect"&gt;ciliates&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-10" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-10"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;11&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Alfred_K%C3%BChn&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Alfred Kühn (page does not exist)"&gt;Alfred Kühn&lt;/a&gt; wrote about &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centrioles&lt;/a&gt; as division organelles, although he stated that, for &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vahlkampfia" title="Vahlkampfia"&gt;Vahlkampfias&lt;/a&gt;, the alternative 'organelle' or 'product of structural build-up' had not yet been decided, without explaining the difference between the alternatives.&lt;sup id="cite_ref-11" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-11"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;12&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In his 1953 textbook, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Max_Hartmann&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Max Hartmann (page does not exist)"&gt;Max Hartmann&lt;/a&gt; used the term for extracellular (pellicula, shells, cell walls) and intracellular skeletons of protists.&lt;sup id="cite_ref-12" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-12"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;13&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Later, the now-widely-used&lt;sup id="cite_ref-13" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-13"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;14&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-14" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-14"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;15&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-15" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-15"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;16&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-16" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-16"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;17&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; definition of organelle emerged, after which only cellular structures with surrounding &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biological_membrane" title="Biological membrane"&gt;membrane&lt;/a&gt; had been considered organelles. However, the more original definition of subcellular functional unit in general still coexists.&lt;sup id="cite_ref-17" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-17"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;18&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-clam_18-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-clam-18"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;19&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In 1978, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Frey-Wyssling" title="Albert Frey-Wyssling"&gt;Albert Frey-Wyssling&lt;/a&gt; suggested that the term organelle should refer only to structures that convert energy, such as centrosomes, ribosomes, and nucleoli.&lt;sup id="cite_ref-afw_19-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-afw-19"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;20&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-20" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-20"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;21&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; This new definition, however, did not win wide recognition.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Examples" id="Examples"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Organelle&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Edit section: Examples"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Examples&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;While most cell biologists consider the term &lt;b&gt;organelle&lt;/b&gt; to be synonymous with "&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_compartment" title="Cell compartment" class="mw-redirect"&gt;cell compartment&lt;/a&gt;," other cell biologists choose to limit the term organelle to include only those that are DNA-containing, having originated from formerly-autonomous microscopic organisms acquired via &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiosis" title="Endosymbiosis" class="mw-redirect"&gt;endosymbiosis&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-21" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-21"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;22&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-22" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-22"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;23&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-23" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-23"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;24&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The most notable of these organelles having originated from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiont" title="Endosymbiont"&gt;endosymbiont&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacterium" title="Bacterium" class="mw-redirect"&gt;bacteria&lt;/a&gt; are:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; (in almost all eukaryotes)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; (in plants, algae and protists).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Other organelles are also suggested to have endosymbiotic origins, (notably the flagellum - see &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution_of_flagella" title="Evolution of flagella"&gt;evolution of flagella&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Under the more restricted definition of membrane-bound structures, some parts of the cell do not qualify as organelles. Nevertheless, the use of organelle to refer to non-membrane bound structures such as ribosomes is quite common&lt;sup id="cite_ref-24" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-24"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;25&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. This has led some texts to delineate between membrane-bound and non-membrane bound organelles&lt;sup id="cite_ref-25" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-25"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;26&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. These structures are large assemblies of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Macromolecule" title="Macromolecule"&gt;macromolecules&lt;/a&gt; that carry out particular and specialized functions, but they lack membrane boundaries. Such cell structures include:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagellum" title="Flagellum"&gt;flagellum&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centriole&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule-organizing_center" title="Microtubule-organizing center" class="mw-redirect"&gt;microtubule-organizing center&lt;/a&gt; (MTOC).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Eukaryotic_organelles" id="Eukaryotic_organelles"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Organelle&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Edit section: Eukaryotic organelles"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Eukaryotic organelles&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotes" title="Eukaryotes" class="mw-redirect"&gt;Eukaryotes&lt;/a&gt; are one of the most structurally complex cell type, and by definition are in part organized by smaller interior compartments, that are themselves enclosed by lipid membranes that resemble the outermost &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;cell membrane&lt;/a&gt;. The larger organelles, such as the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuoles" title="Vacuoles" class="mw-redirect"&gt;vacuoles&lt;/a&gt;, are easily visible with the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Light_microscope" title="Light microscope" class="mw-redirect"&gt;light microscope&lt;/a&gt;. They were among the first biological discoveries made after the invention of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microscope" title="Microscope"&gt;microscope&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Not all &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotes" title="Eukaryotes" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic cells&lt;/a&gt; have every one of the organelles listed below. Exceptional organisms have cells which do not include some organelles that might otherwise be considered universal to eukaryotes (such as mitochondria).&lt;sup id="cite_ref-26" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-26"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;27&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; There are also occasional exceptions to the number of membranes surrounding organelles, listed in the tables below (e.g., some that are listed as double-membrane are sometimes found with single or triple membranes). In addition, the number of individual organelles of each type found in a given cell varies depending upon the function of that cell.&lt;/p&gt; &lt;table class="wikitable" align="center"&gt; &lt;caption&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Major eukaryotic organelles&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt;Organelle&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Main function&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Structure&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Organisms&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Notes&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplast&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plastid" title="Plastid"&gt;plastid&lt;/a&gt;)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis" title="Photosynthesis"&gt;photosynthesis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;plants, protists &lt;small&gt;(rare &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kleptoplasty" title="Kleptoplasty"&gt;kleptoplastic organisms&lt;/a&gt;)&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;has some genes; theorized to be engulfed by the ancestral eukaryotic cell (endosymbiosis)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;translation and folding of new proteins (rough endoplasmic reticulum), expression of lipids (smooth endoplasmic reticulum)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;td&gt;rough endoplasmic reticulum is covered with ribosomes, has folds that are flat sacs; smooth endoplasmic reticulum has folds that are tubular&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;sorting and modification of proteins&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;td&gt;cis-face (convex) nearest to rough endoplasmic reticulum; trans-face (concave) farthest from rough endoplasmic reticulum&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondrion&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;energy production&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;most eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;td&gt;has some DNA; theorized to be engulfed by the ancestral eukaryotic cell (endosymbiosis)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;vacuole&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;storage, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Homeostasis" title="Homeostasis"&gt;homeostasis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;DNA maintenance, RNA &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcription&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;td&gt;has bulk of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genome" title="Genome"&gt;genome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Mitochondria and chloroplasts, which have double-membranes and their own &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt;, are believed to have originated from incompletely consumed or invading &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryotes" title="Prokaryotes" class="mw-redirect"&gt;prokaryotic organisms&lt;/a&gt;, which were adopted as a part of the invaded cell. This idea is supported in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory" title="Endosymbiotic theory"&gt;Endosymbiotic theory&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;table class="wikitable" align="center"&gt; &lt;caption&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Minor eukaryotic organelles and cell components&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt;Organelle/Macromolecule&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Main function&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Structure&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Organisms&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Acrosome" title="Acrosome"&gt;acrosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;helps spermatoza fuse with ovum&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;many animals&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Autophagy_%28cellular%29" title="Autophagy (cellular)"&gt;autophagosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;vesicle which sequesters cytoplasmic material and organelles for degradation&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotic cells&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centriole&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;anchor for &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule" title="Microtubule"&gt;Microtubule&lt;/a&gt; protein&lt;/td&gt; &lt;td&gt;animals&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cilium" title="Cilium"&gt;cilium&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;movement in or of external medium; "critical developmental signaling pathway"&lt;sup id="cite_ref-badano2006_27-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-badano2006-27"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;28&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule" title="Microtubule"&gt;Microtubule&lt;/a&gt; protein&lt;/td&gt; &lt;td&gt;animals, protists, few plants&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eyespot_apparatus" title="Eyespot apparatus"&gt;eyespot apparatus&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;detects light, allowing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Phototaxis" title="Phototaxis"&gt;phototaxis&lt;/a&gt; to take place&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Green_algae" title="Green algae"&gt;green algae&lt;/a&gt; and other unicellular &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis" title="Photosynthesis"&gt;photosynthetic&lt;/a&gt; organisms such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Euglenids" title="Euglenids" class="mw-redirect"&gt;euglenids&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glycosome" title="Glycosome"&gt;glycosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;carries out &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glycolysis" title="Glycolysis"&gt;glycolysis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Some &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protozoa" title="Protozoa"&gt;protozoa&lt;/a&gt;, such as &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trypanosome" title="Trypanosome"&gt;Trypanosomes&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glyoxysome" title="Glyoxysome"&gt;glyoxysome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;conversion of fat into sugars&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;plants&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogenosome" title="Hydrogenosome"&gt;hydrogenosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;energy &amp;amp; hydrogen production&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;a few unicellular eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;lysosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;breakdown of large molecules (e.g., proteins + polysaccharides)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;most eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Melanosome" title="Melanosome"&gt;melanosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;pigment storage&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;animals&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitosome" title="Mitosome"&gt;mitosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;not characterized&lt;/td&gt; &lt;td&gt;double-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;a few unicellular eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Myofibril" title="Myofibril"&gt;myofibril&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;muscular contraction&lt;/td&gt; &lt;td&gt;bundled filaments&lt;/td&gt; &lt;td&gt;animals&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;nucleolus&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;ribosome production&lt;/td&gt; &lt;td&gt;protein-DNA-RNA&lt;/td&gt; &lt;td&gt;most eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Parenthesome" title="Parenthesome"&gt;parenthesome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;not characterized&lt;/td&gt; &lt;td&gt;not characterized&lt;/td&gt; &lt;td&gt;fungi&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peroxisome" title="Peroxisome"&gt;peroxisome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;breakdown of metabolic hydrogen peroxide&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Translation_%28genetics%29" title="Translation (genetics)"&gt;translation&lt;/a&gt; of RNA into proteins&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RNA-protein&lt;/td&gt; &lt;td&gt;eukaryotes, prokaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;vesicle&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;material transport&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single-membrane compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;all eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Other related structures:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endomembrane_system" title="Endomembrane system"&gt;endomembrane system&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleosome" title="Nucleosome"&gt;nucleosome&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule" title="Microtubule"&gt;microtubule&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;cell membrane&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 352px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Carboxysomes_EM.jpg" class="image" title="(A) Electron micrograph of Halothiobacillus neapolitanus cells, arrows highlight carboxysomes. (B) Image of intact carboxysomes isolated from H. neapolitanus. Scale bars are 100 nm.[29]"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Carboxysomes_EM.jpg/350px-Carboxysomes_EM.jpg" class="thumbimage" width="350" height="127" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Carboxysomes_EM.jpg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; (A) Electron micrograph of &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Halothiobacillus" title="Halothiobacillus"&gt;Halothiobacillus neapolitanus&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; cells, arrows highlight &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carboxysome" title="Carboxysome"&gt;carboxysomes&lt;/a&gt;. (B) Image of intact carboxysomes isolated from &lt;i&gt;H. neapolitanus&lt;/i&gt;. Scale bars are 100 nm.&lt;sup id="cite_ref-28" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-28"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;29&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Prokaryotic_organelles" id="Prokaryotic_organelles"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Organelle&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Edit section: Prokaryotic organelles"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Prokaryotic organelles&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;Prokaryotes&lt;/a&gt; are not as structurally complex as eukaryotes, and were once thought not to have any internal structures enclosed by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid_bilayer" title="Lipid bilayer"&gt;lipid membranes&lt;/a&gt;. In the past, they were often viewed as having little internal organization; but, slowly, details are emerging about prokaryotic internal structures. An early false turn was the idea developed in the 1970s that bacteria might contain membrane folds termed &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mesosome" title="Mesosome"&gt;mesosomes&lt;/a&gt;, but these were later shown to be artifacts produced by the chemicals used to prepare the cells for &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Electron_microscopy" title="Electron microscopy" class="mw-redirect"&gt;electron microscopy&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-29" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-29"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;30&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;However, more recent research has revealed that at least some prokaryotes have &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacterial_microcompartment" title="Bacterial microcompartment"&gt;microcompartments&lt;/a&gt; such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carboxysome" title="Carboxysome"&gt;carboxysomes&lt;/a&gt;. These subcellular compartments are 100 - 200 nm in diameter and are enclosed by a shell of proteins.&lt;sup id="cite_ref-pref_0-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-pref-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Even more striking is the description of membrane-bound magnetosomes in bacteria,&lt;sup id="cite_ref-30" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-30"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;31&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-31" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-31"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;32&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; as well as the nucleus-like structures of the &lt;i&gt;Planctomycetes&lt;/i&gt; that are surrounded by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid_bilayer" title="Lipid bilayer"&gt;lipid membranes&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-32" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle#cite_note-32"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;33&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="wikitable" align="center"&gt;&lt;caption&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Prokaryotic organelles and cell components&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt;Organelle/Macromolecule&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Main function&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Structure&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Organisms&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carboxysome" title="Carboxysome"&gt;carboxysome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carbon_fixation" title="Carbon fixation"&gt;carbon fixation&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;protein-shell compartment&lt;/td&gt; &lt;td&gt;some bacteria&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorosome" title="Chlorosome"&gt;chlorosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis" title="Photosynthesis"&gt;photosynthesis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;light harvesting complex&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Green_sulfur_bacteria" title="Green sulfur bacteria"&gt;green sulfur bacteria&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagellum" title="Flagellum"&gt;flagellum&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;movement in external medium&lt;/td&gt; &lt;td&gt;protein filament&lt;/td&gt; &lt;td&gt;some prokaryotes and eukaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magnetosome" title="Magnetosome"&gt;magnetosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;magnetic orientation&lt;/td&gt; &lt;td&gt;inorganic crystal, lipid membrane&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magnetotactic_bacteria" title="Magnetotactic bacteria"&gt;magnetotactic bacteria&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleoid" title="Nucleoid"&gt;nucleoid&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;DNA maintenance, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcription&lt;/a&gt; to RNA&lt;/td&gt; &lt;td&gt;DNA-protein&lt;/td&gt; &lt;td&gt;prokaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plasmid" title="Plasmid"&gt;plasmid&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;DNA exchange&lt;/td&gt; &lt;td&gt;circular DNA&lt;/td&gt; &lt;td&gt;some bacteria&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Translation_%28genetics%29" title="Translation (genetics)"&gt;translation&lt;/a&gt; of RNA into proteins&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RNA-protein&lt;/td&gt; &lt;td&gt;eukaryotes, prokaryotes&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thylakoid" title="Thylakoid"&gt;thylakoid&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis" title="Photosynthesis"&gt;photosynthesis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;photosystem proteins and pigments&lt;/td&gt; &lt;td&gt;mostly cyanobacteria&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Cell (biology)&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Jump to: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#column-one"&gt;navigation&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#searchInput"&gt;search&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cork_Micrographia_Hooke.png" class="image" title="Drawing of the structure of cork as it appeared under the microscope to Robert Hooke from Micrographia which is the origin of the word &amp;quot;cell&amp;quot; being used to describe the smallest unit of a living organism"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/17/Cork_Micrographia_Hooke.png/180px-Cork_Micrographia_Hooke.png" class="thumbimage" width="180" height="260" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cork_Micrographia_Hooke.png" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Drawing of the structure of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cork_cambium" title="Cork cambium"&gt;cork&lt;/a&gt; as it appeared under the microscope to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Hooke" title="Robert Hooke"&gt;Robert Hooke&lt;/a&gt; from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micrographia" title="Micrographia"&gt;Micrographia&lt;/a&gt; which is the origin of the word "&lt;b&gt;cell&lt;/b&gt;" being used to describe the smallest unit of a living organism&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Epithelial-cells.jpg" class="image" title="Cells in culture, stained for keratin (red) and DNA (green)"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Epithelial-cells.jpg/180px-Epithelial-cells.jpg" class="thumbimage" width="180" height="180" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Epithelial-cells.jpg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Cells in culture, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Staining_%28biology%29" title="Staining (biology)" class="mw-redirect"&gt;stained&lt;/a&gt; for &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keratin" title="Keratin"&gt;keratin&lt;/a&gt; (red) and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; (green)&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The &lt;b&gt;cell&lt;/b&gt; is the structural and functional unit of all known &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Life" title="Life"&gt;living&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organism" title="Organism"&gt;organisms&lt;/a&gt;. It is the smallest unit of an organism that is classified as living, and is often called the building block of life.&lt;sup id="cite_ref-Alberts2002_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-Alberts2002-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Some organisms, such as most &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacteria" title="Bacteria"&gt;bacteria&lt;/a&gt;, are &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicellular" title="Unicellular" class="mw-redirect"&gt;unicellular&lt;/a&gt; (consist of a single cell). Other organisms, such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Human" title="Human"&gt;humans&lt;/a&gt;, are &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multicellular" title="Multicellular" class="mw-redirect"&gt;multicellular&lt;/a&gt;. (Humans have an estimated 100 trillion or 10&lt;sup&gt;14&lt;/sup&gt; cells; a typical cell size is 10 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micrometre" title="Micrometre"&gt;µm&lt;/a&gt;; a typical cell mass is 1 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nanogram" title="Nanogram" class="mw-redirect"&gt;nanogram&lt;/a&gt;.) The largest known cell is an unfertilized &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ostrich" title="Ostrich"&gt;ostrich&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ovum" title="Ovum"&gt;egg cell&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-1"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;2&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In 1835 before the final cell theory was developed, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jan_Evangelista_Purkyn%C4%9B" title="Jan Evangelista Purkyně"&gt;Jan Evangelista Purkyně&lt;/a&gt; observed small "granules" while looking at the plant tissue through a microscope. The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_theory" title="Cell theory"&gt;cell theory&lt;/a&gt;, first developed in 1839 by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Matthias_Jakob_Schleiden" title="Matthias Jakob Schleiden"&gt;Matthias Jakob Schleiden&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Theodor_Schwann" title="Theodor Schwann"&gt;Theodor Schwann&lt;/a&gt;, states that all organisms are composed of one or more cells, that all cells come from preexisting cells, that vital functions of an organism occur within cells, and that all cells contain the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genetics" title="Genetics"&gt;hereditary information&lt;/a&gt; necessary for regulating cell functions and for transmitting information to the next generation of cells.&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-2"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;3&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The word &lt;i&gt;cell&lt;/i&gt; comes from the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latin" title="Latin"&gt;Latin&lt;/a&gt; &lt;i&gt;cellula&lt;/i&gt;, meaning, a small room. The descriptive name for the smallest living biological structure was chosen by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Hooke" title="Robert Hooke"&gt;Robert Hooke&lt;/a&gt; in a book he published in 1665 when he compared the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cork_%28material%29" title="Cork (material)" class="mw-redirect"&gt;cork&lt;/a&gt; cells he saw through his microscope to the small rooms monks lived in.&lt;sup id="cite_ref-Hooke_3-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-Hooke-3"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;4&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Contents"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Contents&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;show&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul style="display: none;"&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#General_principles"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;General principles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Anatomy_of_cells"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Anatomy of cells&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Prokaryotic_cells"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Prokaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Eukaryotic_cells"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Eukaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Subcellular_components"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Subcellular components&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Cell_membrane:_A_cell.27s_defining_boundary"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cell membrane: A cell's defining boundary&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Cytoskeleton:_A_cell.27s_scaffold"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cytoskeleton: A cell's scaffold&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Genetic_material"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Genetic material&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Organelles"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3.4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Organelles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Structures_outside_the_cell_wall"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Structures outside the cell wall&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Capsule"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Capsule&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Flagella"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Flagella&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Fimbriae_.28pili.29"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Fimbriae (pili)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Cell_functions"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cell functions&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Cell_growth_and_metabolism"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cell growth and metabolism&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Creation_of_new_cells"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Creation of new cells&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Protein_synthesis"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Protein synthesis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Cell_movement_or_motility"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cell movement or motility&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Evolution"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Evolution&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Origin_of_the_first_cell"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Origin of the first cell&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Origin_of_eukaryotic_cells"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Origin of eukaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#History"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;8&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;History&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#See_also"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;9&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;See also&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#References"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;10&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;References&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#External_links"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;11&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;External links&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#Textbooks"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;11.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Textbooks&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "show"; var tocHideText = "hide"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="General_principles" id="General_principles"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Edit section: General principles"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;General principles&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cellsize.jpg" class="image" title="Mouse cells grown in a culture dish. These cells grow in large clumps, but each individual cell is about 10 micrometres across"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/64/Cellsize.jpg/180px-Cellsize.jpg" class="thumbimage" width="180" height="116" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Cellsize.jpg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mouse" title="Mouse"&gt;Mouse&lt;/a&gt; cells grown in a culture dish. These cells grow in large clumps, but each individual cell is about 10 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micrometre" title="Micrometre"&gt;micrometres&lt;/a&gt; across&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;Each cell is at least somewhat self-contained and self-maintaining: it can take in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nutrient" title="Nutrient"&gt;nutrients&lt;/a&gt;, convert these nutrients into energy, carry out specialized functions, and reproduce as necessary. Each cell stores its own set of instructions for carrying out each of these activities.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;All cells have several different abilities:&lt;sup id="cite_ref-AlbertsCh1_4-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-AlbertsCh1-4"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;5&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Reproduction by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_division" title="Cell division"&gt;cell division&lt;/a&gt;: (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_fission" title="Binary fission"&gt;binary fission&lt;/a&gt;/&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;mitosis&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Meiosis" title="Meiosis"&gt;meiosis&lt;/a&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Use of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enzyme" title="Enzyme"&gt;enzymes&lt;/a&gt; and other &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;proteins&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_code" title="Genetic code"&gt;coded for&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gene" title="Gene"&gt;genes&lt;/a&gt; and made via &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Messenger_RNA" title="Messenger RNA"&gt;messenger RNA&lt;/a&gt; intermediates and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomes&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metabolism" title="Metabolism"&gt;Metabolism&lt;/a&gt;, including taking in raw materials, building cell components, converting &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Energy" title="Energy"&gt;energy&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Molecule" title="Molecule"&gt;molecules&lt;/a&gt; and releasing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/By-product" title="By-product"&gt;by-products&lt;/a&gt;. The functioning of a cell depends upon its ability to extract and use chemical energy stored in organic molecules. This energy is released and then used in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metabolic_pathway" title="Metabolic pathway"&gt;metabolic pathways&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Response to external and internal &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Signal_transduction" title="Signal transduction"&gt;stimuli&lt;/a&gt; such as changes in temperature, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/PH" title="PH"&gt;pH&lt;/a&gt; or levels of nutrients.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cell contents are contained within a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;cell surface membrane&lt;/a&gt; that is made from a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid_bilayer" title="Lipid bilayer"&gt;lipid bilayer&lt;/a&gt; with proteins embedded in it.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Some &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryotic" title="Prokaryotic" class="mw-redirect"&gt;prokaryotic&lt;/a&gt; cells contain important internal membrane-bound compartments,&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-5"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;6&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; but &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotic" title="Eukaryotic" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; cells have a specialized set of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endomembrane_system" title="Endomembrane system"&gt;internal membrane compartments&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Anatomy_of_cells" id="Anatomy_of_cells"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Edit section: Anatomy of cells"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Anatomy of cells&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;There are two types of cells: eukaryotic and prokaryotic. Prokaryotic cells are usually independent, while eukaryotic cells are often found in multicellular organisms.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Prokaryotic_cells" id="Prokaryotic_cells"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Edit section: Prokaryotic cells"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Prokaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;Prokaryote&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 402px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Average_prokaryote_cell-_en.svg" class="image" title="Diagram of a typical prokaryotic cell"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5a/Average_prokaryote_cell-_en.svg/400px-Average_prokaryote_cell-_en.svg.png" class="thumbimage" width="400" height="326" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Average_prokaryote_cell-_en.svg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Diagram of a typical &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryotic" title="Prokaryotic" class="mw-redirect"&gt;prokaryotic&lt;/a&gt; cell&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;prokaryote&lt;/a&gt; cell is simpler than a eukaryote cell, lacking a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt; and most of the other &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt; of eukaryotes. There are two kinds of prokaryotes: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacteria" title="Bacteria"&gt;bacteria&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaea&lt;/a&gt;; these share a similar overall structure.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A prokaryotic cell has three architectural regions:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;on the outside, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagella" title="Flagella" class="mw-redirect"&gt;flagella&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pilus" title="Pilus"&gt;pili&lt;/a&gt; project from the cell's surface. These are structures (not present in all prokaryotes) made of proteins that facilitate movement and communication between cells;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;enclosing the cell is the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_envelope" title="Cell envelope"&gt;cell envelope&lt;/a&gt; – generally consisting of a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_wall" title="Cell wall"&gt;cell wall&lt;/a&gt; covering a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plasma_membrane" title="Plasma membrane" class="mw-redirect"&gt;plasma membrane&lt;/a&gt; though some bacteria also have a further covering layer called a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacterial_capsule" title="Bacterial capsule"&gt;capsule&lt;/a&gt;. The envelope gives rigidity to the cell and separates the interior of the cell from its environment, serving as a protective filter. Though most prokaryotes have a cell wall, there are exceptions such as &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mycoplasma" title="Mycoplasma"&gt;Mycoplasma&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (bacteria) and &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thermoplasma" title="Thermoplasma"&gt;Thermoplasma&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (archaea)). The cell wall consists of &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peptidoglycan" title="Peptidoglycan"&gt;peptidoglycan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; in bacteria, and acts as an additional barrier against exterior forces. It also prevents the cell from expanding and finally bursting (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytolysis" title="Cytolysis"&gt;cytolysis&lt;/a&gt;) from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Osmotic_pressure" title="Osmotic pressure"&gt;osmotic pressure&lt;/a&gt; against a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tonicity#Hypotonicity" title="Tonicity"&gt;hypotonic&lt;/a&gt; environment. Some eukaryote cells (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plant_cell" title="Plant cell"&gt;plant cells&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fungi" title="Fungi" class="mw-redirect"&gt;fungi&lt;/a&gt; cells) also have a cell wall;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;inside the cell is the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasmic region&lt;/a&gt; that contains the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genome" title="Genome"&gt;cell genome&lt;/a&gt; (DNA) and ribosomes and various sorts of inclusions. A prokaryotic chromosome is usually a circular molecule (an exception is that of the bacterium &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Borrelia_burgdorferi" title="Borrelia burgdorferi"&gt;Borrelia burgdorferi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, which causes Lyme disease). Though not forming a &lt;i&gt;nucleus&lt;/i&gt;, the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; is condensed in a &lt;i&gt;nucleoid&lt;/i&gt;. Prokaryotes can carry &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Extrachromosomal_DNA" title="Extrachromosomal DNA"&gt;extrachromosomal DNA&lt;/a&gt; elements called &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plasmid" title="Plasmid"&gt;plasmids&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, which are usually circular. Plasmids enable additional functions, such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antibiotic_resistance" title="Antibiotic resistance"&gt;antibiotic resistance&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Eukaryotic_cells" id="Eukaryotic_cells"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Edit section: Eukaryotic cells"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Eukaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;Eukaryote&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 402px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="image" title="Diagram of a typical animal (eukaryotic) cell, showing subcellular components.    Organelles:  (1) nucleolus   (2) nucleus   (3) ribosome   (4) vesicle   (5) rough endoplasmic reticulum (ER)   (6) Golgi apparatus   (7) Cytoskeleton   (8) smooth endoplasmic reticulum   (9) mitochondria   (10) vacuole   (11) cytoplasm  (12) lysosome   (13) centrioles within centrosome"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/Biological_cell.svg/400px-Biological_cell.svg.png" class="thumbimage" width="400" height="243" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Diagram of a typical &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animalia" title="Animalia" class="mw-redirect"&gt;animal&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotic" title="Eukaryotic" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt;) cell, showing subcellular components.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;Organelles&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;(1) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;nucleolus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(2) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(3) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(4) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;vesicle&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(5) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rough_endoplasmic_reticulum" title="Rough endoplasmic reticulum" class="mw-redirect"&gt;rough endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (ER)&lt;br /&gt;(6) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(7) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;Cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(8) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smooth_endoplasmic_reticulum" title="Smooth endoplasmic reticulum" class="mw-redirect"&gt;smooth endoplasmic reticulum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(9) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(10) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;vacuole&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(11) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(12) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;lysosome&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(13) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centrioles&lt;/a&gt; within &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centrosome" title="Centrosome"&gt;centrosome&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;Eukaryotic&lt;/a&gt; cells are about 10 times the size of a typical prokaryote and can be as much as 1000 times greater in volume. The major difference between prokaryotes and eukaryotes is that eukaryotic cells contain membrane-bound compartments in which specific metabolic activities take place. Most important among these is the presence of a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt;, a membrane-delineated compartment that houses the eukaryotic cell's DNA. It is this nucleus that gives the eukaryote its name, which means "true nucleus." Other differences include:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;The plasma membrane resembles that of prokaryotes in function, with minor differences in the setup. Cell walls may or may not be present.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;The eukaryotic DNA is organized in one or more linear molecules, called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome" title="Chromosome"&gt;chromosomes&lt;/a&gt;, which are associated with &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Histone" title="Histone"&gt;histone&lt;/a&gt; proteins. All chromosomal DNA is stored in the &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, separated from the cytoplasm by a membrane. Some eukaryotic &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt; such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; also contain some DNA.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eukaryotes can move using &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cilia" title="Cilia" class="mw-redirect"&gt;cilia&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; or &lt;i&gt;flagella&lt;/i&gt;. The flagella are more complex than those of prokaryotes.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;table class="toccolours" style="border: 1px solid gray; margin: auto; border-collapse: collapse; clear: both;" border="1"&gt; &lt;caption&gt;&lt;b&gt;Table 1: Comparison of features of prokaryotic and eukaryotic cells&lt;/b&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;th&gt;Prokaryotes&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Eukaryotes&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Typical organisms&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacterium" title="Bacterium" class="mw-redirect"&gt;bacteria&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaea&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protist" title="Protist"&gt;protists&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fungus" title="Fungus"&gt;fungi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plant" title="Plant"&gt;plants&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animal" title="Animal"&gt;animals&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Typical size&lt;/th&gt; &lt;td&gt;~ 1–10 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/%CE%9Cm" title="Μm" class="mw-redirect"&gt;µm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;~ 10–100 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/%CE%9Cm" title="Μm" class="mw-redirect"&gt;µm&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spermatozoon" title="Spermatozoon"&gt;sperm cells&lt;/a&gt;, apart from the tail, are smaller)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Type of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleoid_region" title="Nucleoid region" class="mw-redirect"&gt;nucleoid region&lt;/a&gt;; no real nucleus&lt;/td&gt; &lt;td&gt;real nucleus with double membrane&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;DNA&lt;/th&gt; &lt;td&gt;circular (usually)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;linear molecules (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome" title="Chromosome"&gt;chromosomes&lt;/a&gt;) with &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Histone" title="Histone"&gt;histone&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;proteins&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;RNA-/protein-synthesis&lt;/th&gt; &lt;td&gt;coupled in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;RNA-synthesis inside the nucleus&lt;br /&gt;protein synthesis in cytoplasm&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;Ribosomes&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;50S+30S&lt;/td&gt; &lt;td&gt;60S+40S&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Cytoplasmatic structure&lt;/th&gt; &lt;td&gt;very few structures&lt;/td&gt; &lt;td&gt;highly structured by endomembranes and a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chemotaxis" title="Chemotaxis"&gt;Cell movement&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagellum" title="Flagellum"&gt;flagella&lt;/a&gt; made of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagellin" title="Flagellin"&gt;flagellin&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;flagella and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cilium" title="Cilium"&gt;cilia&lt;/a&gt; containing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule" title="Microtubule"&gt;microtubules&lt;/a&gt;; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lamellipodia" title="Lamellipodia"&gt;lamellipodia&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Filopodia" title="Filopodia"&gt;filopodia&lt;/a&gt; containing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Actin" title="Actin"&gt;actin&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrium" title="Mitochondrium" class="mw-redirect"&gt;Mitochondria&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;none&lt;/td&gt; &lt;td&gt;one to several thousand (though some lack mitochondria)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;Chloroplasts&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;none&lt;/td&gt; &lt;td&gt;in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algae" title="Algae"&gt;algae&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plant" title="Plant"&gt;plants&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Organization&lt;/th&gt; &lt;td&gt;usually single cells&lt;/td&gt; &lt;td&gt;single cells, colonies, higher multicellular organisms with specialized cells&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_division" title="Cell division"&gt;Cell division&lt;/a&gt;&lt;/th&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_fission" title="Binary fission"&gt;Binary fission&lt;/a&gt; (simple division)&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;Mitosis&lt;/a&gt; (fission or budding)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Meiosis" title="Meiosis"&gt;Meiosis&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;table class="toccolours" style="border: 1px solid gray; margin: auto; border-collapse: collapse;" border="1"&gt; &lt;caption&gt;&lt;b&gt;Table 2: Comparison of structures between animal and plant cells&lt;/b&gt;&lt;/caption&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;th&gt;Typical animal cell&lt;/th&gt; &lt;th&gt;Typical plant cell&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="vertical-align: top;"&gt; &lt;th&gt;Organelles&lt;/th&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;Nucleus&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;Nucleolus&lt;/a&gt; (within nucleus)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rough &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (ER)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smooth_ER" title="Smooth ER" class="mw-redirect"&gt;Smooth ER&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;Ribosomes&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;Cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;Cytoplasm&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;Mitochondria&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;Vesicles&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;Lysosomes&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centrosome" title="Centrosome"&gt;Centrosome&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;Centrioles&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;Vacuoles&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;Nucleus&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;Nucleolus&lt;/a&gt; (within nucleus)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rough ER&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Smooth ER&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosomes" title="Ribosomes" class="mw-redirect"&gt;Ribosomes&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;Cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dictiosome" title="Dictiosome" class="mw-redirect"&gt;dictiosomes&lt;/a&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;Cytoplasm&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;Mitochondria&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Subcellular_components" id="Subcellular_components"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=5" title="Edit section: Subcellular components"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Subcellular components&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Celltypes.svg" class="image" title="The cells of eukaryotes (left) and prokaryotes (right)"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/83/Celltypes.svg/300px-Celltypes.svg.png" class="thumbimage" width="300" height="125" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Celltypes.svg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; The cells of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;eukaryotes&lt;/a&gt; (left) and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;prokaryotes&lt;/a&gt; (right)&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;All cells, whether &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryotic" title="Prokaryotic" class="mw-redirect"&gt;prokaryotic&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotic" title="Eukaryotic" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt;, have a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;membrane&lt;/a&gt; that envelops the cell, separates its interior from its environment, regulates what moves in and out (selectively permeable), and maintains the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_potential" title="Cell potential" class="mw-redirect"&gt;electric potential of the cell&lt;/a&gt;. Inside the membrane, a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Salt" title="Salt"&gt;salty&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt; takes up most of the cell volume. All cells possess &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt;, the hereditary material of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gene" title="Gene"&gt;genes&lt;/a&gt;, and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt;, containing the information necessary to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gene_expression" title="Gene expression"&gt;build&lt;/a&gt; various &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;proteins&lt;/a&gt; such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enzyme" title="Enzyme"&gt;enzymes&lt;/a&gt;, the cell's primary machinery. There are also other kinds of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biomolecule" title="Biomolecule"&gt;biomolecules&lt;/a&gt; in cells. This article will list these primary components of the cell, then briefly describe their function.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cell_membrane:_A_cell.27s_defining_boundary" id="Cell_membrane:_A_cell.27s_defining_boundary"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6" title="Edit section: Cell membrane: A cell's defining boundary"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cell membrane: A cell's defining boundary&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;Cell membrane&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;The cytoplasm of a cell is surrounded by a cell membrane or &lt;i&gt;plasma membrane&lt;/i&gt;. The plasma membrane in plants and prokaryotes is usually covered by a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_wall" title="Cell wall"&gt;cell wall&lt;/a&gt;. This membrane serves to separate and protect a cell from its surrounding environment and is made mostly from a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid_bilayer" title="Lipid bilayer"&gt;double layer of lipids&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrophobic" title="Hydrophobic" class="mw-redirect"&gt;hydrophobic&lt;/a&gt; fat-like molecules) and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrophilic" title="Hydrophilic" class="mw-redirect"&gt;hydrophilic&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Phosphorus" title="Phosphorus"&gt;phosphorus&lt;/a&gt; molecules. Hence, the layer is called a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Phospholipid_bilayer" title="Phospholipid bilayer" class="mw-redirect"&gt;phospholipid bilayer&lt;/a&gt;. It may also be called a fluid mosaic membrane. Embedded within this membrane is a variety of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt; molecules that act as channels and pumps that move different molecules into and out of the cell. The membrane is said to be 'semi-permeable', in that it can either let a substance (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Molecule" title="Molecule"&gt;molecule&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ion" title="Ion"&gt;ion&lt;/a&gt;) pass through freely, pass through to a limited extent or not pass through at all. Cell surface membranes also contain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Receptor_%28biochemistry%29#Transmembrane_receptors" title="Receptor (biochemistry)"&gt;receptor&lt;/a&gt; proteins that allow cells to detect external signaling molecules such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hormone" title="Hormone"&gt;hormones&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cytoskeleton:_A_cell.27s_scaffold" id="Cytoskeleton:_A_cell.27s_scaffold"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7" title="Edit section: Cytoskeleton: A cell's scaffold"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cytoskeleton: A cell's scaffold&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;Cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;The cytoskeleton acts to organize and maintain the cell's shape; anchors organelles in place; helps during &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endocytosis" title="Endocytosis"&gt;endocytosis&lt;/a&gt;, the uptake of external materials by a cell, and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytokinesis" title="Cytokinesis"&gt;cytokinesis&lt;/a&gt;, the separation of daughter cells after &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_division" title="Cell division"&gt;cell division&lt;/a&gt;; and moves parts of the cell in processes of growth and mobility. The eukaryotic cytoskeleton is composed of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microfilament" title="Microfilament"&gt;microfilaments&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intermediate_filament" title="Intermediate filament"&gt;intermediate filaments&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubule" title="Microtubule"&gt;microtubules&lt;/a&gt;. There is a great number of proteins associated with them, each controlling a cell's structure by directing, bundling, and aligning filaments. The prokaryotic cytoskeleton is less well-studied but is involved in the maintenance of cell shape, polarity and cytokinesis.&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-6"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;7&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Genetic_material" id="Genetic_material"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=8" title="Edit section: Genetic material"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Genetic material&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Two different kinds of genetic material exist: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;deoxyribonucleic acid&lt;/a&gt; (DNA) and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;ribonucleic acid&lt;/a&gt; (RNA). Most organisms use DNA for their long-term information storage, but &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA_virus" title="RNA virus"&gt;some viruses&lt;/a&gt; (e.g., &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Retrovirus" title="Retrovirus"&gt;retroviruses&lt;/a&gt;) have RNA as their genetic material. The biological information contained in an organism is &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_code" title="Genetic code"&gt;encoded&lt;/a&gt; in its DNA or RNA sequence. RNA is also used for information transport (e.g., &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MRNA" title="MRNA" class="mw-redirect"&gt;mRNA&lt;/a&gt;) and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Enzyme" title="Enzyme"&gt;enzymatic&lt;/a&gt; functions (e.g., &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomal&lt;/a&gt; RNA) in organisms that use &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; for the genetic code itself. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transfer_RNA" title="Transfer RNA"&gt;Transfer RNA&lt;/a&gt; (tRNA) molecules are used to add specific amino acids during the process of protein &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Translation" title="Translation"&gt;translation&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prokaryotic genetic material is organized in a simple circular DNA molecule (the bacterial &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome" title="Chromosome"&gt;chromosome&lt;/a&gt;) in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleoid_region" title="Nucleoid region" class="mw-redirect"&gt;nucleoid region&lt;/a&gt; of the cytoplasm. Eukaryotic genetic material is divided into different, linear molecules called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome" title="Chromosome"&gt;chromosomes&lt;/a&gt; inside a discrete nucleus, usually with additional genetic material in some organelles like &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplasts" title="Chloroplasts" class="mw-redirect"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; (see &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory" title="Endosymbiotic theory"&gt;endosymbiotic theory&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A human cell has genetic material in the nucleus (the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genome" title="Genome"&gt;nuclear genome&lt;/a&gt;) and in the mitochondria (the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrial_genome" title="Mitochondrial genome" class="mw-redirect"&gt;mitochondrial genome&lt;/a&gt;). In humans the nuclear genome is divided into 23 pairs of linear DNA molecules called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosome" title="Chromosome"&gt;chromosomes&lt;/a&gt;. The mitochondrial genome is a circular DNA molecule distinct from the nuclear DNA. Although the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrial_DNA" title="Mitochondrial DNA"&gt;mitochondrial DNA&lt;/a&gt; is very small compared to nuclear chromosomes, it codes for 13 proteins involved in mitochondrial energy production as well as specific tRNAs.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Foreign genetic material (most commonly DNA) can also be artificially introduced into the cell by a process called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transfection" title="Transfection"&gt;transfection&lt;/a&gt;. This can be transient, if the DNA is not inserted into the cell's &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genome" title="Genome"&gt;genome&lt;/a&gt;, or stable, if it is. Certain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;viruses&lt;/a&gt; also insert their genetic material into the genome.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Organelles" id="Organelles"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=9" title="Edit section: Organelles"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Organelles&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;Organelle&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;The human body contains many different &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomy%29" title="Organ (anatomy)"&gt;organs&lt;/a&gt;, such as the heart, lung, and kidney, with each organ performing a different function. Cells also have a set of "little organs," called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt;, that are adapted and/or specialized for carrying out one or more vital functions.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;There are several types of organelles within an animal cell. Some (such as the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;golgi apparatus&lt;/a&gt;) are typically solitary, while others (such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peroxisomes" title="Peroxisomes" class="mw-redirect"&gt;peroxisomes&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosomes" title="Lysosomes" class="mw-redirect"&gt;lysosomes&lt;/a&gt;) can be numerous (hundreds to thousands). The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt; is the gelatinous fluid that fills the cell and surrounds the organelles.&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Mitochondria and Chloroplasts – the power generators &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;Mitochondria&lt;/a&gt; are self-replicating organelles that occur in various numbers, shapes, and sizes in the cytoplasm of all eukaryotic cells. Mitochondria play a critical role in generating energy in the eukaryotic cell. Mitochondria generate the cell's energy by the process of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oxidative_phosphorylation" title="Oxidative phosphorylation"&gt;oxidative phosphorylation&lt;/a&gt;, utilizing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oxygen" title="Oxygen"&gt;oxygen&lt;/a&gt; to release energy stored in cellular nutrients (typically pertaining to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glucose" title="Glucose"&gt;glucose&lt;/a&gt;) to generate &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adenosine_triphosphate" title="Adenosine triphosphate"&gt;ATP&lt;/a&gt;. Mitochondria multiply by splitting in two.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;Organelles that are modified chloroplasts are broadly called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plastid" title="Plastid"&gt;plastids&lt;/a&gt;, and are involved in energy storage through the process of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Photosynthesis" title="Photosynthesis"&gt;photosynthesis&lt;/a&gt;, which utilizes solar energy to generate carbohydrates and oxygen from carbon dioxide and water.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;dl&gt;&lt;dd&gt;Mitochondria and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; each contain their own genome, which is separate and distinct from the nuclear genome of a cell. Both of these organelles contain this DNA in circular plasmids, much like prokaryotic cells, strongly supporting the evolutionary theory of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiosis" title="Endosymbiosis" class="mw-redirect"&gt;endosymbiosis&lt;/a&gt;; since these organelles contain their own genomes and have other similarities to prokaryotes, they are thought to have developed through a symbiotic relationship after being engulfed by a primitive cell.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Ribosomes &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosome&lt;/a&gt; is a large complex of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt; molecules. They each consist of two subunits, and act as an assembly line where mRNA from the nucleus is used to synthesise proteins from amino acids. Ribosomes can be found either floating freely or bound to a membrane (the rough endoplasmatic reticulum in eukaryotes, or the cell membrane in prokaryotes). &lt;sup id="cite_ref-7" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-7"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;8&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;table&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Cell nucleus – a cell's information center &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt; is the most conspicuous organelle found in a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotic" title="Eukaryotic" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; cell. It houses the cell's &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chromosomes" title="Chromosomes" class="mw-redirect"&gt;chromosomes&lt;/a&gt;, and is the place where almost all &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; replication and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt; synthesis (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcription&lt;/a&gt;) occur. The nucleus is spherical in shape and separated from the cytoplasm by a double membrane called the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nuclear_envelope" title="Nuclear envelope"&gt;nuclear envelope&lt;/a&gt;. The nuclear envelope isolates and protects a cell's DNA from various molecules that could accidentally damage its structure or interfere with its processing. During processing, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; is &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcribed&lt;/a&gt;, or copied into a special &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt;, called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MRNA" title="MRNA" class="mw-redirect"&gt;mRNA&lt;/a&gt;. This mRNA is then transported out of the nucleus, where it is translated into a specific protein molecule. The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;nucleolus&lt;/a&gt; is a specialized region within the nucleus where ribosome subunits are assembled. In prokaryotes, DNA processing takes place in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt;.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Diagram_human_cell_nucleus_no_text.png" class="image" title="Diagram of a cell nucleus"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f9/Diagram_human_cell_nucleus_no_text.png/180px-Diagram_human_cell_nucleus_no_text.png" class="thumbimage" width="180" height="172" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Diagram_human_cell_nucleus_no_text.png" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Diagram of a cell nucleus&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Endoplasmic reticulum – eukaryotes only &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (ER) is the transport network for molecules targeted for certain modifications and specific destinations, as compared to molecules that will float freely in the cytoplasm. The ER has two forms: the rough ER, which has ribosomes on its surface and secretes proteins into the cytoplasm, and the smooth ER, which lacks them. Smooth ER plays a role in calcium sequestration and release.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Golgi apparatus – eukaryotes only &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;The primary function of the Golgi apparatus is to process and package the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Macromolecule" title="Macromolecule"&gt;macromolecules&lt;/a&gt; such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;proteins&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipids&lt;/a&gt; that are synthesized by the cell. It is particularly important in the processing of proteins for &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Secretion" title="Secretion"&gt;secretion&lt;/a&gt;. The Golgi apparatus forms a part of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endomembrane_system" title="Endomembrane system"&gt;endomembrane system&lt;/a&gt; of eukaryotic cells. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicles" title="Vesicles" class="mw-redirect"&gt;Vesicles&lt;/a&gt; that enter the Golgi apparatus are processed in a cis to trans direction, meaning they coalesce on the cis side of the apparatus and after processing pinch off on the opposite (trans) side to form a new vesicle in the animal cell.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 182px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Endomembrane_system_diagram_no_text_nucleus.png" class="image" title="Diagram of an endomembrane system"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a3/Endomembrane_system_diagram_no_text_nucleus.png/180px-Endomembrane_system_diagram_no_text_nucleus.png" class="thumbimage" width="180" height="194" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Endomembrane_system_diagram_no_text_nucleus.png" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Diagram of an endomembrane system&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Lysosomes and Peroxisomes – eukaryotes only &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;Lysosomes&lt;/a&gt; contain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Digestive_enzyme" title="Digestive enzyme"&gt;digestive enzymes&lt;/a&gt; (acid &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrolase" title="Hydrolase"&gt;hydrolases&lt;/a&gt;). They digest excess or worn-out &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt;, food particles, and engulfed &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virus" title="Virus"&gt;viruses&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacteria" title="Bacteria"&gt;bacteria&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peroxisome" title="Peroxisome"&gt;Peroxisomes&lt;/a&gt; have enzymes that rid the cell of toxic &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peroxide" title="Peroxide"&gt;peroxides&lt;/a&gt;. The cell could not house these destructive enzymes if they were not contained in a membrane-bound system. These organelles are often called a "suicide bag" because of their ability to detonate and destroy the cell.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Centrosome – the cytoskeleton organiser &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centrosome" title="Centrosome"&gt;centrosome&lt;/a&gt; produces the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Microtubules" title="Microtubules" class="mw-redirect"&gt;microtubules&lt;/a&gt; of a cell – a key component of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt;. It directs the transport through the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;ER&lt;/a&gt; and the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;. Centrosomes are composed of two &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centrioles" title="Centrioles" class="mw-redirect"&gt;centrioles&lt;/a&gt;, which separate during &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_division" title="Cell division"&gt;cell division&lt;/a&gt; and help in the formation of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitotic_spindle" title="Mitotic spindle" class="mw-redirect"&gt;mitotic spindle&lt;/a&gt;. A single centrosome is present in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animal_cell" title="Animal cell" class="mw-redirect"&gt;animal cells&lt;/a&gt;. They are also found in some fungi and algae cells.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt;Vacuoles &lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;Vacuoles&lt;/a&gt; store food and waste. Some vacuoles store extra water. They are often described as liquid filled space and are surrounded by a membrane. Some cells, most notably &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amoeba" title="Amoeba" class="mw-redirect"&gt;Amoeba&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, have contractile vacuoles, which are able to pump water out of the cell if there is too much water.&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Structures_outside_the_cell_wall" id="Structures_outside_the_cell_wall"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=10" title="Edit section: Structures outside the cell wall"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Structures outside the cell wall&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Capsule" id="Capsule"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=11" title="Edit section: Capsule"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Capsule&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;A gelatinous capsule is present in some bacteria outside the cell wall. The capsule may be &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polysaccharide" title="Polysaccharide"&gt;polysaccharide&lt;/a&gt; as in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pneumococci" title="Pneumococci" class="mw-redirect"&gt;pneumococci&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Meningococci" title="Meningococci" class="mw-redirect"&gt;meningococci&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polypeptide" title="Polypeptide" class="mw-redirect"&gt;polypeptide&lt;/a&gt; as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacillus_anthracis" title="Bacillus anthracis"&gt;bacillus anthracis&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyaluronic_acid" title="Hyaluronic acid" class="mw-redirect"&gt;hyaluronic acid&lt;/a&gt; as in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Streptococci" title="Streptococci" class="mw-redirect"&gt;streptococci&lt;/a&gt;. Capsules not marked by ordinary stain and can detected by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/India_ink#Uses_other_than_writing" title="India ink"&gt;special stain&lt;/a&gt;. The capsule is &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antigenic" title="Antigenic" class="mw-redirect"&gt;antigenic&lt;/a&gt;. The capsule has &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antiphagocytic" title="Antiphagocytic" class="mw-redirect"&gt;antiphagocytic&lt;/a&gt; function so it determines the virulence of many bacteria. It also plays a role in attachment of the organism to mucous membranes.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Flagella" id="Flagella"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=12" title="Edit section: Flagella"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Flagella&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagella" title="Flagella" class="mw-redirect"&gt;Flagella&lt;/a&gt; are the organelles of mobility. They arise from cytoplasm and extrude through the cell wall. They are long and thick thread like appendages, protein in nature, formed of flagellin protein (antigenic). They can not be stained by gram stain. They have a special stain. According to their arrangement they may be monotrichate, amphitrichate, lophotrichate, peritrichate.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Fimbriae_.28pili.29" id="Fimbriae_.28pili.29"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=13" title="Edit section: Fimbriae (pili)"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Fimbriae (pili)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;They are short and thin hair like filaments, formed of protein called pilin (antigenic). &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fimbriae" title="Fimbriae" class="mw-redirect"&gt;Fimbriae&lt;/a&gt; are responsible for attachment of bacteria to specific receptors of human cell (adherence). There are special types of pili called (sex pili) involved in the process of conjunction.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cell_functions" id="Cell_functions"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=14" title="Edit section: Cell functions"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cell functions&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cell_growth_and_metabolism" id="Cell_growth_and_metabolism"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=15" title="Edit section: Cell growth and metabolism"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cell growth and metabolism&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main articles: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_growth" title="Cell growth"&gt;Cell growth&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metabolism" title="Metabolism"&gt;Metabolism&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Between successive cell divisions, cells grow through the functioning of cellular metabolism. Cell metabolism is the process by which individual cells process nutrient molecules. Metabolism has two distinct divisions: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Catabolism" title="Catabolism"&gt;catabolism&lt;/a&gt;, in which the cell breaks down complex molecules to produce energy and reducing power, and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anabolism" title="Anabolism"&gt;anabolism&lt;/a&gt;, in which the cell uses energy and reducing power to construct complex molecules and perform other biological functions. Complex sugars consumed by the organism can be broken down into a less chemically-complex sugar molecule called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glucose" title="Glucose"&gt;glucose&lt;/a&gt;. Once inside the cell, glucose is broken down to make adenosine triphosphate (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adenosine_triphosphate" title="Adenosine triphosphate"&gt;ATP&lt;/a&gt;), a form of energy, via two different pathways.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The first pathway, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glycolysis" title="Glycolysis"&gt;glycolysis&lt;/a&gt;, requires no oxygen and is referred to as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fermentation_%28biochemistry%29" title="Fermentation (biochemistry)"&gt;anaerobic metabolism&lt;/a&gt;. Each reaction is designed to produce some hydrogen ions that can then be used to make energy packets (ATP). In prokaryotes, glycolysis is the only method used for converting energy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The second pathway, called the Krebs cycle, or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Citric_acid_cycle" title="Citric acid cycle"&gt;citric acid cycle&lt;/a&gt;, occurs inside the mitochondria and is capable of generating enough ATP to run all the cell functions.&lt;/p&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 252px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Proteinsynthesis.png" class="image" title="An overview of protein synthesis.Within the nucleus of the cell (light blue), genes (DNA, dark blue) are transcribed into RNA. This RNA is then subject to post-transcriptional modification and control, resulting in a mature mRNA (red) that is then transported out of the nucleus and into the cytoplasm (peach), where it undergoes translation into a protein. mRNA is translated by ribosomes (purple) that match the three-base codons of the mRNA to the three-base anti-codons of the appropriate tRNA. Newly-synthesized proteins (black) are often further modified, such as by binding to an effector molecule (orange), to become fully active."&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/09/Proteinsynthesis.png" class="thumbimage" width="250" height="410" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt;An overview of protein synthesis.&lt;br /&gt;Within the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt; of the cell (&lt;i&gt;light blue&lt;/i&gt;), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gene" title="Gene"&gt;genes&lt;/a&gt; (DNA, &lt;i&gt;dark blue&lt;/i&gt;) are &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcribed&lt;/a&gt; into &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt;. This RNA is then subject to post-transcriptional modification and control, resulting in a mature &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/MRNA" title="MRNA" class="mw-redirect"&gt;mRNA&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;red&lt;/i&gt;) that is then transported out of the nucleus and into the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;peach&lt;/i&gt;), where it undergoes &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Translation_%28genetics%29" title="Translation (genetics)"&gt;translation&lt;/a&gt; into a protein. mRNA is translated by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomes&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;purple&lt;/i&gt;) that match the three-base &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Codon" title="Codon" class="mw-redirect"&gt;codons&lt;/a&gt; of the mRNA to the three-base anti-codons of the appropriate &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transfer_RNA" title="Transfer RNA"&gt;tRNA&lt;/a&gt;. Newly-synthesized proteins (&lt;i&gt;black&lt;/i&gt;) are often further modified, such as by binding to an effector molecule (&lt;i&gt;orange&lt;/i&gt;), to become fully active.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Creation_of_new_cells" id="Creation_of_new_cells"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=16" title="Edit section: Creation of new cells"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Creation of new cells&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_division" title="Cell division"&gt;Cell division&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Cell division involves a single cell (called a &lt;i&gt;mother cell&lt;/i&gt;) dividing into two daughter cells. This leads to growth in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multicellular_organism" title="Multicellular organism"&gt;multicellular organisms&lt;/a&gt; (the growth of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biological_tissue" title="Biological tissue" class="mw-redirect"&gt;tissue&lt;/a&gt;) and to procreation (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vegetative_reproduction" title="Vegetative reproduction"&gt;vegetative reproduction&lt;/a&gt;) in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Unicellular_organism" title="Unicellular organism" class="mw-redirect"&gt;unicellular organisms&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;Prokaryotic&lt;/a&gt; cells divide by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_fission" title="Binary fission"&gt;binary fission&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;Eukaryotic&lt;/a&gt; cells usually undergo a process of nuclear division, called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;mitosis&lt;/a&gt;, followed by division of the cell, called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytokinesis" title="Cytokinesis"&gt;cytokinesis&lt;/a&gt;. A &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diploid" title="Diploid" class="mw-redirect"&gt;diploid&lt;/a&gt; cell may also undergo &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Meiosis" title="Meiosis"&gt;meiosis&lt;/a&gt; to produce haploid cells, usually four. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Haploid" title="Haploid" class="mw-redirect"&gt;Haploid&lt;/a&gt; cells serve as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gamete" title="Gamete"&gt;gametes&lt;/a&gt; in multicellular organisms, fusing to form new diploid cells.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA_replication" title="DNA replication"&gt;DNA replication&lt;/a&gt;, or the process of duplicating a cell's genome, is required every time a cell divides. Replication, like all cellular activities, requires specialized proteins for carrying out the job.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Protein_synthesis" id="Protein_synthesis"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=17" title="Edit section: Protein synthesis"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Protein synthesis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein_biosynthesis" title="Protein biosynthesis"&gt;Protein biosynthesis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Cells are capable of synthesizing new proteins, which are essential for the modulation and maintenance of cellular activities. This process involves the formation of new protein molecules from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amino_acid" title="Amino acid"&gt;amino acid&lt;/a&gt; building blocks based on information encoded in DNA/RNA. Protein synthesis generally consists of two major steps: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;transcription&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Translation_%28genetics%29" title="Translation (genetics)"&gt;translation&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Transcription is the process where genetic information in DNA is used to produce a complementary RNA strand. This RNA strand is then processed to give &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Messenger_RNA" title="Messenger RNA"&gt;messenger RNA&lt;/a&gt; (mRNA), which is free to migrate through the cell. mRNA molecules bind to protein-RNA complexes called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomes&lt;/a&gt; located in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt;, where they are translated into polypeptide sequences. The ribosome mediates the formation of a polypeptide sequence based on the mRNA sequence. The mRNA sequence directly relates to the polypeptide sequence by binding to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transfer_RNA" title="Transfer RNA"&gt;transfer RNA&lt;/a&gt; (tRNA) adapter molecules in binding pockets within the ribosome. The new polypeptide then folds into a functional three-dimensional protein molecule.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cell_movement_or_motility" id="Cell_movement_or_motility"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=18" title="Edit section: Cell movement or motility"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cell movement or motility&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Cells can move during many processes: such as wound healing, the immune response and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cancer_metastasis" title="Cancer metastasis" class="mw-redirect"&gt;cancer metastasis&lt;/a&gt;. For wound healing to occur, white blood cells and cells that ingest bacteria move to the wound site to kill the microorganisms that cause infection.&lt;br /&gt;At the same time fibroblasts (connective tissue cells) move there to remodel damaged structures. In the case of tumor development, cells from a primary tumor move away and spread to other parts of the body. Cell motility involves many receptors, crosslinking, bundling, binding, adhesion, motor and other proteins.&lt;sup id="cite_ref-8" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-8"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;9&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; The process is divided into three steps – protrusion of the leading edge of the cell, adhesion of the leading edge and de-adhesion at the cell body and rear, and cytoskeletal contraction to pull the cell forward. Each of these steps is driven by physical forces generated by unique segments of the cytoskeleton.&lt;sup id="cite_ref-AlbertsB_9-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-AlbertsB-9"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;10&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-Ananthakrishnan_10-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-Ananthakrishnan-10"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;11&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Evolution" id="Evolution"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=19" title="Edit section: Evolution"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Evolution&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="rellink relarticle mainarticle"&gt;Main article: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evolutionary_history_of_life" title="Evolutionary history of life"&gt;Evolutionary history of life&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;The origin of cells has to do with the origin of life, which began the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_evolution" title="Timeline of evolution"&gt;history of life&lt;/a&gt; on Earth.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Origin_of_the_first_cell" id="Origin_of_the_first_cell"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=20" title="Edit section: Origin of the first cell"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Origin of the first cell&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="rellink boilerplate further"&gt;Further information: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abiogenesis" title="Abiogenesis"&gt;Abiogenesis&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;There are three leading hypotheses for the source of small molecules that would make up life in an early Earth. One is that they came from meteorites (&lt;i&gt;see &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Murchison_meteorite" title="Murchison meteorite"&gt;Murchison meteorite&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;). Another is that they were created at &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrothermal_vent" title="Hydrothermal vent"&gt;deep-sea vents&lt;/a&gt;. A third is that they were synthesized by lightning in a reducing atmosphere (&lt;i&gt;see &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Miller%E2%80%93Urey_experiment" title="Miller–Urey experiment"&gt;Miller–Urey experiment&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;); although it is not sure Earth had such an atmosphere. There is essentially no experimental data to tell what the first self-replicate forms were. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA" title="RNA"&gt;RNA&lt;/a&gt; is generally assumed to be the earliest self-replicating molecule, as it is capable of both storing genetic information and catalyze chemical reactions (&lt;i&gt;see &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RNA_world_hypothesis" title="RNA world hypothesis"&gt;RNA world hypothesis&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;). But some other entity with the potential to self-replicate could have preceded RNA, like &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clay" title="Clay"&gt;clay&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peptide_nucleic_acid" title="Peptide nucleic acid"&gt;peptide nucleic acid&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-OrgelLE_11-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-OrgelLE-11"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;12&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cells emerged at least 3.0–3.3 billion years ago. The current belief is that these cells were &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Heterotroph" title="Heterotroph"&gt;heterotrophs&lt;/a&gt;. An important characteristic of cells is the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_membrane" title="Cell membrane"&gt;cell membrane&lt;/a&gt;, composed of a bilayer of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid" title="Lipid"&gt;lipids&lt;/a&gt;. The early cell membranes were probably more simple and permeable than modern ones, with only a single fatty acid chain per lipid. Lipids are known to spontaneously form bilayered &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;vesicles&lt;/a&gt; in water, and could have preceded RNA. But the first cell membranes could also have been produced by catalytic RNA, or even have required structural proteins before they could form.&lt;sup id="cite_ref-12" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-12"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;13&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Origin_of_eukaryotic_cells" id="Origin_of_eukaryotic_cells"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cell_%28biology%29&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=21" title="Edit section: Origin of eukaryotic cells"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Origin of eukaryotic cells&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;The eukaryotic cell seems to have evolved from a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiosis" title="Symbiosis"&gt;symbiotic community&lt;/a&gt; of prokaryotic cells. It is almost certain that DNA-bearing organelles like the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; and the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplasts" title="Chloroplasts" class="mw-redirect"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; are what remains of ancient symbiotic oxygen-breathing &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proteobacteria" title="Proteobacteria"&gt;proteobacteria&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria" title="Cyanobacteria"&gt;cyanobacteria&lt;/a&gt;, respectively, where the rest of the cell seems to be derived from an ancestral &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaean&lt;/a&gt; prokaryote cell – a theory termed the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory" title="Endosymbiotic theory"&gt;endosymbiotic theory&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;There is still considerable debate about whether organelles like the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogenosome" title="Hydrogenosome"&gt;hydrogenosome&lt;/a&gt; predated the origin of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;, or viceversa: see the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogen_hypothesis" title="Hydrogen hypothesis"&gt;hydrogen hypothesis&lt;/a&gt; for the origin of eukaryotic cells.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sex, as the stereotyped choreography of meiosis and syngamy that persists in nearly all extant eukaryotes, may have played a role in the transition from prokaryotes to eukaryotes. An 'origin of sex as vaccination' theory suggests that the eukaryote genome accreted from prokaryan parasite genomes in numerous rounds of lateral gene transfer. Sex-as-syngamy (fusion sex) arose when infected hosts began swapping nuclearized genomes containing co-evolved, vertically transmitted symbionts that conveyed protection against horizontal infection by more virulent symbionts.&lt;sup id="cite_ref-sterrer_13-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29#cite_note-sterrer-13"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;14&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Endosymbiotic theory&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Jump to: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#column-one"&gt;navigation&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#searchInput"&gt;search&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 188px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Mitochondrion_186.jpg" class="image" title="Electron micrograph of a mitochondrion showing its mitochondrial matrix and membranes."&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/68/Mitochondrion_186.jpg" class="thumbimage" width="186" height="189" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt;Electron &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Micrograph" title="Micrograph"&gt;micrograph&lt;/a&gt; of a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondrion&lt;/a&gt; showing its mitochondrial matrix and membranes.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The &lt;b&gt;endosymbiotic theory&lt;/b&gt; concerns the origins of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plastids" title="Plastids" class="mw-redirect"&gt;plastids&lt;/a&gt; (e.g. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt;), which are &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt; of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; cells. According to this theory, these organelles originated as separate &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prokaryote" title="Prokaryote"&gt;prokaryotic&lt;/a&gt; organisms which were taken inside the cell as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiont" title="Endosymbiont"&gt;endosymbionts&lt;/a&gt;. Mitochondria developed from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proteobacteria" title="Proteobacteria"&gt;proteobacteria&lt;/a&gt; (in particular, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rickettsiales" title="Rickettsiales"&gt;Rickettsiales&lt;/a&gt; or close relatives) and chloroplasts from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria" title="Cyanobacteria"&gt;cyanobacteria&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Contents"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Contents&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;show&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul style="display: none;"&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#History"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;History&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#Evidence"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Evidence&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#Secondary_endosymbiosis"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Secondary endosymbiosis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#Problems"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Problems&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#See_also"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;See also&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#Notes"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Notes&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#References"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;References&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#External_links"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;8&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;External links&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "show"; var tocHideText = "hide"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="History" id="History"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Edit section: History"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;History&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;The endosymbiotic theory was first articulated by the Russian botanist &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Konstantin_Mereschkowsky" title="Konstantin Mereschkowsky" class="mw-redirect"&gt;Konstantin Mereschkowsky&lt;/a&gt; in 1905.&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Mereschkowsky was familiar with work by botanist &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andreas_Franz_Wilhelm_Schimper" title="Andreas Franz Wilhelm Schimper"&gt;Andreas Schimper&lt;/a&gt;, who had observed in 1883 that the division of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; in green plants closely resembled that of free-living &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria" title="Cyanobacteria"&gt;cyanobacteria&lt;/a&gt;, and who had himself tentatively proposed (in a footnote) that green plants had arisen from a symbiotic union of two organisms.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-1"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;2&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Ivan_Wallin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Ivan Wallin (page does not exist)"&gt;Ivan Wallin&lt;/a&gt; extended the idea of an endosymbiotic origin to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; in the 1920s.&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-2"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;3&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; These theories were initially dismissed or ignored. More detailed electron microscopic comparisons between cyanobacteria and chloroplasts (for example studies by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Hans_Ris&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hans Ris (page does not exist)"&gt;Hans Ris&lt;/a&gt;&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-3"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;4&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;), combined with the discovery that plastids and mitochondria contain their own DNA&lt;sup id="cite_ref-4" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-4"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;5&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; (which by that stage was recognized to be the hereditary material of organisms) led to a resurrection of the idea in the 1960s.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The endosymbiotic hypothesis was popularized by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lynn_Margulis" title="Lynn Margulis"&gt;Lynn Margulis&lt;/a&gt;. In her 1981 work &lt;i&gt;Symbiosis in Cell Evolution&lt;/i&gt; she argued that eukaryotic cells originated as communities of interacting entities, including endosymbiotic &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spirochaete" title="Spirochaete"&gt;spirochaetes&lt;/a&gt; that developed into eukaryotic &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Flagellum" title="Flagellum"&gt;flagella&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cilium" title="Cilium"&gt;cilia&lt;/a&gt;. This last idea has not received much acceptance, because flagella lack DNA and do not show ultrastructural similarities to prokaryotes. See also &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution_of_flagella" title="Evolution of flagella"&gt;Evolution of flagella&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;According to Margulis and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dorion_Sagan" title="Dorion Sagan"&gt;Sagan&lt;/a&gt;,&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-5"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;6&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; "Life did not take over the globe by combat, but by networking" (i.e., by cooperation)&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-6"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;7&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The possibility that &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peroxisome" title="Peroxisome"&gt;peroxisomes&lt;/a&gt; may have an endosymbiotic origin has also been considered, although they lack DNA. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_de_Duve" title="Christian de Duve"&gt;Christian de Duve&lt;/a&gt; proposed that they may have been the first endosymbionts, allowing cells to withstand growing amounts of free molecular oxygen in the Earth's atmosphere. However, it now appears that they may be formed &lt;i&gt;de novo&lt;/i&gt;, contradicting the idea that they have a symbiotic origin (Gabaldón et al. 2006).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It is also believed that these endosymbionts transferred some of their own DNA to the host cell's nucleus during the evolutionary transition from a symbiotic community to an instituted eukaryotic cell. This hypothesis is thought to be possible because it is known today from scientific observation that transfer of DNA occurs between prokaryotic species, even if they are not closely related. Prokaryotes can take up DNA from their surroundings and have a limited ability to incorporate it into their own genome.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Evidence" id="Evidence"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Edit section: Evidence"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Evidence&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;table class="metadata plainlinks ambox ambox-content" style=""&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="mbox-image"&gt; &lt;div style="width: 52px;"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/99/Question_book-new.svg/50px-Question_book-new.svg.png" width="50" height="39" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="mbox-text" style=""&gt;This section &lt;b&gt;does not &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citing_sources" title="Wikipedia:Citing sources"&gt;cite&lt;/a&gt; any &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Verifiability" title="Wikipedia:Verifiability"&gt;references or sources&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Please help &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit" class="external text" title="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit" rel="nofollow"&gt;improve this article&lt;/a&gt; by adding citations to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Reliable_sources" title="Wikipedia:Reliable sources"&gt;reliable sources&lt;/a&gt;. Unsourced material may be &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Template:Citation_needed" title="Template:Citation needed"&gt;challenged&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Verifiability#Burden_of_evidence" title="Wikipedia:Verifiability"&gt;removed&lt;/a&gt;. &lt;small&gt;&lt;i&gt;(July 2009)&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Evidence that mitochondria and plastids arose from ancient endosymbiosis of bacteria is as follows:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;New mitochondria and plastids are formed only through a process similar to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Binary_fission" title="Binary fission"&gt;binary fission&lt;/a&gt;. In some &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Algae" title="Algae"&gt;algae&lt;/a&gt;, such as &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Euglena" title="Euglena"&gt;Euglena&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, the plastids can be destroyed by certain chemicals or prolonged absence of light without otherwise affecting the cell. In such a case, the plastids will not regenerate.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;They are surrounded by two or more &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biological_membrane" title="Biological membrane"&gt;membranes&lt;/a&gt;, and the innermost of these shows differences in composition from the other membranes of the cell. The composition is like that of a prokaryotic cell membrane.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Both mitochondria and plastids contain &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA" title="DNA"&gt;DNA&lt;/a&gt; that is different from that of the cell nucleus and that is similar to that of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacteria" title="Bacteria"&gt;bacteria&lt;/a&gt; (in being circular in shape and in its size).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;DNA sequence analysis and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Phylogeny" title="Phylogeny" class="mw-redirect"&gt;phylogenetic&lt;/a&gt; estimates suggests that nuclear DNA contains genes that probably came from plastids.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;These organelles' &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomes&lt;/a&gt; are like those found in bacteria (70s).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Proteins of organelle origin, like those of bacteria, use N-formylmethionine as the initiating amino acid.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Much of the internal structure and biochemistry of plastids, for instance the presence of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thylakoid" title="Thylakoid"&gt;thylakoids&lt;/a&gt; and particular &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorophyll" title="Chlorophyll"&gt;chlorophylls&lt;/a&gt;, is very similar to that of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria" title="Cyanobacteria"&gt;cyanobacteria&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Phylogeny" title="Phylogeny" class="mw-redirect"&gt;Phylogenetic&lt;/a&gt; estimates constructed with bacteria, plastids, and eukaryotic genomes also suggest that plastids are most closely related to cyanobacteria.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mitochondria have several enzymes and transport systems similar to those of prokaryotes.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Some proteins encoded in the nucleus are transported to the organelle, and both mitochondria and plastids have small genomes compared to bacteria. This is consistent with an increased dependence on the eukaryotic host after forming an endosymbiosis. Most genes on the organellar genomes have been lost or moved to the nucleus. Most genes needed for mitochondrial and plastid function are located in the nucleus. Many originate from the bacterial endosymbiont.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Plastids are present in very different groups of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protist" title="Protist"&gt;protists&lt;/a&gt;, some of which are closely related to forms lacking plastids. This suggests that if chloroplasts originated &lt;i&gt;de novo&lt;/i&gt;, they did so multiple times, in which case their close similarity to each other is difficult to explain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Many of these protists contain "secondary" plastids that have been acquired from other plastid-containing eukaryotes, not from cyanobacteria directly.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Among the eukaryotes that acquired their plastids directly from bacteria (known as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Primoplantae" title="Primoplantae" class="mw-redirect"&gt;Primoplantae&lt;/a&gt;), the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glaucophyte" title="Glaucophyte"&gt;glaucophyte&lt;/a&gt; algae have chloroplasts that strongly resemble cyanobacteria. In particular, they have a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peptidoglycan" title="Peptidoglycan"&gt;peptidoglycan&lt;/a&gt; cell wall between their two membranes.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mitochondria and plastids are just about the same size as bacteria.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Secondary_endosymbiosis" id="Secondary_endosymbiosis"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Edit section: Secondary endosymbiosis"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Secondary endosymbiosis&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Primary endosymbiosis involves the engulfment of a bacterium by another free living organism. Secondary endosymbiosis occurs when the product of primary endosymbiosis is itself engulfed and retained by another free living eukaryote. Secondary endosymbiosis has occurred several times and has given rise to extremely diverse groups of algae and other eukaryotes. Some organisms can take opportunistic advantage of a similar process, where they engulf an alga and use the products of its photosynthesis, but once the prey item dies (or is lost) the host returns to a free living state. Obligate secondary endosymbionts become dependent on their organelles and are unable to survive in their absence (for a review see McFadden 2001&lt;sup id="cite_ref-7" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-7"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;8&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;One possible secondary endosymbiosis in process has been observed by Okamoto &amp;amp; Inouye (2005). The heterotrophic protist &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hatena" title="Hatena"&gt;&lt;i&gt;Hatena&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; behaves like a predator until it ingests a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Green_alga" title="Green alga" class="mw-redirect"&gt;green alga&lt;/a&gt;, which loses its flagella and cytoskeleton, while &lt;i&gt;Hatena&lt;/i&gt;, now a host, switches to photosynthetic nutrition, gains the ability to move towards light and loses its feeding apparatus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The process of secondary endosymbiosis left its evolutionary signature within the unique topography of plastid membranes. Secondary plastids are surrounded by three (in euglenophytes and some dinoflagellates) or four membranes (in haptophytes, heterokonts, cryptophytes, and chlorarachniophytes). The two additional membranes are thought to correspond to the plasma membrane of the engulfed alga and the phagosomal membrane of the host cell. The endosymbiotic acquisition of a eukaryote cell is represented in the cryptophytes; where the remnant nucleus of the red algal symbiont (the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleomorph" title="Nucleomorph"&gt;nucleomorph&lt;/a&gt;) is present between the two inner and two outer plastid membranes.&lt;sup class="noprint Template-Fact" title="This claim needs references to reliable sources from April 2008" style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed" title="Wikipedia:Citation needed"&gt;citation needed&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Despite the diversity of organisms containing plastids, the morphology, biochemistry, genomic organisation, and molecular phylogeny of plastid RNAs and proteins suggest a single origin of all extant plastids – although this theory is still debated. &lt;sup id="cite_ref-8" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-8"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;9&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-9" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory#cite_note-9"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;10&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Problems" id="Problems"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Edit section: Problems"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Problems&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;table class="metadata plainlinks ambox ambox-content" style=""&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="mbox-image"&gt; &lt;div style="width: 52px;"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/99/Question_book-new.svg/50px-Question_book-new.svg.png" width="50" height="39" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td class="mbox-text" style=""&gt;This section &lt;b&gt;does not &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citing_sources" title="Wikipedia:Citing sources"&gt;cite&lt;/a&gt; any &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Verifiability" title="Wikipedia:Verifiability"&gt;references or sources&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Please help &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit" class="external text" title="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Endosymbiotic_theory&amp;amp;action=edit" rel="nofollow"&gt;improve this article&lt;/a&gt; by adding citations to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Reliable_sources" title="Wikipedia:Reliable sources"&gt;reliable sources&lt;/a&gt;. Unsourced material may be &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Template:Citation_needed" title="Template:Citation needed"&gt;challenged&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Verifiability#Burden_of_evidence" title="Wikipedia:Verifiability"&gt;removed&lt;/a&gt;. &lt;small&gt;&lt;i&gt;(July 2009)&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Neither mitochondria nor plastids can survive in oxygen or outside the cell, having lost many essential genes required for survival. The standard counterargument points to the large timespan that the mitochondria/plastids have co-existed with their hosts. In this view, genes and systems which were no longer necessary were simply deleted, or in many cases, transferred into the host genome instead. (In fact these transfers constitute an important way for the host cell to regulate plastid or mitochondrial activity.)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;The transfer of genes from mitochondria and plastids to the “host genome” or cell nucleus raises a further problem: why were all genes not transferred? In other words, why do any genes at all remain in mitochondria and plastids? This problem is addressed by the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CoRR_Hypothesis" title="CoRR Hypothesis"&gt;CoRR Hypothesis&lt;/a&gt; which proposes that genes and respiratory chain proteins are &lt;b&gt;Co&lt;/b&gt;-located for &lt;b&gt;R&lt;/b&gt;edox &lt;b&gt;R&lt;/b&gt;egulation.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;A large cell, especially one equipped for phagocytosis, has vast energetic requirements, which cannot be achieved without the internalisation of energy production (due to the decrease in the surface area to volume ratio as size increases). This implies that, for the cell to gain mitochondria, it could not have been a primitive eukaryote, but instead a prokaryotic cell. This in turn implies that the emergence of the eukaryotes and the formation of mitochondria were achieved simultaneously.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Genetic analysis of small eukaryotes that lack mitochondria shows that they all still retain genes for mitochondrial proteins. This implies that all these eukaryotes once had mitochondria. This objection can be answered if, as suggested above, the origin of the eukaryotes coincided with the formation of mitochondria.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;These last two problems are accounted for in the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hydrogen_hypothesis" title="Hydrogen hypothesis"&gt;Hydrogen hypothesis&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Symbiogenesis&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Jump to: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#column-one"&gt;navigation&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#searchInput"&gt;search&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;p&gt;&lt;b&gt;Symbiogenesis&lt;/b&gt; is the merging of two separate organisms to form a single new organism. The idea originated with &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Konstantin_Mereschkowsky" title="Konstantin Mereschkowsky" class="mw-redirect"&gt;Konstantin Mereschkowsky&lt;/a&gt; in his 1926 book &lt;i&gt;Symbiogenesis and the Origin of Species&lt;/i&gt;, which proposed that &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt; originate from &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyanobacteria" title="Cyanobacteria"&gt;cyanobacteria&lt;/a&gt; captured by a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protozoa" title="Protozoa"&gt;protozoan&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#cite_note-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Today both chloroplasts and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt; are believed to have such an origin; this is the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory" title="Endosymbiotic theory"&gt;endosymbiotic theory&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In &lt;i&gt;Acquiring Genomes: A Theory of the Origins of Species&lt;/i&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biologist" title="Biologist"&gt;biologist&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lynn_Margulis" title="Lynn Margulis"&gt;Dr. Lynn Margulis&lt;/a&gt; argued that symbiogenesis is a primary force in &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution" title="Evolution"&gt;evolution&lt;/a&gt;. According to her theory, acquisition and accumulation of random &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mutation" title="Mutation"&gt;mutations&lt;/a&gt; are not sufficient to explain how inherited variations occur; rather, new &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt;, bodies, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organ_%28anatomy%29" title="Organ (anatomy)"&gt;organs&lt;/a&gt;, and species arise from symbiogenesis.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#cite_note-1"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;2&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Whereas the classical interpretation of evolution (the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Modern_evolutionary_synthesis" title="Modern evolutionary synthesis"&gt;modern evolutionary synthesis&lt;/a&gt;) emphasizes competition as the main force behind evolution, Margulis emphasizes cooperation.&lt;sup id="cite_ref-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#cite_note-2"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;3&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Many ecologists agree, but this idea has little support from other evolutionary biologists&lt;sup class="noprint Template-Fact" title="This claim needs references to reliable sources from December 2008" style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed" title="Wikipedia:Citation needed"&gt;citation needed&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/sup&gt;. They see little evidence that symbiogenesis has had a major impact on &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; life, or that much of its diversification can be attributed to it.&lt;sup class="noprint Template-Fact" title="This claim needs references to reliable sources from December 2008" style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed" title="Wikipedia:Citation needed"&gt;citation needed&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/sup&gt; Other than the two examples of mitochondria and chloroplasts, there is no clear evidence of other major traits or transitions that can be attributed to symbiogenesis.&lt;sup class="noprint Template-Fact" title="This claim needs references to reliable sources from December 2008" style="white-space: nowrap;"&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Citation_needed" title="Wikipedia:Citation needed"&gt;citation needed&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A fundamental principle of modern evolutionary theory is that mutations arise one at a time and either spread through the population or not, depending on whether they offer an individual fitness advantage. Nevertheless, this general case may not apply to all examples of evolutionary change. Indeed, genome mapping techniques have revealed that family trees of the major taxa appear to be extensively cross-linked—possibly due to &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lateral_gene_transfer" title="Lateral gene transfer" class="mw-redirect"&gt;lateral gene transfer&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-3" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis#cite_note-3"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;4&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Viral eukaryogenesis&lt;/b&gt; is the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hypothesis" title="Hypothesis"&gt;hypothesis&lt;/a&gt; that the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt; of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryotic" title="Eukaryotic" class="mw-redirect"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; life forms evolved from a large &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/DNA_virus" title="DNA virus"&gt;DNA virus&lt;/a&gt; in a form of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endosymbiotic_theory" title="Endosymbiotic theory"&gt;endosymbiosis&lt;/a&gt; within an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaea&lt;/a&gt; cell, being a form of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Symbiogenesis" title="Symbiogenesis"&gt;symbiogenesis&lt;/a&gt;. It was proposed by Philip Bell in 2001, and gained support as large complex DNA viruses capable of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein_biosynthesis" title="Protein biosynthesis"&gt;protein biosynthesis&lt;/a&gt; (such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mimivirus" title="Mimivirus"&gt;Mimivirus&lt;/a&gt;) have been discovered.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A number of precepts in the theory are possible. For instance, a helical virus with a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lipid_bilayer" title="Lipid bilayer"&gt;bilipid&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Viral_envelope" title="Viral envelope"&gt;envelope&lt;/a&gt; bears a distinct resemblance to a highly simplified &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cellular nucleus&lt;/a&gt; (ie: a DNA chromosome encapsulated within a lipid membrane). To consider the concept logically, a large DNA virus would take control of a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bacteria" title="Bacteria"&gt;bacterial&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaeal&lt;/a&gt; cell. Instead of replicating and destroying the host cell, it would remain within the cell. With the virus in control of the host cell's molecular machinery it would effectively become a "nucleus" of sorts. Through the processes of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitosis" title="Mitosis"&gt;mitosis&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytokinesis" title="Cytokinesis"&gt;cytokinesis&lt;/a&gt;, the virus would thus hijack the entire cell—an extremely favourable way to ensure its survival.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;PABPII&lt;/b&gt;, or &lt;b&gt;polyadenine binding protein II&lt;/b&gt;, is a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;protein&lt;/a&gt; involved in the assembly of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polyadenylation" title="Polyadenylation"&gt;polyadenine tail&lt;/a&gt; added to newly synthesized pre-&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Messenger_RNA" title="Messenger RNA"&gt;messenger RNA&lt;/a&gt; (mRNA) molecules during the process of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Transcription_%28genetics%29" title="Transcription (genetics)"&gt;gene transcription&lt;/a&gt;. It is a regulatory protein that controls the rate at which &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polyadenine_polymerase" title="Polyadenine polymerase" class="mw-redirect"&gt;polyadenine polymerase&lt;/a&gt; (PAP) adds &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adenine" title="Adenine"&gt;adenine&lt;/a&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleotide" title="Nucleotide"&gt;nucleotides&lt;/a&gt; to the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/3%27" title="3'" class="mw-redirect"&gt;3'&lt;/a&gt; end of the growing tail. In the absence of PABPII, PAP adds adenines slowly. PABPII then binds to the short polyadenine tail and induces an acceleration in the rate of addition by PAP until the tail has grown to about 200 adenines long. The mechanism by which PABPII signals the termination of the polymerization reaction once the tail has reached its required length is not clear.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PABPII is distinct from the related protein &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=PABPI&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="PABPI (page does not exist)"&gt;PABPI&lt;/a&gt; in being localized to the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt; rather than the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm" title="Cytoplasm"&gt;cytoplasm&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 id="firstHeading" class="firstHeading"&gt;Cytoplasm&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;From Wikipedia, the free encyclopedia&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Jump to: &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#column-one"&gt;navigation&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#searchInput"&gt;search&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 302px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="image" title="Schematic showing the cytoplasm, with major components of a typical animal cell (organelles): (1) nucleolus (2) nucleus (3) ribosomes (little dots) (4) vesicle (5) rough endoplasmic reticulum (ER) (6) Golgi apparatus (7) Cytoskeleton   (8) smooth ER (9) mitochondria (10) vacuole (11) cytoplasm (12) lysosome (13) centrioles within centrosome"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1a/Biological_cell.svg/300px-Biological_cell.svg.png" class="thumbimage" width="300" height="182" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Biological_cell.svg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Schematic showing the cytoplasm, with major components of a typical animal cell (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt;):&lt;br /&gt;(1) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleolus" title="Nucleolus"&gt;nucleolus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(2) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;nucleus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(3) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosomes" title="Ribosomes" class="mw-redirect"&gt;ribosomes&lt;/a&gt; (little dots)&lt;br /&gt;(4) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vesicle_%28biology%29" title="Vesicle (biology)"&gt;vesicle&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(5) rough &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt; (ER)&lt;br /&gt;(6) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(7) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;Cytoskeleton&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(8) smooth ER&lt;br /&gt;(9) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(10) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vacuole" title="Vacuole"&gt;vacuole&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(11) &lt;strong class="selflink"&gt;cytoplasm&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(12) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosome" title="Lysosome"&gt;lysosome&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(13) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centriole" title="Centriole"&gt;centrioles&lt;/a&gt; within &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Centrosome" title="Centrosome"&gt;centrosome&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The &lt;b&gt;cytoplasm&lt;/b&gt; is the part of a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_%28biology%29" title="Cell (biology)"&gt;cell&lt;/a&gt; that is enclosed within the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plasma_membrane" title="Plasma membrane" class="mw-redirect"&gt;plasma membrane&lt;/a&gt;. In &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eukaryote" title="Eukaryote"&gt;eukaryotic&lt;/a&gt; cells, the cytoplasm contains &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelle" title="Organelle"&gt;organelles&lt;/a&gt;, such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondrion" title="Mitochondrion"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;, which are filled with liquid that is kept separate from the rest of the cytoplasm by &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biological_membrane" title="Biological membrane"&gt;biological membranes&lt;/a&gt;. The contents of the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cell_nucleus" title="Cell nucleus"&gt;cell nucleus&lt;/a&gt; are not part of the cytoplasm and are instead called the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nucleoplasm" title="Nucleoplasm"&gt;nucleoplasm&lt;/a&gt;. The cytoplasm is the site where most cellular activities occur, such as many &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Metabolic_pathway" title="Metabolic pathway"&gt;metabolic pathways&lt;/a&gt; like glycolysis, and processes such as cell division. The inner, granular mass is called the endoplasm and the outer, clear and glassy layer is called the cell cortex or the ectoplasm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The part of the cytoplasm that is not held within organelles is called the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt;. The cytosol is a complex mixture of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt; filaments, dissolved molecules, and water that fills much of the volume of a cell. The cytosol is a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gel" title="Gel"&gt;gel&lt;/a&gt;, with a network of fibers dispersed through water. Due to this network of pores and high concentrations of dissolved &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Macromolecule" title="Macromolecule"&gt;macromolecules&lt;/a&gt;, such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein" title="Protein"&gt;proteins&lt;/a&gt;, an effect called &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Macromolecular_crowding" title="Macromolecular crowding"&gt;macromolecular crowding&lt;/a&gt; occurs and the cytosol does not act as an &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ideal_solution" title="Ideal solution"&gt;ideal solution&lt;/a&gt;. This crowding effect alters how the components of the cytosol interact with each other.&lt;/p&gt; &lt;table id="toc" class="toc" summary="Contents"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;Contents&lt;/h2&gt;  &lt;span class="toctoggle"&gt;[&lt;a href="javascript:toggleToc()" class="internal" id="togglelink"&gt;show&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul style="display: none;"&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Constituents"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Constituents&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Cytosol"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cytosol&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Organelles"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Organelles&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Cytoplasmic_inclusions"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1.3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Cytoplasmic inclusions&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Notes"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Notes&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#Further_reading"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Further reading&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#External_links"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;External links&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; //&lt;![CDATA[  if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "show"; var tocHideText = "hide"; showTocToggle(); }  //]]&gt; &lt;/script&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Constituents" id="Constituents"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cytoplasm&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1" title="Edit section: Constituents"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Constituents&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;The cytoplasm has three major elements; the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytosol" title="Cytosol"&gt;cytosol&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelles" title="Organelles" class="mw-redirect"&gt;organelles&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inclusions" title="Inclusions"&gt;inclusions&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cytosol" id="Cytosol"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cytoplasm&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2" title="Edit section: Cytosol"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cytosol&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 252px;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Localisations02eng.jpg" class="image" title="Proteins in different cellular compartments and structures tagged with green fluorescent protein."&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6e/Localisations02eng.jpg/250px-Localisations02eng.jpg" class="thumbimage" width="250" height="329" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/File:Localisations02eng.jpg" class="internal" title="Enlarge"&gt;&lt;img src="http://en.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Proteins in different &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cellular_compartment" title="Cellular compartment"&gt;cellular compartments&lt;/a&gt; and structures tagged with &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Green_fluorescent_protein" title="Green fluorescent protein"&gt;green fluorescent protein&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;The cytosol is the portion of a cell that is not enclosed within membrane-bound organelles. The cytosol is a translucent fluid in which the other cytoplasmic elements are suspended. Cytosol makes up about 70 % of the cell volume and is composed of water, salts and organic molecules.&lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-0"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;1&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; The cytoplasm also contains the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Protein_filament" title="Protein filament"&gt;protein filaments&lt;/a&gt; that make up the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoskeleton" title="Cytoskeleton"&gt;cytoskeleton&lt;/a&gt;, as well as soluble &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proteins" title="Proteins" class="mw-redirect"&gt;proteins&lt;/a&gt; and large structures such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosome" title="Ribosome"&gt;ribosomes&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proteasome" title="Proteasome"&gt;proteasomes&lt;/a&gt;, and the mysterious &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vault_%28organelle%29" title="Vault (organelle)"&gt;vault complexes&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-1"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;2&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; The inner, granular and more fluid portion of the cytoplasm is referred to as endoplasm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Organelles" id="Organelles"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cytoplasm&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3" title="Edit section: Organelles"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Organelles&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Organelles" title="Organelles" class="mw-redirect"&gt;Organelles&lt;/a&gt; are membrane-bound compartments within the cell that have specific functions. Some major organelles that are suspended in the cytosol are the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mitochondria" title="Mitochondria" class="mw-redirect"&gt;mitochondria&lt;/a&gt;, the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Endoplasmic_reticulum" title="Endoplasmic reticulum"&gt;endoplasmic reticulum&lt;/a&gt;, the &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Golgi_apparatus" title="Golgi apparatus"&gt;Golgi apparatus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lysosomes" title="Lysosomes" class="mw-redirect"&gt;lysosomes&lt;/a&gt;, and in plant cells &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chloroplast" title="Chloroplast"&gt;chloroplasts&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cytoplasmic_inclusions" id="Cytoplasmic_inclusions"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;[&lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Cytoplasm&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=4" title="Edit section: Cytoplasmic inclusions"&gt;edit&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Cytoplasmic inclusions&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;The &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Inclusions" title="Inclusions"&gt;inclusions&lt;/a&gt; are small particles of insoluble substances suspended in the cytosol. A huge range of inclusions exist in different cell types, and range from crystals of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Calcium_oxalate" title="Calcium oxalate"&gt;calcium oxalate&lt;/a&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Silicon_dioxide" title="Silicon dioxide"&gt;silicon dioxide&lt;/a&gt; in plants,&lt;sup id="cite_ref-Prychid1999_2-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-Prychid1999-2"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;3&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;sup id="cite_ref-Prychid2003_3-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-Prychid2003-3"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;4&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; to granules of energy-storage materials such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Starch" title="Starch"&gt;starch&lt;/a&gt;,&lt;sup id="cite_ref-4" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-4"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;5&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Glycogen" title="Glycogen"&gt;glycogen&lt;/a&gt;,&lt;sup id="cite_ref-5" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-5"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;6&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; or &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Polyhydroxybutyrate" title="Polyhydroxybutyrate"&gt;polyhydroxybutyrate&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-6" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-6"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;7&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; A particularly widespread example are &lt;a href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Lipid_droplet&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Lipid droplet (page does not exist)"&gt;lipid droplets&lt;/a&gt;, which are spherical droplets composed of lipids and proteins that are used in both prokaryotes and eukaryotes as a way of storing lipids such as &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fatty_acid" title="Fatty acid"&gt;fatty acids&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sterol" title="Sterol"&gt;sterols&lt;/a&gt;.&lt;sup id="cite_ref-7" class="reference"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cytoplasm#cite_note-7"&gt;&lt;span&gt;[&lt;/span&gt;8&lt;span&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Lipid droplets make up much of the volume of &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adipocyte" title="Adipocyte"&gt;adipocytes&lt;/a&gt;, which are specialized lipid-storage cells, but they are also found in a range of other cell types.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-914920316960689034?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/914920316960689034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/09/biologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/914920316960689034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/914920316960689034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/09/biologi.html' title='biologi'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3838209185623527805.post-1437929316934665826</id><published>2009-09-12T08:14:00.000+07:00</published><updated>2009-09-12T08:18:14.123+07:00</updated><title type='text'>langkah-langkah membuat email</title><content type='html'>&lt;span&gt;1&lt;br /&gt;Pastikan komputer anda telah tersambung dengan internet.&lt;br /&gt;Klik Internet Explorer, yang ada di desktop aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Ketikkan alamat di address bar internet explorer www.yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Tampilan home page  &lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;www.yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Mail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Klik Sign Up for Yahoo Mail New&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Tampil formulir pendaftaran.&lt;br /&gt;Isilah setiap form tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Isilah setiap combo box form tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahoo ID. Isikan salah satu kata yang akan menjadi cirikhas email anda. Misalnya fauby, jika anda mengisi 2 atau lebih kata gunakan tanda sambung _ -. Misalnya Djadma-jati&lt;br /&gt;Jati_tetuko.&lt;br /&gt;fauby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Isikan Password.&lt;br /&gt;Password ini akan berbentuk * ketika anda ketikkan. Misalnya passwordnya damaiku, maka akan berubah menjadi ******* Berubah menjadi bintang karena password ini adalah screet and confidential, pribadi dan sangat rahasia. Teman sebangku anda pun tak diijinkan mengetahui. Ulangi lagi ketikkan password anda di retype password&lt;br /&gt;fauby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;Field Security Question, klik drop arrownya, klik salah satu pertanyaan, misalnya what is your pet`s name ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your Answer ketikkan jawaban dari pertanyaan misalnya : muanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is your pet`s name ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fauby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;·      Klik drop arrow Birthday, dan pilih bulan kelahiran anda.&lt;br /&gt;·      Ketikan tanggal kelahiran anda&lt;br /&gt;·      Ketikkan tahun kelahiran anda lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·      Pada field Current Email kosongkan.&lt;br /&gt;1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dec&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is your pet`s name ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fauby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;First Name : isikan nama depan anda.&lt;br /&gt;Last name : isikan nama akhir anda.&lt;br /&gt;Language &amp;amp; Content pilih English-Other Asia.&lt;br /&gt;Zip/Postal Code : ketikan kode pos anda.&lt;br /&gt;Gender : ketik jenis kelamin anda&lt;br /&gt;Ocupation : pilih sesuai dengan bidang khusus anda.&lt;br /&gt;Industry : pilih Academic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik salah satu hoby anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik more pada kotak yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua isian telah anda isikan, selanjutnya klik :&lt;br /&gt;Submit This Form&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;Sesaat setelah anda klik Submit this form ada 2 kemungkinan.&lt;br /&gt;Kemungkinan pertama anda telah berhasil mendaftar email di yahoo, kemungkinan kedua anda belum berhasil. Jika anda menemukan tampilan seperti tampak pada gambar disamping ini maka anda belum berhasil mendaftar di yahoo. Pada gambar tertulis teks berwarna merah. Jika anda menemukan teks berwarna merah, maka pada field tersebut harus anda perbaiki dahulu. Setelah semua field diperbaiki klik Submit This Form.&lt;br /&gt;Jika setelah anda mengklik Submit this form kemudian muncul lagi teks berwarna merah, lakukan kembali perbaikan, sehingga sampai anda berhasil mendaftarkan di yahoo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;Jika telah berhasil dalam pendaftaran anda akan menemukan tampilan, seperti tampak pada gambar disamping.&lt;br /&gt;Wellcome back!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan password anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik continue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;Tampilan berikutnya adalah agreement. Perjanjian antara anda dengan pihak penyedia layanan email gratis &lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;www.yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Klik I Accept, agar anda mendapatkan email gratis. Jika anda klik I Decline maka anda tidak jadi mendaftar email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;Selamat anda telah mendapatkan email gratis.&lt;br /&gt;Proses pendaftaran selesai. Klik Continue to Yahoo mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Membuka Email.&lt;br /&gt;           Anda tadi telah berhasil mendaftarkan email di &lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;www.yahoo.com&lt;/a&gt;, tentunya dengan pendaftaran tersebut anda mengkantongi satu account di yahoo, yaitu &lt;a href="mailto:yahoo_ID@yahoo.com"&gt;Yahoo_ID@yahoo.com&lt;/a&gt;. Pada praktik pendaftaran email di atas, sewaktu mengajukan yahoo id dengan nama fauby tidak berhasil karena fauby telah dimiliki oleh orang lain. Lihat pada tampilan urutan ke 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone else has already choosen fauby. Please try another Yahoo ID, artinya anda diminta untuk mengganti yahoo id dari fauby ke yahoo id lain, karena yahoo id fauby telah dimiliki oleh orang lain. Pada contoh ini diganti terdamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian email anda adalah &lt;a href="mailto:terdamba@yahoo.com"&gt;terdamba@yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;           Ikutilah langkah berikut ini untuk membuka dan mengirim email &lt;a href="mailto:terdamba@yahoo.com"&gt;terdamba@yahoo.com&lt;/a&gt;. Langkah pertama adalah membuka email terlebih dahulu, baru kemudian anda mengirimkan email ke alamat email yang anda tuju. Dengan bekal satu account email ini, anda dapat berhubungan dengan teman anda di seluruh penjuru dunia yang telah tersambung dengan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah membuka email.&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Klik Internet Explorer&lt;br /&gt;Ketikkan alamat di address bar : mail.yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Muncul tampilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketikan Yahoo ID anda.&lt;br /&gt;Pada latihan diatas adalah terdamba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketikan Password anda, password latihan diatas adalah damaiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Sign In&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Muncul kotak surat email anda, coba anda perhatikan dalam sesi ini.&lt;br /&gt;1.    Check Mail, untuk mengetahui ada email masuk dalam kotak email anda atau tidak.&lt;br /&gt;2.   Compose, untuk mengirim email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Check Mail, untuk mengetahui ada surat masuk atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Pada pertama kali anda akan menemukan satu email (surat) dari pihak penyedia layanan, dalam hal ini adalah mail master yahoo.com.&lt;br /&gt;Perhatikan kotak surat anda :&lt;br /&gt;Delete, menghapus email yang di check list.&lt;br /&gt;Sender : pihak pengirim email.&lt;br /&gt;Date : tanggal datangnya email.&lt;br /&gt;Size : ukuran email&lt;br /&gt;Subject : judul dari email.&lt;br /&gt;    : kotak check list.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Untuk membuka email, yang ada di kotak surat, dengan meng-klik subject dari email tersebut. Cobalah klik Yahoo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Email akan terbuka, anda dapat membaca email tersebut.&lt;br /&gt;Pada gambar ini, tidak ditampilkan karena isi surat /email adalah rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Mengirim Email.&lt;br /&gt;Untuk apa punya email jika tidak digunakan untuk menerima dan mengirim email, tentunya akan menambahi tugas dan pekerjaan pihak penyedia layanan email gratis. Agar pihak penyedia fasilitas email gratis tidak kecewa dengan pendaftaran anda tadi, selayaknya anda gunakan untuk mengirim email ke siapapun. Untuk mengirim email ikutilah langkah berikut ini :&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Pada tampilan disebelah kanan ini klik Compose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Muncul tampilan :&lt;br /&gt;To : Ketik alamat email yang akan anda kirimi email, contoh &lt;a href="mailto:keteduhan@plasa.com"&gt;keteduhan@plasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketik Subject : misalnya ada rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CC : carbon copy, anda tidak perlu mengisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BCC : Blank Carbon Copy. Anda tidak perlu mengisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketikan surat anda di tempat kotak putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Send untuk mengirimkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Tunggulah beberapa saat hingga ada keterangan bahwa pengiriman anda telah berhasil terkirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.     Mendaftar email di &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        Selain anda memiliki email di &lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;www.yahoo.com&lt;/a&gt;, berikut ini akan diberikan bagaimana membuat email di &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt; serta bagaiamana membuka dan mengirim email di &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;        Untuk membuat email di &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt; ini, dapat anda ikuti langkah langkah sebagai  berikut :&lt;br /&gt;Bukalah internet explorer.&lt;br /&gt;Ketikkan alamat &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt; pada address bar&lt;br /&gt;Tekan go atau  cukup enter, tunggu beberapa saat hingga muncul web &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;, lihat dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik di sini untuk mendaftar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik daftar pada bagian sebelah kanan dan tunggu hingga muncul formulir pendaftaran, lalu isikan form tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Nama Lengkap     :  Isikan Nama Lengkap Anda misalnya Damba Abdi Insani&lt;br /&gt;     Tanggal Lahir      : Klik drop arrow lalu pilih tanggal kelahiran (misalnya 17)&lt;br /&gt;                                   Klik drop arrow lalu pilih bulan kelahiran misalnya Desember&lt;br /&gt;                                   Isikan tahun kelahiran lengkap misalnya 1985&lt;br /&gt;     Alamat                :  Isikan alamat rumah anda dengan benar, misalnya Jl. Mawar 45, Perum Jaten Permai&lt;br /&gt;     Kota                    :  Isikan Nama kota anda misalnya Karanganyar&lt;br /&gt;Telepon : Isikan Nomor telepon anda, misalnya 495079, Jika anda tidak mempunyai nomor telepon, isikan dengan nomor telepon yang ada ketahui, misalnya nomor telepon milik saudara anda.&lt;br /&gt;     Jenis Pekerjaan  :  Klik drop arrow lalu pilihlah jenis pekerjaan anda. Misalnya Pelajar/mahasiswa.&lt;br /&gt;User ID : Isikan user id yang mana User Id ini akan menjadi nama email anda di plasa. Dalam pengisian User id ini tidak boleh ada koma (,), Spasi ( ), usahakan tidak terlalu panjang. Misalnya fauby, f4uby, f4ub1, fauby75 dll.&lt;br /&gt;Password : isikan kata kunci dari email anda, misalnya tanggal lahir 171275, dimana apabila anda nanti menulis 171275 akan berubah menjadi ****** karena password ini sangat rahasia dan pribadi.&lt;br /&gt;     Password lagi      : isikan sama dengan field password&lt;br /&gt;Pertanyaan : Pilihlah salah satu pertanyaan yang mana pemilihan ini dapat anda klik drop arrow, gunanya adalah jika sekiranya anda lupa akan password anda, maka dapat anda lakukan bantuan dengan memberikan pertanyaan pilihan. Silakan pilih salah satu misalnya makanan favorit&lt;br /&gt;   Jawaban         :  Jawablah makanan favorid diatas misalnya sego pecel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semua field diatas sudah anda isikan, anda klik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian penjelasan di atas, pengisian formulir pendaftaran di plasa, dapat dilihat pada gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;Tunggu beberapa saat hingga ada konfirmasi dari admin &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;. Ada 2 kemungkinan setelah anda klik daftarkan, yaitu sukses dalam mendaftarkan dan anda belum sukses mendaftarkan. Apabila anda menemukan kondisi seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka anda belum sukses mendaftarkan, dan masih ada field-ield yang salah. Lihatlah di layar monitor apabila ada tulisan berwana merah berarti field tersebut masih harus dibenarkan. Biasanya kesalahan pada kesamaan User Id. Karena User Id yang anda ajukan sudah dipakai oleh orang lain.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kondisi diatas, adalah adanya kesamaan user id, user id fauby telah dipakai oleh orang lain, untuk itu anda diharuskan mengganti user id. Gantilah user id dengan user id yang lain misalnya f4uby. Kemudian clik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya setelah anda klik daftarkan tersebut di atas ada dua kemungkinan juga, apakah nick f4uby dipakai oleh orang lain atau belum, jika sudah dipakai oleh orang lain, maka anda harus mengganti sampai anda mendapatkan kondisi tampilah seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah di layar monitor anda, ada beberapa hal yang perlu anda cermati, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Nama alamat email anda (lihat pada internet explorer pojok kiri atas atau pada title bar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Alamat email anda adalah &lt;a href="mailto:f4uby@plasa.com"&gt;f4uby@plasa.com&lt;/a&gt;, ingatlah alamat tersebut, dan kalau perlu alamat tersebut anda catat di buku agar tidak lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kotak Surat, kotak surat ini memuat email-email yang telah dikirim oleh orang lain, dimana apabila anda mendapat email dari orang lain, akan berkumpul di dalam kotak surat ini. Silakan tekan kotak surat apabila anda akan melihat siapa saja yang telah mengirim email kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tulis Surat, field tulis surat ini adalah untuk mengirim email, silakan klik tulis surat ini apabila anda ingin mengirim surat kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Folder, field folder ini adalah merupakan folder yang berisikan keterangan berapa isi box surat anda, berapa jumlah anda mengirim dan kepada siapa saja anda telah mengirim email, serta hal hal lain yang sifatnya keterangan tentang kapasitas box anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Konfigurasi, gunanya adalah untuk men-setting ulang tentang data diri anda, bahkan anda bisa mengganti password email anda lewat konfigurasi, dapat mengganti nama lengkap dan data diri anda. Cuma anda tidak dapat mengganti user id anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Bantuan, field ini gunanya adalah jika anda belum memahami akan segala sesuatu tentang email anda, anda bisa klik field ini, misalnya bagaimana cara mengirim email, bagaimana attachment field dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.     Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di email &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap penyedia fasilitas email gratis, akan selalu berbeda bentuk dan designnya. Begitu juga antara Yahoo dan plasa akan tetap berbeda. Berikut ini akan disampaikan bagaimana cara mengirim email dan membuka email setelah anda mendapatkan email gratis dari &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.     Membuka email.&lt;br /&gt;Untuk membuka email yang pertama kali diperhatikan adalah dimana anda mempunyai email tersebut, misalnya anda mempunyai email di plasa, maka anda harus masuk dulu di web plasa, jika anda mempunyai email di yahoo, maka anda masuk dulu di web yahoo, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;           Untuk membuka email apakah ada kiriman email dari teman atau tidak silakan anda ikuti langkah sebagai berikut :&lt;br /&gt;           a.    Buka Internet explorer lalu tuliskan alamat di address bar &lt;a href="http://www.plasa.com/"&gt;www.plasa.com&lt;/a&gt; atau cukup menulis juga mail1.plasa.com lalu tekan enter.&lt;br /&gt;           b.   Akan muncul web dari plasa.com, lalu anda isikan user id anda dan password anda. Lihat gambar dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketikan user id anda : f4uby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Login&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketikan password anda : ********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Klik Login dan tunggu beberapa saat hingga akan muncul kondisi seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           d.   Saat ini anda telah masuk di box email anda.&lt;br /&gt;e. Untuk membuka box email anda apakah ada kiriman email atau tidak silakan anda klik Kotak surat, yang kondisinya akan seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi box email (kotak surat) yang seperti di atas menandakan anda baru mendapat 1 kiriman email. Kalau anda melihat kiriman email tersebut di atas adalah kiriman dari webmaster plasa.com, yang merupakan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih anda telah bergabung di plasa.com. Apabila anda telah mendapat email dari berbagai orang, maka anda dapat melihat contoh box email dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuka Email silakan klik salah satu yang ada dalam lingkaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuka email yang telah dikirim oleh orang lain anda cukup mengklik yang mousenya berubah menjadi gambar tangan menunjuk pada list email tersebut. Misalnya anda akan membuka email yang berasal dari siswantoro yang judulnya : Apa kabar teman teman, anda klik siswantorosg lalu akan muncul apa isi dari email siswantorosg tersebut. Lihat gambar dibawah isi dari pada email yang dikirim siswantorosg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor, isi surat adalah rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk membuka email lain, silakan anda klik back pada icon bar. Ulangi kegiatan yang sama pada keterangan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Mengirim email.&lt;br /&gt;Salah satu aktivitas dalam ber-email adalah mengirim email kepada seseorang yang juga mempunyai alamat email. Untuk mengirim email ikuti langkah langkah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Klik tulis surat pada box surat anda (lihat di sebelah kiri layar monitor email anda). Selanjutnya akan muncul gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Dari                                 :  adalah menunjukkan nama dan alamat email siapa pengirim.&lt;br /&gt;·         Kepada                   :  merupakan alamat email yang akan dikirimi contoh : &lt;a href="mailto:terdamba@teacher.com"&gt;terdamba@teacher.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;·         Perihal                   :  Judul atau inti dari email. Contoh : Rapat Koordinasi&lt;br /&gt;·         CC                       : Carbon Copy, merupakan tembusan pertama.&lt;br /&gt;· BCC : Blank Carbon Copy adalah tembusan kedua yang mana nama alamat email tidak dicantumkan atau pihak penerima pertama dan pihak penerima kedua tidak mengetahui kalau ada tembusan ke dua.&lt;br /&gt;· Simpan Surat Terkirim : Apabila pada field ini anda check mark (centhang), maka email anda yang anda kirimkan ke orang lain secara otomatis akan terkirim pada folder surat terkirim.&lt;br /&gt;· Notifikasi Kiriman : Apabila pada field ini anda check mark maka secara otomatis layanan email di plasa.com akan memberikan keterangan apakah email yang anda kirim tersebut telah sampai ke alamat yang anda tuju atau belum.&lt;br /&gt;·         Field Pesan              :  Adalah untuk menuliskan isi pesan yang akan disampaikan kepada yang akan dikirimi.&lt;br /&gt;· Kirim : Apabila seluruh aktivitas penulisan pesan dan alamat sudah terisi, maka untuk tahap akhir pengiriman email anda klik kirim.&lt;br /&gt;· Buku Alamat : Jika anda bermalas malas mencari atau membuka buku catatan tentang alamat email teman/saudara anda, anda dapat menyimpan alamat email tersebut di field Buku alamat.&lt;br /&gt;· Sisipan : Apabila selain anda mengirim pesan berupa text, anda juga mengirim data yang disisipkan yaitu antara lain berupa : file photo, file dari excel, word, animasi, program dan lain-lain. Biasanya kapasitas dari file yang dapat dikirim tidak lebih dari 2 Mb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.       Dari keterangan di atas berikut ini isian pengiriman email yang telah diisi. Lihatlah gambar dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;c.       Klik Kirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Mengirim data (file file dari program lain) / attachment&lt;br /&gt;Barangkali anda ingin mengirim selain pesan yang berupa teks yang anda tulis dalam field pesan, anda juga ingin mengirim data. Mengirim data yang dimaksud adalah attachment yang merupakan file dari program lain. File tersebut dapat berupa photo, file dari excel, word, correl draw dll. Untuk mengirim file ini yang perlu anda siapkan adalah mempunyai email dan ada file yang akan dikirim. Ikutilah langkah langkah sebagai berikut. Contoh dibawah ini adalah mengirim sebuah photo (picture/image) yang namanya cuakep.gif dan dikirim ke email &lt;a href="mailto:terdamba@teacher.com"&gt;terdamba@teacher.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;           Berikut ini langkah-langkah mengirim email dengan attachment (sisipan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;a. Klik Tulis Surat&lt;br /&gt;b.  Isikan alamat email pada field Kepada misalnya ke &lt;a href="mailto:terdamba@teacher.com"&gt;terdamba@teacher.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;c.  Isikan judul atau perihal surat, misalnya : photo kenangan&lt;br /&gt;d.  CC dan Bcc dikosongi karena hanya mengirim pada satu orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;e. Tuliskan isi pesan pada field pesan “berikut ini saya kirimkan foto kenangan anda berdua saat masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Klik Browse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Muncul kotak dialog choose file&lt;br /&gt;Klik file yang akan anda kirimkan bersama email. Misalnya cuakep.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Open&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;Aksi&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Tampak pada field Browse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File yang disisipkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Kirim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Membalas Email (Reply)&lt;br /&gt;Kadang anda ingin membalas email yang telah anda terima, untuk membalas email dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a.       Bukalah email yang akan anda balas. Lihat gambar dibawah yang merupakan gambar email yang telah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.       Bacalah isi pesan kemudian jika anda ingin membalas silakan klik field Balas Surat, lihat gambar dibawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Klik di field isi pesan yaitu di depan tulisan On Tue, 29 Apr…. lalu isikan kata kata yang merupakan balasan atau jawaban atas isi pesan email tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.     &lt;br /&gt;Ketik isi surat balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekan enter 2 atau 3 kali untuk memberi kesan terpisah antara data lama dan teks balasan.&lt;br /&gt;Klik Kirim, untuk mengirimkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enter 2 atau 3 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           d.   Klik field Kirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Meneruskan Email (Forward)&lt;br /&gt;Kadang kala anda ingin agar email yang telah anda terima itu anda akan kirimkan ke orang lain. Agar orang lain yang akan anda kirimi juga dapat mengerti bahwa ada informasi tertentu yang harus diketahui. Meneruskan email ini akrab diberi nama forward email. Untuk melanjutkan email ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.&lt;br /&gt;           a.    Bukalah email anda yang akan anda teruskan ke alamat email tertentu.&lt;br /&gt;           b.   Klik  Teruskan Surat, muncul gambar sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;c.    Ketikkan alamat email pada field Kepada&lt;br /&gt;       d.   Klik Kirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6.  Menghapus kiriman email&lt;br /&gt;Adakalanya anda mendapat email terlalu banyak, dan kadang anda lupa menghapus email tersebut. Sedang anda oleh pihak pemberi layanan email gratis ini diberi batas maksimal dalam box email anda. Setiap pemberi layanan email gratis ini menentukan jumlah maksimal kapasitas email yang ada di box email anda. Tentunya anda juga harus mengerti tidak bisa anda membiarkan email anda bertumpuk di dalam box email anda. Apabila box email anda ini sudah penuh, maka anda yang akan rugi sendiri, karena email anda ini bisa bounching (tidak dapat menerima dan mengirim lagi). Nah untuk itu ada baiknya anda menghapus email yang sudah tidak berguna lagi. Untuk menghapus email yang sudah tidak berguna itu dapat anda lakukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.       Bukalah Box Email anda, lakukan dengan mengklik Kotak Surat. Dan akan terbuka box email anda sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berilah tanda check mark (centhang) email mana saja yang akan dihapus, jika anda ingin menghapus semua email yang tampil anda cukup klik field Pilih Semua, kemudian anda klik field Hapus.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3838209185623527805-1437929316934665826?l=mulyono42.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyono42.blogspot.com/feeds/1437929316934665826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/09/langkah-langkah-membuat-email.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/1437929316934665826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3838209185623527805/posts/default/1437929316934665826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyono42.blogspot.com/2009/09/langkah-langkah-membuat-email.html' title='langkah-langkah membuat email'/><author><name>mulyono blogspot</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14573828128483082594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_c25oZINetIg/SnzjbRjqhTI/AAAAAAAAAAM/C535v72Bi9I/S220/TELKOM.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
